
kenzo mengusap wajahnya dengan kasar melihat pintu ICU yang tak kunjung terbuka. sedangkan Billy hanya duduk santay mengisap segelas kopi hitam di tangannya sambil tersenyum melihat wajah kenzo yang terlihat sangat khawatir.
tiba tiba seorang dokter berdiri di depan mereka dengan nafas yang tidak. .kdangkan kenzo malah semakin kesal melihat dokter di hadapannya dengan tatapan membunuh.
"jarak antara kota kesini jauh bos. gue sudah berusaha secepat mungkin tapi kau masih saja nyalahin gue" sahut dokter Aditia kesal melihat wajah kenzo yang selalu menunjukan keangkuhannya.
"kau fikir aku mau menerima alasan bodohmu itu. cepat masuk.!!! pastikan gadis didalam sana baik baik saja, jika tidak... nyawamu yang akan melayang..!!!"
"astagaaa boz. kau ini suka sekali membuat hidupku rumit begini. kau fikir aku ini tuhan apa..?"
"apa kau sudah bosan bekerja denganku.!!" ucap kenzo geram menahan emosinya yang sudah memuncak.
Ceklekk
tiba tiba suara pintu terbuka terdengar nyaring menyudahi perdebatan dokter Aditia dan kenzo.
"bagaimana gadis itu.!!!" tanya kenzo datar pada dokter yang keluar dari ruang ICU
"maaf.. maaf tuan gadis itu..."
"jangan katakan apapun yang akan mengantar nyawamu menuju kematian dokter!!" ucap kenzo yang terdengar seperti sebuh ancaman mutlak membuat dokter Sam menelan salifanya.
"pa.. pa..pasien baik baik saja tuan anda tidak perlu khawatir " sahut dokter itu gugup melihat aura dingin wajah kenzo yang sudah menampakkan wajah asli kenzo yang menyeramkan.
"bagus... aku akan menemuinya sekarang"
"tapi.. tapi tuan " ujar dokter itu gugup melihat kenzo yang sudah memutar handel pintu dan melangkah masuk menemui Ara yang masih tak sadarkan diri.
"biarkan saja pria itu doker syam"ujar dokter Aditia kesal melihat kenzo yang nyelonong masuk seenaknya sendiri.
"tapi dok. pasien.."
"kau tenang saja aku sendiri yang akan mengurus pasien itu. dan kau bisa melanjutkan pekerjaanmu "
"baiklah kalok begitu dokter Adit saya pamit"
__ADS_1
"ya baiklah. terima kasih dokter sam "
"jangan sungkan dok. saya senang bisa membantu dokter besar seperti anda"
"anda terlalu memuji dok. sekali lagi terima kasih dok"
"sama sama dok. saya permisi dulu"
dokter Aditia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pelan mempersilahkan dokter sam berlalu dari hadapannya. sedangkan Billy yang sedari tadi duduk dengan segelas kopi cup di tangannya terkejut melihat kenzo yang muncul dari balik pintu dengan wajahnya yang merah padam menandakan emosinya yang sedang naik level tingkat tinggi.
Bukkkkk
kepalan tangan kenzo mendarat persis pipi kanan dokter Aditia yang sangat mulus hingga di sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
"heyyy bos pesikopat. apa kau sudah gila.!!!" teriak Aditia kesal sambil memegangi bibirnya yang terasa nyeri
"tenanglah tuan muda. kita bisa bicara baik baik" sahut Billy yang semakin membuat emosi Kenzo semakin naik.
"Diam kau asisten bodoh. wanita yang aku cintai sedang berjuan dengan nyawanya didalam sana dan kau menyuruhku untuk tenang."
"kenapa kau tertawa bodoh"
"aw .. aw .. sakit bos." Aditia memegangi kakinya yang mendapat tendangan dari kenzo yang tiba tiba.
"kau menertawakan ku."
"mana mungkin aku menertawakanmu bos hahaha" sahut Aditia kembali tertawa lebar membuat kenzo kembali menendang kakinya sedangkan Billy tetap diam memilih jalur aman.
"kau yakin mencintai gadis yang didalam sana bos.?" tanya Aditia lagi dengan raut wajah yang terlihat sangat seriuz.
"apa yang kau maksud.?" sahut kenzo yang merasa pertanyaan sahabatnya itu seakan akan mempunyai makna tersirat.
"yaa maksudku. apa kau serius jatuh cinta sama gadis itu.? aku kira kau hanya mencintai Billymu ini"
"jadi maksudmu..."
__ADS_1
"tidak .. tidak.. bukan begitu maksudku bos " ujar Aditia gugup memotong pembicaran kenzo yang sudah menampakkan tatapan tajamnya.
"hey dokter sialan apa yang akan kau lakukan..?" teriak kenzo pada Aditia yang langsung berlari memasuki ruangan ICU menemui Ara yang sedang terbaring kaku.
sedangkan Billy mengikuti langkah lebar kenzo dengan wajah datarnya persis menekin pria yang sangat tanpan.
"apa yang akan kau lakukan " ujar kenzo menepis tangan Aditia yang akan memegangi pergelangan tangan Ara.
"aku akan memeriksanya bos"
"jangan.!!! aku tidak mengizinkanmu menyentuh wanitaku."
"astagaa posesif sekali kau tuan muda. aku hanya memeriksanya bukan menggodanya." sahut Aditia kesal dengan tingkah kenzo yang semakin terlihat bodoh hanya karna seorang gadis.
"aku bilang jangan yaa jangan. apa aku perlu menurunkan kedudukanmu di Rumah sakit alberto.!!"
"huhhhf" Aditia menghembuskan nafasnya jengah berdebat dengan kenzo yang selalu saja mengancamnya.
"suster aku akan membawa pasien ini ke Rumah sakit utama alberto sekarang juga. kalian persiapkan keperluan pasien dengan teliti jangan sampai ada kesalah sedikitpun. "
"tapi dok. keadaan pasien sangat tidak setabil apa tidak sebaiknya anda membawanya besok pagi setelah pasien sadar"
"aku akan kembali dalam sepuluh menit. janģan mengecewakanku. paham.!!!"
"baik dok "
"hey dokter sialan apa apaan kau ini. hanya aku yang herhak memerintah disini" teriak kenzo kesal
"Bagus. sekarang lakukan tugasmu jangan hiraukan pria ini"
"Adit.!!! berani sekali kau mengacuhkan perintahku. aku akan mengser kedudukanmu sekarang juga.!!!" teriak kenzo kesal melihat Aditia keluar tak menghiraukan ucapan kenzo
" astagaaa dokter sialan itu semakin berani kepadaku. Billy mulai besok kau potong gaji dokter sialan itu 50%"sambung kenzo lagi dengan wajahnya yang mulai frustasi
"baik tuan muda" sahut Billy datar. sedangkan Aditia yang sudah berlalu dari tadi kini tiba di ruangan dokter sam untuk meminta izin membawa Ara ke rumah sakit utama alberto yang berada di pusat kota.
__ADS_1
......