
"apa semuanya sudah beres Bill..?" tanya kenzo pada Billy menatap punggung Randi yang sudah hilang di balik pintu ruangan dengan wajahnya yang sendu.
"semuanya berjalan sesuai printah tuan muda" sahut Billy yang membuat senyum Kenzo semakin lebar membayangkan apa yang akan terjadi nantik malam.
"bagus Bily kau boleh pergi dan jangan lupa pastikan wanita itu tampil cantik malam ini"
"jangan khawatir tuan muda sesuai permintaan anda" sahut Billy yang langsung melangkah pergi meninggalkan kenzo yang sudah kembali duduk melihat layar laptopnya yang masih menyala.
.....
di tempat lain Randi terlihat sangat kacau melangkah tak tentu arah memandang setiap sudut gedung aparteman yang berbaris dan tersusun rapi berharap bertemu dengan Willy kecil seperti biasanya.
"kenapa aku bodoh sekali..!!! aku sangat yakin Willy putraku wajahnya sangat mirip denganku ..!!! ya Allah pria macam apa aku ini..!!! bahkan anakku saja aku tidak tau" lirih Randi yang sudah duduk di depan pintu apartemannya dengan rambut yang sudah terlihat acak acakan.
"kakak tampan"
Randi mendongakkan kepalanya melihat ke asal suara yang tiba tiba terdengar sangat nyaring di gendang telinganya.
"putraku... ya Allahhh apa benar dia putraku..?? " bisik Randi dalam hati memeluk tubuh kecil Willy sangat erat tan menyadari keberadaan Ara yang terpaku di depan pintu Lif dengan air mati yang sudah mengalir sangat deras di pipi cantiknya.
"kakak tampan kenapa kau menangis..??? apa kau sedang ada masalah..??" ujar Willy yang membuat Randi tersenyum bahagia rasanya sangat bahagia menciumi wajah Willy dan kembali memeluknya hingga kedua matanya bertatapan langsung dengan kedua bola mata Ara yang masih diam membisu antara bahagia dan sedih.
__ADS_1
"Ara apa Willy putraku..?? apa dia putra ...."
"be .. berhenti tuan jangan mendekat..!!" kata Ara membentangkan kelima jarinya " jangan pernah katakan dia putramu karna dia hanyalah putraku.!!!"
Randi terdiam kaku melihat wajah gadis kecil manjanya kini menatapnya dengan penuh kebencian.
"maafkan aku Ara maafkan aku..!! semuanya terjadi begitu saja. aku...."
"sudahlah tuan yang lalu biarlah berlalu.!!!! Willy ayo kita kembali ke aparteman " Ara mengajak Willy namun Willy terus menatap wajah Randi yang masih di aliri air mata.
"willy ayooo" ajak Ara lagi tapi Willy malah melangkah ke arah Randi dan memeluknya. mungkin ikatan batin ayah dan anak itu sangat kuat hingga membuat pria kecil itu merasa sedih.
"kakak tampan jangan bersedih lagi walau Willy bukan putramu tapi kita masih bisa berteman. bagaimana kalau kau jadi kakakku saja soalnya Willy sudah punya Ayah kenzo dan papa Billy dan Willy belum punya kakak"
"Willy ayoo cepat" kata Ara lagi yang membuat Willy kecil berlari ke arahnya meninggalkan Randi yang tersenyum miris bahwa anaknya sendiri mengapnya sebagai teman dan seorang kakak.
........
jarum jam terus berputar membawa mentari kembali ke peraduan Ara berdiri di depan cermin melihat pantulan tubuhnya yang tengah di balut dengan gaun berwarna peach pemberian kenzo sore tadi melalai orang suruhannya.
"Bunda..." teriak Willy yang tiba tiba datang membuat Ara langsung menoleh dan tersenyum melihat pria kecilnya sudah terlihat sangat tampan dengan balutan celana jeans hitam denga kemeja putih yang di balut dengan toksedo warna hitam.
__ADS_1
"kau sangat mirip dengan kak Randiku putraku" bisik Ara dalam hati mengingat Randi dulu yang selalu ada untuknya setiap saat.
"ohhhh sayang kau sangat tampan" puji Ara menciumi pipi gembul anaknya
"ihhhh bunda kenapa harus menciumku..!!! kan aku sudah besar" dengus Willy kesal yang membuat Ara terkekeh mengandeng tangan putranya dan melangkah kekuar bersama sama.
"umi.. kok belum siap siap bukankah tuan kenzo meminta kita datang." kata Ara pada uminya yang tengah duduk di sofa dengan pakaian sar'i menyembunyikan seluruh aurat dan lekuk tubuhnya seperti biasa.
"pergilah nak. umi akan menunggu dan mendo'akanmu dari sini. " sahut Umi lembut membelai rambut putrinya lalu beralih ke kepala kecil milik Willy.
"baiklah Ara berangkat dulu umi gak enak sama tuan kenzo dan Kak Billy sudah menunggu di bawah sedari tadi"
umi Ara tersenyum melihat punggung Putri dan cucunya sudah keluar dari pintu aparteman
"lindungi kami semua yaa Allah" bisiknya pelan yang entah kenapa perasaannya sedikit gelisah.
sedangkan Tiara dan Willy menampakkan senyumnya menghampiri Billy yang terlihat sangat tampat dengan setelan jas hitamnya.
"kau terlihat sangat cantik malam ini nona " goda Billy
"kau sedang menggodaku tuan Billy.." sahut Ara terkekeh dengan wajahnya yang terlihat bersemu merah.
__ADS_1
"papa Billy apa aku tidak terlihat tampan malam ini.!!!" celetuk Willy yang sudah terlihat kesal tidak mendapat pujian dari BIlly.
"ohhhh astaga kau selalu terlihat tampan sayang dan malam ini kau terlihat lebih tampan lagi" kekeh Billy dan Ara bersama tak menyadari wajah dingin kenzo yang berada di dalam mobil sudah seperti hariamu siap mencabik cabik mangsanya.