
disisi lain terlihat kenzo dan Billy tengah memasuki ruangan kenzo yang sudah beberapa hari di tinggal karna harus mengurus masalah perusahan Alberto yang berada di negri sebrang
Kenzo langsung memasuki ruangan pribadi yang berada di pojok ruangan untuk membersihkan diri sedangkan Billy hanya bisa menyenderkan tubuhnya di sofa sambil menghembuskan nafasnya berat.
"apa yang harus aku katakan..?? pria itu pasti berulah mendengar berita ini" ucap Billy risau membayangkan expresi kenzo saat mendengar kabar bahwa Ara sudah pergi dari apartemannya dan memilih kembali ke rumah lamanya yang berada di kota kecil yang jauh dari pusat kota yang sedang mereka tempati.
selang beberapa menit kemudian suara pintu kembali terdengar membuat Billy semakin erat memejamkan matanya untuk menghindari pertanyaam Kenzo yang pasti akan menanyakan Kabar Ara.
"jangan pura pura tidur. kelopak matamu bergerak gerak" kata Kenzo datar membuat Billy terpaksa membuka kelopak matanya dengan malas.
"bagaimana kabar wanita itu..??"
"nahh kan " batin Billy mengusap wajahnya kasar. mencari kata yang pas agar tidak membuat tuan mudanya murka.
"Marchell berhasil mengambil 15% saham stargroup"
"Lalu ..?" tanya kenzo yang semakin penasaran melihat isi otak Billy yang seakan akan berputar.
"Ara menyerahkan stargtoup pada Randi"
__ADS_1
"maksudmu Randi menjadi direktur utamanya begitu..??"
"bisa di bilang begitu mungkin Ara tidak suka dengan dunia bisnis seperti ini makanya dia memilih mengembangkan bisnis kulinernya di kota asalnya" kata Billy datar yang membuat kenzo menganggukkan kepalanya pelan tidak seperti bayangan Billy barusan.
"malam ini aku akan menumi Ara akanku jelaskan semuanya aku sudah sangat rindu pada wanita itu.." senyum Kenzo terpampang nyata mewakili perasaan rindunya pada sosok Ara yang sudah dibuatnya kesal beberapa waktu yang lalu.
"dasar bucin"
"terserah kau mau bilang aku apa..!! yang pasti malam ini dia akan menjadi milikku"
"memangnya apa yang akan kau lakukan ..?" sela Billy penasaran
"Ara sudah pindak ke rumahnya yang dulu "kata Billy lagi dengan datar tidak ingin membiarkan kenzo menyiapkan segalanya lalu berakhir dengan kecewa.
"maksudmu..??"
"yaaaa Ara Willy dan umi sudah kembali ke rumah lamanya kemarin. " sahut Billy yang membuat kenzo mengusap wajahnya kasar rasa bahagia karna sudah berhasil membongkar kedok busuk keluarga wijaya dengan berpura pura menerima perjodohannya dengan Widia waktu itu dan berencana melamar Ara setelah semuanya beres namun rencana yang sudah di siapkan harus gagal.
"siapkan hellykopter 10 menit lagi aku akan pergi"
__ADS_1
"kau baru tiba dan sekarang mau pergi lagi kau ini sudah gila apa.! aku tidak mau..!!!"
"oke kalau kamu tidak mau biar aku berangkat sendiri"
"heyyy bukan begitu maksudku astagaaa kenapa kau sensitif sekali"teriak Billy kesal melihat kenzo yang melangkah pergi kembali memasuki ruangan pribadinya.
"baiklah kau memang selalu benar tuan muda dan aku hanya bawahan yang hanya bisa menjalankan printah" lirih Billy meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang sambil memerenungi nasibnya yang hanya bisa menerima printah kenzo yang terkadang diluar kendali namun dibalik semua kekesalan itu Billy sangat menyayangi kenzo layaknya seorang saudara.
10 menit kemudian kenzo kembali menampakkan dirinya keluar dari ruang pribadi yang berada disudut ruangan dengan celana jeans hitam yang dipadukan dengan kaos putih dan jaket kulit warna hitam membuat Billy menghela nafasnya panjang.
"semuanya sudah siap tuan" kata Billy datar membungkuk hormat di hadapan kenzo yang masih menampakkan wajah dinginnya dengan cepat membawa langkahan kakinya keluar ruangan sedangkan Billy hanya bisa kembali menghela nafas dengan gelengan kepalanya sambil terus mengikuti kenzo dari belakang hingga menaiki helly pribadi keluarga Alberto yang sudah di siapkan oleh anak buah Billy.
"apa tujuan utama kita bos..??" tanya Billy hati hati tak mau mendapat serangan mendadak kenzo
"menjemput wanitaku" sahut kenzo datar dengan kedua pelupuk matanya yang terus terpejam erat.
"aku tau tapi bagaimana..."
"jangan ikut campur Bill ini urusanku!!" sela kenzo memotong pembicaran Billy
__ADS_1
"yaaa yaaaa baiklah kau bosnya" lirih Billy ikut memejamkan matanya tak mau ambil pusing dengan kisah percintaan pria di sampingnya.