"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
perjaka


__ADS_3

"kenapa kita ke sini kak..?" tanya Ara pada Billy yang menghentikan mobilnya di depan pintu bandara.


"nyonya besar akan kembali ke negaranya. dan beliau ingin bertemu denganmu terlebih dahulu" sahut Billy datar tampa menoleh kearah Ara. sedangkan kenzo sedari tadi hanya diam seperti sedia kala yaitu ceo kenzo smith yang dingin.


"ohhh begitu" ucap Ara menganggukkan kepalanya.


kenzo turun dari dalam mobil dengan dikawal 4 orang yang berbadan kekar dan berpakaian serba hitam.


"aiiisss seperti presiden aja pakek acara dikawal segala " bisik Ara dalam hati melihat para pengawal berjalan dengan setia mengikuti setiap langkah kenzo dan Billy.


kenzo memasuki ruangan khusus yang tidak sembarangan orang bisa masuk.


diruangan itu terlihat nyonya besar yang sedang duduk


"hayy Ara " sapa nyonya besar pada Ara yang berada tepap di belakang kenzo.


"nyonya besar " sahut Ara tersenyum lebar menundukkan kepalanya.


"jangan panggil nyonya panggil saja mommy"


"mom my" kata Ara ragu menatap nyonya besar sedangkan kenzo memilih duduk di sofa ruangan itu.


"mommy titip kenzo padamu yaaa kalok nakal tarik saja telinganya"


"ciihhhh apa maksud nyonya ini .emangnya tuan kenzo anak kecil apa" kata Ara dalam hati sambil melirik kenzo yang duduk dengan kacama hitamnya menambah nilai pluss untuk ketampanannya.


"nyonya sudah saatnya lepas landas nyonya" kata seorang pengawal yang datang menghampiri nyonya besar. dengan kepala yang menunduk


"baiklahh.."sahut nyonya besar mengangguk


"Ara mommy balik dulu. kapan kapan kau harus datanga kenegaraku " kata nyonya besar memeluk Ara. seperti seorang ibu


"astaagaaa nyonya besar memelukku yaa ampun aku mimpi apa semalam" bisik Ara dalam hati merasan pelukan nyonya besarnya yang hangat.


"baiklah "jawab Ara singkat saat nyonya besar melepas pelukannya dan beralih memeluk kenzo dan Billy.


nyonya besar berjalan memasuki area khusus penumpang sedang kenzo Ara dan Billy terus menatap kepergian nyonya besar hingga hilang di balik pintu pesawat yang sudah tertutup.


tidak ada percakapan di ruangan itu hanya terdengar hiruk piruk pengunjung yang sesekali melintas di balik pintu ruangan yang memang khusus untuk orang orang tertentu.


kenzo masih diam dengan kacamatanya.

__ADS_1


"tuan muda" sapa Billy memecahkan keheningan yang sempat membentang di seluruh ruangan itu


"apa kita akan sarapan dulu" tanya Billy yang sudah tau perasaan tuan mudanya.


"kita sarapan dikantor "sahut kenzo datar sambil beranjak dari duduknya. berjalan menuju pintu bandara sedangkan Billy dan Ara hanya diam sambil terus melangkah mengikuti Kenzo .


"silahkan tuan " kata Billy membuka pintu mobil yang sudah berada tepat di pintu bandara.


"hmm" jawab kenzo sambil masuk ke dalam mobil.


Ara yang sedari tadi berada di belakang kenzo kini terdiam dengan jantuk yang seakan akan berhenti berdetak.


tubuhnya menegang dengan kedua bola mata menatap seorang pria yang sedang memegang tanggannya .


"Ara .. ini benaran kamu Ara" kata pria itu melihat Ara dari atas sampai bawah


"aku merindukanmu Ara kau kemana saja" kata pria itu langsung memeluk tubuh Ara. sedangkan Ara hanya bisa diam tak mampu menggerakkan bibirnya airmatanya mengalir deras dengan hati yang berkecamuk.


"aku benci kamu ...aku sangat benci kalian tapi... Ara juga rindu kamu kak" rintih hati Ara dengan air mata yang mengalir deras membasahi baju pria tersebut.


Kenzo sudah berada di dalam mobil terkejut melihat adegan itu .gerahamnya mengeras menahan amarahnya.


sedangkan Billy juga terkejut melihat pria yang memeluk Ara


"Bukkk bu****kkkk


kenzo melepas pelukan Ara lalu menghujani tinjuan ke Arah pria itu.


"tuan hentikan tuan." kata Ara lirih memegangi tangan kenzo yang mencengkram kuat krah baju pria itu.


Buuuukkk


kenzo melayangkan tinjuan terakhirnya ke lantai.


"aaaggghhhh" Ara berteriak histeris melihat tangan kenzo mengucurkan darah sedangkan Billy hanya diam. karna kenzo biasanya akan tambah marah jika ada yang menghalanginya.


"huuuufh" kenzo menghembuskan nafasnya kasar lalu masuk ke dalam mobil kanpa menghiraukan tatapan semuara orang yang takut melihat kemarahan kenzo.


"kita harus pergi nona" kata Billy menghampiri Ara yang masih terdiam di lantai


"maafkan aku kak.." lirih hati Ara menatap pria yang sudah lebab di sekitar wajahnya.

__ADS_1


"Araa.." panggil pria itu yang melihat Ara akan beranjak pergi.


Ara memejamkan matanya mendengar pria itu memanggil namanya.


"maafkan aku kak. sakit ini tidak seberapa kak. rasa sakit yang kakak berikan beribu ribu kali lipat dari pada ini" bisik hati Ara memasuki mobil dan duduk disamping kenzo.


keheningan menyelimuti mobil. tidak ada yang berniat memulai percakapan . Ara melirik kearah kenzo yang memejamkan mata dengan memangku tangannya yang terluka dengan sesekali mengeluarkan darah mengenai celana bahannya.


"tuan tangan anda terluka" kata Ara pelan namun kenzo tetap tak bergeming.


"kak Billy apa kau punya sesuatu " kata Ara pada Billy yang fokus mengemudi.


Billy mengambil sebuah kota yang bertanda + lalu menyodorkan ke kebelakang tampa menoleh .


"huhhhf" Ara menghembuskan nafasnya sambil mengambil kotak yang sedang melayang


Perlahan Ara membersihkan luka kenzo dengan kapas yang sudah di beri antiseptik.


kenzo hanya diam tak bergeming sedikitput amarahnya masih memuncak memenuhi seluruh otaknya.


"tuan maaf.." kata Ara pelan setelah membungkus luka kenzo. namun yang di ajak bicara masih tetap tak bergeming


"baiklah terserah kau saja " ucap Ara yang ikut kesal melihat kedua pria itu diam seperti manekin.


cupp


kenzo ******* bibir Ara yang sedang manyun dengan rakus sedangangkan Ara yang terkejut hanya diam dengan mata yang terbuka lebar.


"benafas bodoh" ucap kenzo menyudahi permainannya.


"huhhhf huhhhff kau yang menyerangku tiba tiba " ujar Ara kembali memanyunkan bibirnya kesal.


tuuuk


"awww kenapa kau menyentilku tuan " ujar Ara memegang keningya.


"kalau aku tidak menyerangmu tiba tiba. apa kau akan dengan senang hati nona..?" kata kenzo gaya seksualnya.


"astagaaa kenapa kau mesum sekali tuan" ujar Ara kesal . membuat kenzo tertawa melihat wajah Ara yang menurutnya menggemaskan.


sedangkan Billy mengussap dadanya melihat adegan yang mengotori matanya yang masih perjaka

__ADS_1


"setidaknya kau hargai aku sebagai pria dewasa tuan muda. kenapa kau malah membuatku merana. huhhf nasib jomblo" bisik Billy dalam hati


__ADS_2