
hentikan . !!!! kau bawa saja bos kalian ini kerumah sakit biarkan aku yang mengurus sisanya" ucap Renaldo pada para pengawal Rafki yang sudah bersiap membalas tembakan kenzo.
"akhirnya kita bertemu lagi tuan muda" sapa Renaldo pada Kenzo yang sudah berjalan memasuki ruangan
"apa kau datang untung gadis cantik ini tuan. aku akan membukanya untukmu tuan"
"jangan menyentuh wanitaku walau sehelai rambutnya.!!!" ucap kenzo dengan geram membuat Renaldo menghentikan tangannya yang hampir menyentuh tangan Ara
"kau posesif sekali tuan muda." Renaldo tersenyum lebar menatap wajah kenzo yang sudah berada beberapa meter dihadapanya dengan para pengawal Renaldo yang berdiri mengelilingi kenzo dengan senjati apinya yang sudah siap membidik sasaran.
"apa yang kau inginkan Renal.!!"
"sudah lama aku merindukan suara dinginmu ini tuan muda"
"jangan basa basi Renal. apa tujuanmu melakukan ini .!!" Kenzo mengepalkan tangannya menahan Amar yang sudah memuncak.
"kau tidak sabaran sekali tuan muda hahaha" Renaldo tertawa keras membuat kenzo langsung mencengkram kemeja Renaldo dengan keras.
"katakan apa yang kau inginkan dariku.!!"
"nyawamu tuan muda" sahut Renaldo datar membuat kenzo melepaskan cengkramannya dan tersenyum membalas tatapan dingin Renaldo.
"apa kau mengingankan kematianku dengan tanganmu sendiri.?" tanya kenzo datar seakan akan sedang menawari seseorang dengan sebuah makanan yang lezat.
"kau memang pengertian tuan muda" sahut Renaldo menepuh bahu kenzo dengan pelan.
"jika kau menginginkan itu maka aku bersedia dengan sebuah sarat" kata kenzo datar
"katakan tuan muda"
kenzo melepas jas yang dipakainya dan mengeluarkan seluruh senjata yang tersimpan di saku celananya dan juga sebuat pistol lipat yang tersimpan si balik alas sepatunya.
"aku datang sendiri ketempat ini persis seperti yang kau harapkan bahkan senjataku sudah ku keluarkan aku sudah siap menemui kematianku ditangamu tanpa ada seorangpun yang harus merasakan sakit oleh kesalahanku ini. aku mau kau menyuruh semua anak buahmu ini keluar dan menutup pintu ini rapat rapat. aku tidak ingin siapapun melihatku mati mengenaskan di tangamnu. bisakah kau mengabulkan permintaan terakhirku ini" kata kenzo datang meyakinkan Renaldo yang terdiam mencerna kata kata yang didengarnya dengan rinci.
__ADS_1
"baiklah.. kalian semua keluarlah ambil semua senjata miliknya itu"
kenzo tersenyum melihat anak buah Renaldo berjalan keluar membawa semua senjatanya.
"Tuan.. tuan apa kau seriuz akan membunuhnya tuan.?" ucap Ara dengan tubuhnya bergetar menatap Renaldol mengambil senjata dari saku celananya.
"bukankah sudah kubilang nona" sahut Renaldo tersenyum mengankat pistolnya ke arah kenzo yang berdiri tegap di depannya.
"tuan tuan jangan lakukan itu tuan"
"tuan muda cepat kenghindar tuan jangan bersikap bodoh seperti ini tuan. menghindar tuan.."
Dorrrrt
"Aaarggg" suara teriakan seorang pria yang disinggahi timah panas menggema memenuhi seluruh ruangan itu membuat tubuh Ara lemas dengan matanya yang terpejam tak sanggup melihat tubuh kenzo yang harus meringis kesakitan dengan darah segar yang mengalir.
"Ara apa kau baik baik saja"
"tuan kenzo" ujar Ara menatap kenzo berdiri di hadapannya dengan tubuh tegapnya tanpa luka sedikitpun.
"aku takut tuan" ujar Ara yang langsung berhambur kedalam pelukan kenzo.
"tuann awasss.!!!!"
Dorrrrr
sebuah tembakan kembali menggema dari pistol milik Renaldo yang sudah tergeletak di lantay dengan darah yang berkucur hebat di bahunya. hingga sebuah peluru lolos menembus punggung Ara yang berdiri menghadang tubuh kenzo.
"Araaaaa" teriak kenzo melihat darah yang mengalir deras dari punggung Ara .
kenzo maraih senjata lipatnya yang berada di balik alas sepatu kirinya.
Dorrrr Dorrrr Dorrrrr
__ADS_1
tembakan yang bertubi tubi membuat tubuh Renaldo langsung menghembuskan nafasnya dangan pistol yang masih tergenggam ditanggan dengam erat.
"Billy..!!! kenapa kau hanya diam seperti orang bodoh.!!! cepat kau panggil Aditia ke rumah sakit terdekat.!!" teriak Kenzo keras membuat Billy tersadar dari fikirannya yang melayang. seakan membuat tubuh Billy terdiam kaku melihat sahabat lamanya tergeletak tak berdaya oleh pelurunya.
Billy berlari membukakan pintu untuk kenzo yang sudah membopong tubuh Ara .
"cepatlah Billy... jika sesuatu terjadi padanya maka kau yang akan menerima akibatnya.."
Billy langsung menaikat angka kecepatannya membawa mobil fortunernya melaju sangat cepat berkelok kelok melewati kendara kendara yang sedang berlalu lalang di jalan sempit itu. hingga tiba disebuah rumah sakit yang tak terlalu besar di pinggir kota. Billy menghentikan laju mobilnya tepat didepan seorang dokter dan beberapa suster yang sudah menunggunya.
"cepat tangani pasien ini dok cepat" ujar Billy pada dokter itu .
"Billy apa kau gila menyuruh Ara ditangani oleh dokter sembarangan dimana Adit.?" ujar Kenzo menahan ranjang pasien yang akan didorong oleh kedua suster yang menunggunya.
"jika kita menunggu Adit datang aku tidak menjamin keselamatan Ara boz. setidaknya berikan dia pertolongan pertama hingga doktermu itu datang.!!!!!" sahut Billy yang mulai kesal dengan sikap tuan mudanya yang tidak tau tempat.
"cepat bawa gadis ini . pastikan dia baik baik saja ..!!! jika tidak .. kalian yang akan menerima akibatnya.!!!"
"baik tuan" sahut kedua suster itu dan segera mendorong ranjang pasien ke ruangan ICU dengan cepat melihat wajah dingin Billy yang sangat menakutkan.
"kenapa malah kau yang mengancamnya Bill.!!" teriak kenzo melihat pintu ICU kembali tertutup rapat menyisakam dirinya dan Billy saja.
"terserah kau saja tuan" gerutu hati Billy kesal sambil berjalan menjauhi kenzo.
"heyy kau mau kemana Bill. apa kau mau aku bunuh sekarang juga.!!!"
"huhhhff" Billy menghembuskan nafasnya kasar kembali berbalik menatap Kenzo yang terlihat seperti seorang pria yang lingkung.
"aku ingin kekamar mandi tuan muda. juniorku sudah tidak tahan menahan muatannya. apa anda ingin ikut denganku" sahut Billy berpura pura lembut menahan kesalnya.
"apa kai sudah gila.!!! sudah cepat sana pergi" ujar kenzo mengibaskan tangannya ke arah Billy.
"dasar tuan muda pek akk. " rutuk Billy dalam hati sambil melangkah semakin menjauh dari kenzo yang masih berdiri di depan ruang ICU sambil berjalan ke kiri dan kanan berharap seseorang yang akan keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1