
senyum mengembang terus terpancar dari wajah pengantin wanita malam ini yang sudah terlihat sangat cantik dengan balutan gaun lebarnya berwarna putih yang seakan ingin menenggelamkan tubuh rampingnya.
"berbahagialah nak" ucap umi Ara dengan lembut memperlihatkan senyumnya yang terus menghiasi wajahnya yang terbalut oleh jilbab panjang hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"maafkan Ara umi. Ara tidak meminta restu dari umi terlebih dulu ini terjadi begitu saja umi" tutur Ara menyesal sudah mengabaikan keberadaan keluarga kecilnya.
"tidak perlu meminta maaf kita sudah merestui hubungan kalian sejak awal bahkan sebelum kau tau bahwa kau akan menjadi penganti malam ini.?" celetuk sebuah suara yang tiba tiba terdengar membuat Ara menoleh dan melihat yang ternyata sudah ada Rafki dan istrinya di sana.
"maksud bibi kenzo sudah memberi tahu kalian.?"
"bukan hanya itu bahkan kami semua ikut andil dalam acara diner malam kemaren hingga malam ini" kali ini suara Rafki yang ikut terdengar.
"jadi kalian..??"
"kami merestui kalian semoga kalian hidup bahagi menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah. "
"paman bibi terima kasih atas semunya" kata Ara memeluk paman dan bibinya lalu beralih memeluk tubuh uminya.
__ADS_1
suasana bahagia terus menghiasi keluarga Ara hingga acara ijab kabul berhasil di ucapkan oleh kenzo di tengah tengah para tamu kehormatan yang sudah hadir kini sorotan lampu kamera terus bersinar mengikuti setiap langkah Ara yang berjalan pelan di atas altar berwarna merah dengan di tutun Rafki sebagai wali nikahnya menghampiri kenzo yang sudah resmi menjadi imamnya.
"kuserahkan putriku pada engkau kenzo jaga dan bahagiakan dia melebihi dirimu sendiri" kata Rafki meletakkan tangan Ara di atas tangan kenzo.
"aku berjanji paman" sahut kenzo pelan menarik sudut bibirnya menatap lekat wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.
"assalamualaikum suamiku" sapa Ara tersenyum sangat manis setelah mencium punggung tangan suaminya.membuat kenzo tersenyum dan langsung mengecup keningnya hingga beberapa saat.
tak ada kebahgian yang lebih membahagiakan selain menerika kenyataan bahwa kau sudah sah menjadi istriku Ara. batin kenzo
"waalaikum salam istriku" sahut kenzo pelan dan kini beralih mengecup bibir Ara .membuat semua orang yang hadir disana berdecak iri melihat perlakuan manis seorang kenzo di muka umum yang biasanya wajah tampan itu hanya akan menampilkan expresi datar dan dingin.
💞💞💞
hingga tiba di ujung acara semua tamu undangan mulai kembali meningalkan tempatbacara hanya menyisakan para keluarga dan sahabat karip kenzo yang tengah berbincang hangat di rumah makan yang di kelolah Rafki yang kini sudah disulap menjadi sebuah ruangan mewah dengan hiasan mawar merah kesukaan Ara dan kenzo.
canda tawa terus terdengar memenuhi ruangan .tuan alberto dan istrinya terus menggoda Ara yang kini resmi menjadi nyonya muda smith . ke beradaan Willy tidak lagi menjadi masalah karna sikap pandai dan lucunya di tambah wajah Willy yang mewarisi ketampan Randi membuat siapapun dengan senang hati menerima pria kecil ini termasuk orang tua kenzo yang tak ada hentinya berdebat dan tertawa bersama Willy. bahkan orang tua kenzo meminta Willy untuk ikut tinggal berasama namun Ara tidak mengizinkan.
__ADS_1
karna Ara tau Willy sangat dekat dengan uminya bahkan sejak kecil Willy lebih menurut pada sang umi dari pada bundanya sendiri.
"lalu bagaimana denganmu nak..?? kamu tetap ingin tinggal disini atau ikut kenzo ke pusat kota..??"
"ea nak bukannya kita mau ikut campur atau mau mengatur kamu hanya saja saran mommy kamu mau yaa ikut ke pulang ke mansion kita. perusahaan alberto sangat membutuhkan kenzo dan kau sekarang sudah resmi menjadi nyonya muda smith"
Ara terdiam sejenak melihat ibu dan ayah mertuanya bergantian lalu beralih melihat umi kemudian ke arah kenzo yang tengah duduk berbincang bersama Billy Aditia Randi pricilia dan juga Willy yang menjadi pusat tawa di antara orang orang itu.
"Ara ikut keputusan suami Ara saja . soal Willy biarkan dia memilih mau tinggal bersama siapa . Ara yakin pria kecilku itu lebih tau apa yang terbaik " sahut Ara tersenyum simpul menatap ke Arah Willy hingga kedua bola matanya bersitatap dengan kedua bola mata kenzo yang juga menoleh ke Arahnya.
tatapan kedua pasang pengantin baru itu bertemu di satu titik saling menatap dan saling tersenyum.
"khemmzzz khemmzzzz "suara keras dari Aditia langsung bergema membuat semua orang yang berada di ruangan itu langsung menoleh kearahnya.
"apa kalian tidak mencium sesuatu..?" sambung Aditia lagi yang membuat semua orang mengerutkan kening mencerna kata kata dokter tampan itu dengan seriuz.
"apa maksudmu aditia.?" suara berat itu terdengar dari dady kenzo yang memang sudah hafal dengan tingkah konyol para sahabat kenzo yang sudah seperti anaknya sendiri.
__ADS_1
"pengantin barunya sudah saling pandang apa kalian tidak kasihan menyita waktu malam pertama mereka..?" sambung Aditia yang di sambut oleh gelak tawa semua orang.
tapi tidak dengan kenzo dan Ara yang langsung menebarkan aura panas hingga kedua wajah sepasang pengantin itu bersemu merah.