"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
makan siang


__ADS_3

flashback off..


semenjak pertemuan hari itu dengan Rendi dan tuan Rafki Ara semakin berambisi untuk mengambil kembali perusahan yang sudah ayahnya rintis dari nol. rasa kasihan di hati Ara sudah semakin terkikis oleh perkataan tuan Rafki yang selalu di banggakan setiap pertemuan mereka.


ada rasa sakit dan amarah di hati Ara saat tuan Rafki berkata "aku mendirikan perusaanku sendiri dari nol" kata itu yang selalu membuat Ara sangat kesal. karna pada kenyataannya ayahnya Ara yang sudah membangun perusahaan stargruop sedangkan tuan Rafki hanya merebutnya dari Ara dan uminya.


Ara sudah resmi menjadi asisten kenzo setiap hari Ara selalu belajar kepada Billy teknik menyerang lawan dengan cara halus tanpa jejak.


"khemmzz khemmzz" ujar Billy yang melihat Ara sedang fokus dengan laptopnya.


"kak Billy " sapa Ara melihat Billy sedang berada di depan mejanya.


"jangan terlalu semangat.. hingga lupa waktu " ujar Billy tersenyum sambil duduk di kursi yang berada didepan meja Ara


"ohh astaga .. sudah waktunya makan siang . aku baru sadar ternyata "ujar Ara tersenyum lebar menampakkan deretan giginya yang rapi.


"apa mau makan siang denganku..?"


"ahh tidak perlu kak. masih ada yang harus aku pelajari ..sedikit lagi" ujar Ara tersenyum sambil kembali menatap laptopnya.


"jangan terlalu bekerja keras .aku bisa membantumu mendapatkan semuanya dalam waktu satu malam" kata Billy tersenyum bangga


"tidak perlu kak aku akan mendapatkannya dengan tanganku sendiri. kak Billy cukup jadi penonton saja" ucap Ara sambil tertawa kecil.


"baiklahh baiklahhh terserah kau saja nona" ucap Billy sambil mengacak rambut Ara


"aiiisss.. kakak itu membuat rambutku berantakan .dia tidak tau apa.. bianya perawatan rambutku ini mahal..!!!" gerutu Ara sambil merapikan rambutnya sedangkan Billy sudah berlalu memasuki ruangan kenzo yang memang tepat berada tepat di samping tempat Ara.


......


Billy yang baru masuk dari balik pintu langsung terkejut mendapat tatapan tajam dari kenzo.


"ada apa boz.?",tanya Billy datar.


"kau masih bertanya ada apa..?" kata kenzo dengan geraham yang sudah mengeras membuat Billy mengerutkan kening.


"apa aku harus memotong tanganmu itu. agar kau bisa paham..?" kata kenzo yang baru saja menatap CCTV dilayar laptopnya.


"apa yang terjadi padanya..?!! tungguu... apa dia sedang cemburu padaku..??" kata Billy dalam hati


"kau menertawakanku Bill" kata kenzo lantang yang melihat bibir Billy terangkat.


"tidak tuan muda... aku hanya sedang berfikir apa sebodoh ini orang yang sedang cemburu hahahaha..???" ujar Billy tertawa terbahak bahak

__ADS_1


"sepertinya Daddy lebih membutuhkanmu Bill" ujar kenzo tersenyum devil membuat Billy langsung menghentikan tawanya.


"tidak .. tidakk tuan muda maafkan saya. sepertinya memang saya yang salah sudah menyentuh wanita tuan" ucap Billy datar


"hahaha lihat wajahmu itu Bill.. sepertinya jurus ini benar benar ampuh. untuk membungkam mulutmu itu " bisik kenzo dalam hati melihat wajah Billy yang langsung tegang


"Baguss" ucap kenzo sedatar mungkin.


" kita akan makan siang di restoran Xxxx sekarang. pastikan asistenku akan ikut bersama kita" ucap kenzo lagi.


"baik tuan muda " sahut Billy


....


tiba di restoran Xxxx Billy menghentikan laju mobilnya yang tengah membawa 2 orang penumpang yang tak lain kenzo dan Ara. entah apa yang terjadi pada Kenzo dan Ara .kedua orang itu tidak terlihat berbincang atau berdebat seperti biasanya . seakan akan keduanya sedang hidup didunianya yang berbeda


"silahkan tuan muda" kata Billy setelah membukaan pintu mobil untuk kenzo. sedangkan Ara sudah lebih dulu keluar dari mobil dengan wajah yang datar .


" mereka ini mau makan apa mau perang. horor banget tuhh muka " celetuk Billy dalam hati melihat kenzo dengan wajah dinginnya dan wajah Ara yang sudah ikut datar seperti es Balok.


"kenzooo"


tiba tiba seorang gadis menghampiri mereka bertiga yang baru saja melangkah.


"kalian ngapain disini..?" tanya pricilia menghapiri kenzo Ara dan Billy.


"kita akan makan siang " sahut Ara karna Kenzo dan Billy hanya diam tak bergeming


"benarkah.. tapi testoran ini sudah di boking orang lain..." ucap pricilia lirih " padahal aku ingin menyambut tamuku di restoran ini" sambung pricilia lagi dengan memperlihatkan wajah sedihnya


"ohh yaaa sudah kita cari restoran yang lain saja kalok begitu" kata Ara tersenyum manis menghibur pricilia


"tidak perlu aku yang sudah memboking restoran ini" sahut Billy datar tampak expresi


"benarkah. kalok begitu apa aku boleh bergabung dengan kalian. sekaligus aku akan memperkenalkan seorang pria kepada kalian " ujar Pricili senang


"tidakkkkk" sahut kenzo lantang. karna sebenarnya kenzo hanya ingin makan sekaligus kencan dengan Ara. kenzo sudah cukup tersiksa dengan sikap Ara yang tiba tiba dingin.


"tapi kenzo boleh yaaa boleh yaaa..." kata pricilia memelas seperti anak kecil.


"huhhhf baiklahh"ujar kenzo kesal melihat wajah pricilia yang selalu merengek seperti anak kecil.


"yessss kau memang yang terbaik kenzo" ucap pricilia bergelanyut manja di lengan kenzo.

__ADS_1


"maaf" ucap pricilia melepas tanggannya. karna kenzo sudah siap sedia dengan tatapan membunuhnya.


Billy hanya diam tampa bersuara mengikuti kenzo dan pricilia yang sudah berjalan memasuki restoran.


begitupun dengan Ara yang memang akhir akhir ini suasana hatinya sedang buruk


"kau mau kemana..?" kata kenzo saar melihat pricilia duduk di kursi dekat Ara.


"ya mau makan lah ken . kan aku sudah bilang aku sedang ada janji dengan teman di sini"


"kau bisa memilih tempat lain pricill ..!! kenapa harus disini"


"aiiisss kau ini kenapa ..?? kan kita cuma mau makan tidak sedang kencan .. apasalahnya kita ngumpul biar tambah seru iya kan Ara.?"


"iy... iya kau benar " sahut Ara kikuk


"terserah kau sajalah percuma bicara sama bocah" ujar kenzo kesal sambil duduk di kursi sebelah kanan Ara.


"oiyaa Ara .. apa kau masih tetap jadi pelayan di mansion ..?" tanya pricilia menatap Ara .


"tidak. sekarang aku sudah menjadi asisten kenzo dan aku sudah pindah dari mansion tuan kenzo"


"benarkah.. sepertinya banyak hal yang terlewat dariku... kau tau Ara akhir akhir ini aku sedang sibuk sekali"


"ohh yaaa" sahut Ara datar


" yaaa... kau tau aku sedang jatuh cinta " bisik pricilia di telinga Ara


"benarkah..?" tanya Ara yang mulai tertarik dengan obrolan pricilia.


"iyaaa.. kau tau aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria itu. dia sangat lembut dan sangat maniez" tutur pricilia dengan gerakan tangan menggambarkan experinya.


"cihhhh " decihh kenzo mendengar kata pricil yang menurutnya lebay


"aiisss kau ini. dia memang begitu tauk. gak seperti situ yang juteknya gak ketulungan. untuk gue cepet sadar. kalau tidak ... huhhhh astagaa" ucap pricilia mengetut getuk jidatnya sendiri dengan pelan.


"kalau tidak kenapa..?"


"entahlahh.. mungkin aku akan menjadi istri ceo dingin yang terlantarkan ... ohhh yatuhann.." kata pricilia tampa melihat ke arah Kenzo yang sudah memerah. sedangkan Ara dan Billy jugak ikut melongo mendengat kata pricilia yang mungkin sedang tidak sadar dengan situasinya.


"kau...." kata kenzo lantang namun terpotong oleh kedatangan seorang pria


"pricill.." sapa pria tersebut berdiri tepat disamping pricilia tampa melihat orang lain disekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2