
sinar mentari kembali bersinar menebar senyuman menyapa dunia .
perlahan kedua bola mata kenzo terbangun dari tidur lelapnya menatap lekat wajah cantik yang kini berada di dalam pelukannya.
rasa bahagia terus terpancar dari sudut bibirnya yang terus terangkat mengecup kepala istrinya dengan sangat lembut.
"tak ada rasa bahagia selain bisa memeluk dan melihat orang yang kita sayang di setiap kita membuka mata" bisik kenzo dalam hati terus memeluk tubuh Ara semakin erat.
hingga membuat wanita itu ikut terbangun dari tidur lelapnya.
aroma maskulin yang masih melekat di tubuh kenzo yang terus memeluknya membuat Ara langsung mengembangkan senyumnya secerah matahari.
"selamat pagi suamiku" sapa Ara pelan dengan suara has bangun tidurnya
"selamat pagi istriku" sahut kenzo sangat pelan kedua bola matanya terus menatap wajah berbinar istrinya itu.
keadaan terlalu cepat berubah membuat kenyataan itu terasa hanya sebatas ilusi bagi keduanya tatapan itu berubah menjadi tikapan yang saling membelut tubuh polos mereka.
tak ada yang mampu mengganggu aktifitas malam mereka yang terjadi lagi di pagi hari.
__ADS_1
keduanya sudah tak bisa mengendalikan diri melupakan semuanya bahkan mereka melupakan bocah kecil yang sudah sedari tadi subuh merengek ingin bertemu.
"Willy ingin ketemu bunda pokoknya Willy ingin ketemu bunda" rengek Willy dengan suara kerasnya membuat semua orang yang berada di ruang keluarganya itu menggaruk kepalanya bingung harus memberi penjelasan apalagi pada Willy karna sudah berbagai macam alasan yang sudah dicoba namum tetap saja Willy teguh dalam pendiriannya.
"bagaimana kalau kita telfon bunda atau ayah kenzo dulu kita kan tidak tau mereka ada dimana..?" usul Randi yang berhasil menghentikan isak tangis Willy perlahan.
"baiklah cepat telfon Daddy " rengek Willy yang membuat Randi hanya mampu menghembuskan nafasnya kasar mengikuti kemauan putranya itu.
tutttt tutttt tuuttttt
suara sambungan telfon berdering namun tak mendapat jawaban dari sang pemilik membuat Randi kembali menelfonnya lagi.
sambungan telfon kedua . Randi bisa mendengar suara berat dari sebrang telfon yang terdengar seperti orang malas atau sedang bangun tidur.
"yaaa ada apa..?" suara berat itu terdengar membuat Randi berdecih kesal seakan tau jika orang yang berada di sebrang sana dalam mode lelah.
"apa kau belum puas menikmati malam pengantinmu hingga matahari berada di atas kepala kau masih bersarang di sarangmu itu" bentakan keras Randi terdengar menggema membuat kenzo menoleh kearah Ara yang masih berada dalam pelukannya.
"apa kalian tau sedari tadi subuh Willy menangis ingin bertemu dengan kalian astaga..."
__ADS_1
Tuutttt tuuttt tutttt
suara sambungan telfon tiba tiba terputus membUat Randi langsung mengumpa kesal sedangkan kenzo dan Ara langsung tertawa menyadari keteledorannya .
kenzo dan Ara beranjak dari tidurnya tak ingin kembali terbuai dengan kehangatan yang sudah beberapa kali di gapai keduanya.
tak perlu waktu lama Ara dan kenzo sudah siap dan segera keluar dari kamar hotel dengan beriringan bergegas kembali kerumah Ara agar tak lagi melupakan kenyataan bahwa mereka sudah memiliki putra.
......💞End💞......
#terima kasih buat para semua pembaca terima kasih banyak atas like dan dukungannya di karya pertamaku ini🥰🥰🥰
jika berkenan mampir juga yaaa di novelku yang kedua kak
aku sangan berharap kunjungan like vote dan dukungan dari kalian semua
#salam sukses buat kita semua🥰🥰😘
__ADS_1