"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
tangan kanan


__ADS_3

"heyyy kenapa kau berdiri disitu cepat ambilkan makananku" kenzo memerintah ara dengan tatapan yang arrogannya.


"cihhhh dasar majikan songong gue kasih racun baru tau rasa looo"batin ara mengerutu sambil memanyunkan bibirnya kenzo menyadari kekesalan ara tapi dia hanya diam saja.


kenzo dengan lahap memakan sarapan di piringnya yang telah disiapkan ara.


entah kenapa kenzo ingin teruz menggoda ara


experi ara saat kesal terlihat menggemaskan di mata kenzo.


suasana di meja makan itupun hening hanya kenzo yang duduk menikmati makanan mewah yang terhidang di meja makan itu.


sedangkan ara hanya berdiri menunggu perintah dari kenzo


"ambil tas di sofa kamar berikan pada tangan kananku di depan" printah kenzo dengan tengas yang membuat ara langsung berjalan cepat menaiki tangga.


dengat tergesa gesa ara mengambil tas itu dan kembali menuruni anak tangga dengan cepat.


"ambil tas di sofa berikan pada tangan kanak ku di depan." ara memikirkan kata kata kenzo tadi karna dilihatnya kenzo sudah tidak ada di meja makan


"ohhhhh mungin maksudnya dia akan menunggu di depan gitu kali eaaa." kata batin ara lagi


di depan rumah mewah itu kenzo berdiri bersama Billy sekertari selaku tangan kanak kenzo yang sedang membuka pintu mobil untuk sang majikan.


"tuann " teriak ara sambil berlari menghampiri kenzo yang akan masuk ke dalam mobil. sedangkan kenzo hanya mengerutka keningnya


"ini tuan tas yang anda minta" ara menyodorkan tas yang di minta kenzo tepat di sebelah tangan kanan kenzo.


"aiiisshhhh knpa kau ini manja sekali sih.... begini saja masih harus dilayani huhhh" ara mengambil tangan kanan milik kenzo dan memberikan tas yang di pegangnya.


Billy yang melihat antraksi tuan mudanya dan ara itu hanya melongo.pasalnya tuan mudanya itu tak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali pricilia kekasihnya yang haus uang dan sekarang muncul gadis cantik di mansion kenzo yang memang tidak pernah ada tamu satupun yang boleh memasuki mansionnya kecuali keluarga.


"apa masih ada yang ketinggalan lagi tuan..??" tanya ara lagi yang bingung melihat kedua pria berpakain rapi itu diam seperti patung dengan kening yang sama sama mengerut


"tidak ..tidak ada" jawab kenzo singkat langsung masuk ke dalam mobil begitupun dengan billy yang langsung menjalankan mobilnya menuju kantor pusat


Albertoo smith


suasa tegang yang menyelimuti ruangan mobil itupun sangat terasa bagi Billy.

__ADS_1


Billy sesekali melirik kenzo dari kaca spion depan bingung melihat kenzo sedari tadi mengusap ngusap dagunya dengan fikiran yang melayang entah kemana.


#di perusahan



kenzo sulit berkonsentrasi pada kerjaannya.


entah kenapa wajah polos ara selulu melintas di fikirannya.


"maaf tuan muda.. apa anda butuh sesuatu..??" tanya billy yang menyadari kegelisaan kenzo


"tidak" jawab kenzo singkat


"baiklah kalok begitu saya permisi tuan"


"eemmm billy cari tau gadis yang menjadi pelayan baru di mansion secepatnya " printah kenzo pada willy.


"maksud tuan gadis manis yang tadi pagi itu tuan. yang memakain topi bulu bulu kuning itu" goda willy pada kenzo.


willy menyadari sesuatu pada sikap tuan mudanya hari ini


"baik tuan muda saya laksanakan.." jawab willy tersenyum sambil berlalu dari hadapan kenzo yang terlihat frustasi.


sedangkan di mansion ara sedang bersantay ria mengelilingi taman bunga yang berada di balakang mansion itu.


ara berjalan kesana kemari sambil menciumi bunga satu ke bunga yang lain


kring kring kring


Umie is calling...


ara segera menerima panggilan dari sang umi tercinta dan mengalihkannya menjadi obrolan vidio


setelah terhubung ternyata menampilkan baby wily yang sangat menggemas


"assalamualaiku umie"teriak willy dari sebrang sana dengan wajah yang manis dan meperlihatkan gigi putihnya yang rapi


"waalaikum salam willy sayang "

__ADS_1


"bunda bunda uangnya sudah dapat belom. willy sangat rindu sama bunda willy kangen sama Bunda i miss you bunda"


"astaagaaa baru 2 hari di tinggal bunda kamu sudah pandai merayu ya. siapa yang ngajarin kamu bilang begitu hahhhh."


"willy belajar dari abang rival bunda yang rumahnya di samping kita.


"yaaa ampun bunda rindu banget sama kamu nak"


"ya udah bunda kerja yang rajin ya bunda biar cepet dapet uang banyakkk dan ngumpul lagi bareng wily"


cerocos willy dengan ganyanya yang belepotan ara yang melihat tingkah anaknya hanya bisa menepuk jidatnya.


"asstaga kenapa anak ini banyak bicari sekali padahal..." ara menggantung kata katanya. ara masih tak habis fikir dengan willy yang wajahnya sangat mirip dengan ayahnya tapi sifat dan kelakuanya sangat berlawan.


"bunda bunda bunda" teriak faro yang sedari tadi tak terhiraukan oleh ara


"ea sayang ada apa hmm"


"bunda knpa bersedih"


"tidak sayang bunda gak sedih kok. bunda cuma kangen sama umi dari tadi umi kok gc muncul sihh"


"aduhhh bunda umi lagi tidur siang di kamar . kasian kalok di bangunin"


"ohhh ya sudah kalok gitu willy jugak harus tidur siang bunda harus bekerja lagi sayang"


"baiklah bunda assalamualaikum " ucap willy menekut wajahnya


"waalaikum salam willy sayang "


tut tutt tuttt


obrolanpun terputus .


ara sangat sedih harus berjauhan dengan willy. ara memejamkan matanya yang tampa terasa mengeluarkan bulirat bulirat bening di kedua sisinya


"maafkan bunda sayang ... bunda terpaksa jauh dari willy. bunda gak punya pilihan lain selain memulai semua dari sini. bunda janji akan berjuang sekuat tenanga agar masa depanmu gc seperti bunda ....


bunda janji secepatnya akan berkumpul lagi dengan kalian ... umiee willy aku rindu kalian" batin ara

__ADS_1


__ADS_2