
kedua bola mata Ara terbuka lebar melihat kenzo dan Billy yang sudah berdiri dihadapannya dengan pakaian yang membuat kesan keduanya bak model yang sangat mempesona.
"Papa Billy. apa kau datang untuk bermain denganku..??" celetuk Willy saat melihat Billy sudah berdiri didepan tempat duduk mereka. sedangkan Umi dan seorang teman lama Ara yang bernama Fira ikut mendongakkan kepalanya melihat arah pandangan Willy.
"OMG.... bukankah mereka tuan kenzo smith dan asistennya yang dingin " bisik hati Fira menatap kedua wajah pria dihadapannya dengan kagum
"yaaa tentu saja " sahut Billy sambil mencium pipi Willy yang sudah berada dihadapannya.
"assalamualaikum umi " sambung Billy sambil tersenyum melihat umi Ara yang sedang duduk dengan kerudungnya yang panjang.
"waalaikum salam ... mari duduk tuan"
"ahh ya terima kasih umi. ada acara apa tumben kluar bareng" ujar Billy sambil duduk sedangkan kenzo hanya diam dengan wajah datarnya.
"tidak ada. hanya saja Willy ingin jalan jalan"
"ohhh benarkah. apa kau bosan dirumah terus jagoan..?" tanya Billy sambil membawa Willy kedalam pangkuannya.
" Willy sangat bosan berada dirumah. papa tau umi selalu saja melarang Willy untuk bermain di dalam rumah. kata umi "Willy jangan pegang benda apapun disini mengerti. kalau tidak tuan muda akan marah besar padamu" huhhhfff setiap hari umi mengancamku dengan tuan muda. rasanya ingin sekali Willy bertemu dengan tuan itu" tutur Willy kesal mengingat uminya yang selalu ngomel saat Willy menyentuh barang barang yang bertata rapi di apartemannya.
" kenapa kau ingin bertemu dengannya ..?"
"Willy akan menatapnya seperti ini. papa tau..? Bunda dan Umi takut saat Willy menatapnya seperti ini" celoteh Willy memperlihatkan kedua bolamatanya yang memang terlihat menyeramkan. membuat Ara dan Umi bertatapan lalu melihat ke arah kenzo yang sudah menampakkan gerahamnya yang mengeras untung kacamatanya masih tetap kenzo pakai jika tidak. mungkin Umi Ara sudah menciut melihat tatapan kenzo yang seperti elang sedang mencari mangsa.
"Araaa..."
"nantik aku ceritakan " bisik Ara memotong bisikan Fira yang sedang menatap kenzo dan Billy bergantian.
__ADS_1
"tuan muda... anda sedang apa disini..?" tanya Ara pelan merasa tak enak hati melihat wajah datar kenzo yang sedang menjadi topik pembicaraan Billy dan Willy.
"apa kau mengusirku " sahut kenzo sambil membuka kacamatanya dan menatap Ara tajam
"tidak bukan begitu. maksud .."
"mall ini milikku jadi terserah aku mau ngapain aja disini . apa pedulimu.."
"astagaaa. dimana letak salahnya ..?" bisik Ara dalam hati melihat wajah kenzo yang langsung kesal.
"aku akan pergi" kata kenzo sambil berdiri dari duduknya. membuat semua orang yang didepannya menatap bingung dengan pikirannya sendiri.
"ayah kenzo kau mau kemana..? apa ayah tidak ingin bermain dengan Willy dan papa Billy pasti sangat seru..!!!"
"tidak . aku sedang sibuk"
"apa maksud bocah ini. " ucap kenzo dalam hati yang langsung mencerna kata kata Willy.
"tidak ... tidak .. jika seperti ini Billy yang akan memenangkan hati Ara bukan aku" kata Billy lagi dalam hati.
"apa kau ingin pergi ketaman bermain bersama ayah..?" ucap kenzo mensejajarkan tubuhnya dihadapan Willy. kenzo yang dingin tidak bisa merayu dengan lembut tapi karna ini menyangkut gadis yang di incarnya. kenzo harus bersabar menghadapi bocah crewet di hadapannya.
"apa ayah seriuzz akan mengajak Willy ketaman bermain ..?"
"yaaa ayah seriuz "
"baiklah ayooooo" jawab Willy yang langsung berlari kedalam gendonga kenzo. sedangkan Ara Umi dan Fira terkejut melihat reaksi kenzo yang tiba tiba berubah 180 derajat. berbeda dengan wajah Billy yang tetlihat tersenyum menatap punggung kenzo yang terus menjauh.
__ADS_1
"sepertinya anda harus bekerja extra merebut hati ibu dan anak ini tuan muda" bisik hati Billy
.....
kenzo berjalan memasuki taman bermain miliknya yang sangat luas dengan berpuluh puluh macam permainan bersama Willy dan Ara disampingnya
sedangkan Billy sedang membawa laju mobilnya untuk mengantar Umi Ara dan Fira kerumahnya masing masing.
kenzo tersenyum memegang tangan kiri Willy yang mungil sedangkan tangan kanan Willy berada dalam genggaman Ara. kenzo merasa hatinya sangat bahagia ada rasa damai menatap Ara dan Willy yang terlihat takjub dengan wahana yang sedang berputar putar dihadapan mereka.
"apa kau bahagia..?" tanya kenzo sambil terus menatap wajah Ara yang terhias oleh senyumnya yang manis.
"aku sangat bahagi tuan. aku teringat ayah yang selalu membawaku ke wahana seperti ini waktu kecil ..... dan ini kali pertamanya aku membawa Willy ketempat seperti ini . terima kasih tuan" sambung Ara menatap manik mata Kenzo dengan lembut. membuat kenzo tersenyum menatap mata Ara yang teduh
"jangan manangis... tetaplah disampingku. aku berjanji akan membuatmu dan Willy tetap bahagia sepanjang hidupku" kata kenzo sambil menghapus tetasan bening yang mulai turun dari pelupuk matanya.
"biarkan seperti ini sebentar saja tuhan. aku tau ini hanyalah sementara dan setelah itu aku akan merasakan sakit sudah berharap lebih pada hambamu yang sempurna ini" bisik Ara dalam hati sambil memeluk tubuh kenzo dengan erat. ada rasa aman dan damai saat berada di dekat kenzo walau kadang kenzo suka membuatnya kesal dan jenkel tapi hal itulah yang membuat Ara merindukan kenzo.
"ayah bunda !!!!" teriak Billy menatap Ara dan kenzo yang sedang asik berpelukan mengacuhka Willy yang sudah memasang wajah cemberutnya.
disisi lain tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata mengawasinya dalam diam.
"Bos aku melihat gadis itu di taman bermain sedang berpelukan dengan tuan kenzo dan mereka sedang bersama seorang anak kecil Bos" kata pria itu pada tuannya yang berada di sebrang telfon.
.....
"baik bos. aku sudah mengirim foto mereka "
__ADS_1
kata pria itu memutuskan sambungan telfonnya .