
"bunda "
"Willy kau sudah datang nak.. bunda sangat merindukanmu." kata Ara merentangkan tangannya menyambut tubuh mungil Willy yang sudah berlari ke arahnya membuat Billy dan Aditia tersenyum melihat pertemuan hangat ibu dan anak di hadapannya.
"bagaimana keadaan bunda..? apa bunda baik baik saja..?" celoteh Willy membuat Ara tersenyum lebar membawa tubuh kecil Willy ke atas pangkuannya.
"Willy bundamu sudah lebih baik kau tenang saja." sahut Aditia merasa sangat bahagia melihat tinggah Willy yang terlihat memahami keadaan.
"benarkah paman dokter apa bunda sudah boleh pulang.? aku kesepian di aparteman berdua sama umi yang selalu saja memarahiku.."
Aditia dan Billy tersenyum melihat bibir mungil Willy yang manyun kedepan sangat imut
"besok sudah boleh pulang tapi kau harus janji padaku.. kau harus menjaga bundamu dengan baik.."
"paman tidak perlu khawatir bunda pasti aman bersamaku. iya kan bunda.??"
Ara tersenyum lebar menatap putra kesayangannya yang selalu bertingkah menggemaskan dengan kata katanya yang seperti orang dewasa.
sedangkan di parkiran rumah sakit kenzo terlihat sudah frustasi menghadapi mommynya yang sedari tadi meminta bertemu dengan Ara.
"ayo cepat antar mommy ke ruangan Ara ken" teriak mommy kenzo lantang yang semakin merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh anak semata wayangnya itu.
"sudahlah mommy kita pulang saja atau kita pergi shoping bersama bukankah kita sudah lama tidak pergi bersama..."
"ken..!!!!! apa kau sedang menyuap mommymu ini hemm"
"ahhh tidak mommy. maksud...."
"cepat bawa mommy bertemu dengan ara atau " mommy kenzo tersenyum devil mendekatkan wajahnya ke wajah Kenzo yang terlihat sudah kacau
"mommy akan mencari tau sendiri ..!"ucapnya lagi sambil mengarahkan jari telunjuknya tepat di wajah kenzo.
"huhhhhhf baiklah aku menyerah," sahuk kenzo frustasi berjalan dengan langkah cepat membuat mommny tersenyum menang mengikuti langkah kenzo yang sangat cepat.
"ayooo cepat masuk" kata mommy pada kenzo yang terlihat ragu ragu memegang handle pintu.
"ayoooo"
"huuhhhhf mommy.!!! mommy saja yang masuk aku tunggu di sini.!!" ujar kenzo kesal sambil menjatuhkan tubuhnya di kursi panjang yang tepat berada di depan ruangan tersebut.
__ADS_1
"dasar kau ini" dengus kesal mommy dengan tangan kanannya yang sudah memegang handle pintu dan memutarnya
"Araa..." ucap mommy lantang sambil berlari kecil ke arah Ara yang sudah dengan posisi duduknya sambil berbincang dengan dokter Aditia yang juga tengah duduk di dekatnya.
"nyonya besar.." sahut Ara terkejut melihat kedatang seorang mommy kenzo yang pernah menjadi nyonya besarnya
sedangkan kenzo yang masih berada di luar ruangan merasa lega melihat isi ruangan yang hanya terlihat Ara dan dokter Aditia.
"Willy tidak di sini huhhhhf selamat " ucapnya pelan sambil mengelus dadanya pelan dengan jantungnya yang kembali berdetak beraturan. tanpa kenzo sadari hal yang dihawatirkannya sudah berada di balik pintu kamar mandi yang terletak di pojok ruangan.
"Ayah kenzo ...!!"
"willy " lirih kenzo dengan tubuhnya yang kembali menegang mendengar panggilan Willy yang tengah menuju ke arahnya bersama Billy yang ikut terkejut melihat nyonya besar smith.
"ayah apa kau tidak merindukanku..?" celetoh Willy dengan expresi sedihnya melihat wajah kenzo yang sudah beku tanpa expresi.
"Kenzo !!!!"
"maaf nyonya perkenalkan anak ini namanya Willy dia putra angkatku " ucap Billy memotong ucapan nyonya besar yang merasakan aura mencekam terpancar di wajah keduan ibu dan anak di hadapannya sambil membawa tubuh Willy kedalam gendongannya
"ti... tidak mommy bukan begitu ta... tapi dia anak angkatku aku ayahnya" sela kenzo yang sudah menatap Billy dengan tajam sambil mengambil alih tubuh kecil Willy dari Billy.
"tapi tuan aku papa..."
"cukup...!!!!" teriak mommy lantang menatap kedua pria tampan di hadapannya dengan tajam
"sekarang katakan siapa sebenarnya anak ini"
"namanya Willy dia putraku.."
"dia Willy putraku.."
"papa... Ayah... huhhhh astaga..." celetuk Willy mengelengkan kepalanya melihat tingkah Billy dan kenzo yang berebutan tubuh kecilnya " bunda sebenarnya yang kecil ini siapa..? Willy apa kedua pria ini"
dokter Aditia dan Ara saling bertatapan menahan tawa melihat wajah kedua orang berwibawa di hadapannya terlihat seperti orang bodoh sedangkan wajah nyonya besar yang terlihat sudah sangat geram menatap Billy Willy dan Kenzo bergantian.
"aku tunggu di rumah sekarang juga"
Billy dan Kenzo menelan salivanya perlahan mendapan tatapan tajam mommy yang langsung keluar dari ruangan itu dengan langkah cepat membuat Ara dan dokter Aditia seketika memecahkan tawanya yang sedari tadi tertahan.
__ADS_1
"hahahaha lihatlah wajah mereka Ara hahahaha"
"kau benar dok mereka seperti singa yang sedang ketakutan hahahaha" sahut Ara tertawa terbahak bahak bersama dokter Aditia yang sudah mengabaikan tatapan tajam Kenzo.
"apa ada yang lucu" tetiak kenzo menurunkan tubuh kecil Willy dengan kesal yang membuat Ara dan Dokter Aditia semakin tertawa terbahak bahak memegangi perutnya yang sudah terasa sakit
cuppp
Ara langsung terdiam dengan kedua bola matanya yang sudah terbuka lebar merasakan bibirnya yang sudah di ***** oleh kenzo dengan rakus membuat suasana di ruangan itu seketika hening.
"ayah kenzoo!!!" teriak willy berlari membuat kenzo segera melepas pangutan bibirnya
"willy...."
"willy..."
"willy..."
"Willy..."
ucap serentak semua orang yang tersadar dari keterkejutannya melihat bocah kecil yang tak seharusnya melihat adegan dewasa di hadapannya.
"kenapa ayah memakan bibir bunda. ayah jahat..!!!" celotehnya lantang membuat Aditia dan Billy tertekeh berbeda dengan wajah Ara yang sudah memerah seperti kepiting rebus sedangkan kenzo hanya tersenyum kikuk menggaruk pangkal lehernya pelan.
"apa bibir bunda sakit..??" tanya Willy khawatir yang sudah berhasil naik ke atas ranjang yang membuat wajah Ara semakin merona melihat ke Ara Billy dan dokter Aditia dengan malu.
"heyyy jagoan bagaimana mungkin bibir bundamu itu akan sakit. kau tenang saja barusan ayah kenzomu ini hanya ingin membantu mengobati bundamu saja" ujar Aditia mecoba memberi penjelas pada Willy
"bagaimana bisa paman..?? apa mulut ayah ada obatnya..?"tanya Willy penasaran sambil memegang bibir kenzo dan membukanya dengan tangannya yang mungil.
"ahhh bukan seperti itu Willy. maksut paman... astaga kenapa dia malah menatapku seperti itu.." bisik Aditia pelan melihat tatapan kenzo yang sudah siap menerkamnya.
"kenapa ayah kenzo yang memberi bunda obat harusnya kan paman dokter..?"
seketika wajah kenzo dan Ara terkejut mendengar pernyataan Willy.
"ahhh yaaa kau memang benar Willy paman inikan dokter. harusnya paman yang memberi bundamu obat. bagaimana kalau paman berikan sekarang " ucap Aditia yang terdengar ambigu sambil membawa tubuhnya mendekati wajah Ara.
"**Tidak.. !!!"
__ADS_1
"Tidak**.. !!"
"hahaha Billy kau lihatlah wajah tuan mudamu ini. dia terlihat seperti ABG yang posesif" ucap Aditia tertawa tetbahak bahak melihat wajah kenzo dan Ara yang kompak sedangkan Billy hanya menarik ujung bibirnya memperlihatkan senyumnya yang menawan merasan kehangan di antara bebeorang di hadapannya.