
mentari pagi kembali menyapa. memancarkan sinar kehangatannya yang menerobos masuk melalui celah jendela kaca namun tak mampu mengusik mimpi indah yang tengah bergelanyut dalam tidur Ara.
ibu satu anak ini terlihat masih sangat nyaman dengan posisi tidurnya yang hanya baru berlangsung beberapa jam saja.
"Ya Allah Araa..!!!!! sudah jam segini masih tidur ayoooo cepat bangun .." suara keras umi Ara terdengar menyadarkan Ara dari mimpi indahnya.
"sebentar lagi umi." sahut Ara masih dengan matanya yang terpejam rapat.
"astagaaa ibuk ini masih saja bertingkah seperti remaja inget umur buk inget anaknya udah sebesar apa"
"umii..!!!! kenapa umi makin hari makin pedes" kata Ara lagi menyahuti kata kata uminya yang membuat wanita cantik itu segera menyibak selimut tebalnya.
"pedes emang sambel. sana cepet mandi Randi sudah dari tadi nunggu di ruang tamu"
"astagaaaa aku kesiangan..!!" oceh Ara berlari memasuki kamar mandi tak menghiraukan uminya yang menggelengkan kepala dan berlalu. kembali menemui Randi yang masih Asik bermain dengan Willy sambil terkekeh ria.
Randi sangat bahagia bisa di terima lagi oleh Ara dan uminya seperti dulu. walaupun awalnya Umi masih bersikukuh melarang Ara untuk kembali menerima Randi namun pria tampan itu terus berusaha merebut hati umi Ara hingga pada akhirnya Randi bisa kembali merasakan kehagatan di keluarga Ara seperti dulu.
ditambah lagi dengan keberadaan Willy si bocah kecil yang selalu bertingkah seperti dewasa itu Randi sangat bersyukur walau Randi bukan ayah satu satunya yang di hati Willy namun Randi tetap sangat bahagia bisa mendengar panggilan Daddy dari anak semata wayangnya itu.
"Kak Randi aku sudah siap" sapa Ara memasuki ruang tamu memperlihatkan senyumnya yang sudah di poles dengan pemanis buatannya.
__ADS_1
"cihhhhh dasar bocah..!!! bisa bisanya kau masih tersenyum seperti itu ayo cepat brangkat " ujar Randi berdiri lalu berjalan ke luar namun tidak dengan Ara yang masih sibuk menyapa dan menciumi pipi gembul Willy yang terus fokus memainkan mainanya yang sudah berserakan memenuhi ruang tamu.
"Ara Ara kau masih seperti gadis kecilku" bisik Randi pelan melihat Ara yang baru keluar dari pintu gedung Aparteman sedangkan dirinya sudah lebih dulu duduk anteng siap mengemudikan mobilnya.
"apa kita akan kekantor atau langsung menemui tuan marchell" tanya Ara ketika dirinya sudah duduk di samping Randi yang langsung menghidupkan mesin mobil.
"aku akan mengantarmu ke kantor tuan marchell"
"apa kakak tidak ikut bersamaku..??"
"tidak."
"aku harus kembali kekantor sebentarlagi akan ada rapat dengan para investor "
"apa tidak bisa di undur..?? aku khawatir jika harus bertemu dengan tuan itu seorang diri.."kata Ara dengan wajah sendunya berharap Randi akan luluh.
"yaaa sudah aku akan menemui tuan marchel dan kau yang akan memimpin pertemuan di perusahaan. disana pasti ada tuan kenzo dan Billy .!!' sahut Randi datar menekan kalimat terakhirnya. Randi tau Ara pasti tidak mau bertemu dengan kenzo untuk sementara ini. jadi mau tidak mau Ara harus memilih datang keperusahaan Marchel karna hanya ini cara satu satunya agar dapat meningkatkan standar perusahaannya. Sebenarnya Randi tidak apa apa jika harus kenemui marchell seorang diri namun asisten marchell sudah memberitahunya lebih dulu bahwa sang tuan ingin bekerja sama dengan star group hanya karna penasaran dengan sosok Ara yang menjadi perbincangan hangat di dunia bisnis.
"bagaimana kalau aku tidak perlu menemui tuan marchel saja kak. bukankah kita sudah terikat dengan tuan kenzo yang akan menjujung tinggi perusahaan kita" ujar Tiara tanpa fikir panjang dan itu membuat Randi kesal dengan sikap bodoh Ara yang sering kambuh.
"memangnya tuan kenzo itu siapa yang akan menjujung tinggi perusahaan kita..?? apa kau lupa kejadian kemarin apa kau fikir dia akan terus membantu perusahan kita...???sadar Ara sadar kita harus berdiri sendiri jangan terlalu nyaman bersandar dibahu orang lain apa kau mau tumbang dan hancur di genggaman kenzo..!!!" kata Randi menahan marahnya tidak ingin Ara selalu bergantung pada perusahaan kenzo yang bisa kapan saja menarik kembali sahamnya dari stargroup.
__ADS_1
"maafkan aku kak bukan maksudku seperti ..."
"sudahlah terserah kau saja yang bos disini kau. " sambung Randi lagi memotong pembicaraan Ara yang membuat wanita itu mengerucutkan bibirnya kesal.
"huhhff baiklah baiklah sekarang antar aku ke perusahaan tuan marchel"
"sudah sampai" sahut Randi cuek membuat Ara langsung menoleh keluar jendela baru sadar jika mobil yang sedang di tumpanginya sudah berhenti tepat di depan kantor marchell.
"hehehe kenapa secepat ini yaa" ujar Ara tersenyum kuda sambil mengedip gedipkan matanya membuat Randi memutar bola matanya malas.
"jangan menggodaku cepat pergi..!!"
"astagaaaa kenapa kau makin galak kak"
"apa kau tau arti yang sebenarnya Ara hemmm"
"yaaaa ampun tidak tidak aku akan segera menemui tuan marchell kau tunggulah kak adikmu ini akan meluluhkan hati tuan killer itu "
"yaaaa semoga saja tuan marchell tidak mempersulitmu " lirih Randi yang tidak di dengar oleh Ara.karna wanita itu sudah lebih dulu keluar dan berjalan dengan cepat memasuki pintu gedung perusahaan marchell yang terbuat dari pintu kaca.
🍉🍉🍉🍉🍉
__ADS_1