"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
awal yang baik


__ADS_3

dua orang pengawal membukakan pintu mobil untuk kenzo dan Ara yang sudah keluar dari mansion.


"apa Billy sudah memberikan kabar..?" ujar kenzo ketika sudah berada didalam mobil


"sudah tuan "jawab pak supir yang sudah stanbay sedari tadi


"bagus" kata kenzo datar sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


.


sedangkan Ara yang masih bingung hanya diam tak bergeming.


"apa yang akan dilakukan tuan muda . kenapa tiba tiba aku di bawa pindah. atau... tuan muda sudah bosan melihatku dimansion atau... ini printah nyonya. tapi....ahhhh sudahlah lebih baik aku diam dan ikuti saja huhhh" gerutu hati Ara yang terus menerka nerka apa yang akan di lakukan tuan mudanya.


"kau tenang saja . aku tidak akan membawamu kabur" ujar kenzo tiba tiba yang melihat Ara sedari tadi gelisah.


"ahhh emm tidah bukan begitu tuan muda.." sahut Ara menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"aiiissss kenapa dia berfikir begitu.." bisik hati Ara lagi.


"kenapa kau terlihat begitu gelisah. apa kau merasa sedih harus berjauhan dengan ku..?"


"ti.. ti.."


"sudahlah aku mengerti prasaanmu. kau tenang saja kita akan bertemu setiap saat nanti.." ujar kenzo memotong pembicaraan Ara sambil mengedipkan matanya.


"astagaaa apa yang dia katakan huhhhf " bisik Ara kesal


"akui saja nona " kata kenzo lagi tersenyum menggoda.


"terserah kau saja tuan muda" sahut Ara memanyunkan bibirnya kesal


kenzo tersenyum memandang Ara yang sedang kesal entah kenapa ada rasa senang saat melihat Ara kesal dan tersenyum.


hingga tanpa mereka sadari mobil sudah berhenti tepat di depan sebuah aparteman mewah yang berdiri kokoh dan sudah ada 2 pengawal yang langsung membuka pintu mobil .


"kak Billy " panggil Ara ketika melihat Billy sudah berdiri menunggu mereka.


"selamat siang nona. mulai hari ini kita akan menjadi partner kerja yang baik " ujar Billy tersenyum melihat Ara.


"kheemmz khemmz" suara kenzo yang keras membuat Billy dan Ara menoleh serempak


"apa anda baik baik saja tuan muda" kata Billy tersenyum mengejek ke arah kenzo


"sepertinya bibirmu itu yang sedang bermasalah Bill" sahut kenzo kesal dengan 2 tangan dimasukkan ke saku celananya


"ohhh benarkah. apa aku harus meminta seorang nona merawatku tuan muda " ucap Billy menggoda kenzo


"Billly" ucap kenzo dengan tatapan yang tajam

__ADS_1


"ampun bozzz" ujar Billy tersenyum seperty anak kecil.


"huhhhf" kenzo menghembuskan nafasnya kasar


sedangkan Ara mengerutkan kening melihat kenzo dan Billy


"tuan muda dan asisten yang cucok" bisik Ara melihat 2 pria yang terlihat dingin tapi aneh di hadapannya.


"apa sudah beres" tanya kenzo sambil berjalan memasuki lift khusuh


"sudah tuan" sahut Billy ikut memasuki lift bersama Ara.


Ting


suara pintu lift terbuka Ara berjalan mengikuti langkah kenzo dan Billy yang memimpin didepan.


"astaga kenapa sepi sekali sihhh ini tempat apa sebenarnya. "bisik hati Ara melihat kesekliling yang tidak menampakkan adanya kehidupan disana


Dugghh


"awww " Ara meringis memegangi dahinya yang terbentur punggung kenzo yang keras.


"kenapa kau berhenti mendadak tuan" ujar Ara kesal melihat kenzo yang hanya diam tak bergeming sedangkan Billy menekan tombol pasword aparteman tersebut.


"kak Billy kita ngapain kesini..??" tanya Ara mendekati Billy yang sedang membuka pintu


"tidak mau. apa kalian menjebakku..??" ujar Ara menunjuk ke Arah Billy dan kenzo.


"kau ini"kata Billy mengacak acak rambut Ara yang dibiarkan tergerai lurus


"Billy " teriak kenzo melihat Billy memegangi rambut Ara.


"Ckkk bos ini posesif sekali" ujar Billy yang langsung mendapat tatapan tajam dari kenzo.


"Bundaaaaa"


tiba tiba seorang anak kecil memangir Ara dari ruangan itu.


"Willlyyyy umie" ucap Ara terkejut melihat putranya dan sang umi berada di dalam ruangan itu


"kenapa kalian ada disini..?? " ujar Ara lagi sambil membawa willy kedalam pelukannya.


"papa Biilly yang menjemput willy dan umi kesini Bunda " sahut Willy yang membuat Ara dan Kenzo langsung menatap Billy dengan tajam


"astagaa kenapa tatapan mereka sama sama menakutkan . aisss kau sudah ketularan garang nona" kata Billy dalam hati melihat Ara dan kenzo


"aku hanya membujuknya saja tadi. kau tau Ara putramu itu keras kepala sekali. dia bilang aku papanya karna nama kita hampir mirip" ujar Billy setenang mungkin


"ayooo kita masuk dulu" ujar Billy lagi sambil melangkah masuk kedalam aparteman.

__ADS_1


"apa kau suka disini ..? " tanya Kenzo duduk di sebelah willy


"willy suka paman inih saaangat indah" sahut willy polas memperlihatkan tangannya yang mungil


"apa kau mau tinggal disini sama bunda dan Umimu..?" tanya kenzo lagi


"mau ..mau paman." sahut willy girang


"papa Billy tinggal sama kita jugak kan..?" tanya willy pada Billy yang langsung terlihat pucat.


"tolong lindungi hamba ya tuhan. " bisik hati Billy panik melihat wajah kenzo yang langsung merah padam.


"willy sayang apa yang kamu katakan. paman Billy tidak akan pernah tinggal bersama kita karna dia bukan keluarga kita" ujar Ara menatap manik mata willy


"lalu siapa Ayah Willy bunda..?? Willy pengen maen bareng ayah bunda. kayak kak Refaldi dia setiap hari main sama ayahnya bunda"tutur Willy polos yang membuat hati Ara seperti di cabik cabik. airmatanya mengalir tak terbendung


"apa kau mau punya Ayah seperti paman..?"sahut kenzo yang ikut sakit mendengar penuturan Willy


"apa paman seriuz..?" tanya Willy senang


"tentu saja" sahut kenzo membawa Willy kedalam pangkuannya.


"tapi.. papa Billy bagaimana..?"ujar Willy yang melihat Billy sudah tak bersemangat


"huhhhf"kenzo menghembuskan nafasnya kasar


"kau boleh memanggilnya papa" kata Kenzo datar


"apa paman seriuz..?"


" Yaa" sahut kenzo mencium pipi Willy yang tembem


" yeeee jadi mulai sekarang Will sudah punya ayah dan papa Billy " kata Willy senang sambil mencium pipi kenzo lalu pipi Billy ."apa ayah dan papa Billy mau bermain denganku..?"tanya Willy tersenyum sangat imut


"tidakk.!!" sahut kenzo dan Billy bersamaan


"ayah sama papa jahatt hikkz hikkz" Willy menangis


kenzo dan Billy saling bertatapan


"baiklahh ayooo kita bermain sekarang jagoan.." kata Billy sambil mengangkat tubuk kecil Willy kedalam gendonganya.


"ayah ayooo"ajak Willy mengibaskan tangannya ke arah kenzo


"huhhf baiklahhh" kata kenzo ikut memasuki ruang bermain yang berada di dekat ruang keluarga.


umi dan Ara tersenyum melihat adegan itu.


"Yaa Allah jadikanlah ini sebuah awal yang baik untuk masa depan yang baik. " bisik umi Ara dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2