"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
menangis


__ADS_3

" Tuan.. tuan.. "


Ara kembali menepuk nepuk pipi kenzo dengan lembut di pagi hari.


"hmmm pergilah aku masih mengantuk. aku akan istirahat hari ini" kata kenzo dengan matanya yang masih terpejam dengan berat.


"apa kau baik baik saja tuan" tanya Ara lagi sambil memegang kening kenzo yang tidak panas.


"tidak" jawab kenzo singkat


"baiklah ... saya permisi tuan."kata Ara sambil keluar dari kamar kenzo.


"ahhh apa yang harus aku lakukan sekarang pekerjaan ini sangan membosankan" kata Ara dalam hati.


"apa aku cari pekerjaan sampingan aja ya..???" bisik Ara pelan


"tapi apa yaa..??" Ara berfikir keras mencari pekerjaan yang tidak membosankan.


"ahhh kak Billy " kata Ara lagi ketika melihat mobil Billy memasuki mansion.


"selamat pagi kak Billy " sapa Ara menghapiri Billy yang baru saja turun dari mobilnya.


"ya selamat pagi Ara." jawab Billy datar dengan senyumnya yang menawan


"tumben kau sudah santay. apa tuanmu itu tidak mencarimu sepagi ini.." kata Billy lagi sambil duduk di gazebo yang berada di halaman rumah kenzo.


"si tuan muda sedang tidur kak Billy .katanya dia akan istirahat hari ini" jawab Ara sambil duduk di dekat Billy


"Benarkah.. apa dia sakit..?"


"tidak kak dia baik baik saja. hanya saja di tengah malam tadi dia dikejar kejar setan..."


" hahhhh setan .. yang bener saja kau ra.." tanya Billy penasaran

__ADS_1


"Beneran tau kak. nihh ya tadi malem ......."


Ara menceritakan kejadian semalem yang membuat kenzo berlari sangat kencan dari anak tangga menuju ke kamarnya.


" kau seriuss ra..??" tanya Billy sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karna tertawa


"dua riuzzz kak" kata ara sambil tertawa lebar bersama Billy.


"gokil.... gokil.... pasti susah tidur si Boss hahahah" Billy tertawa membayangkan expresi kenzo.


"oo yaa ra.. apa kau yang membuat bibir kenzo terluka..??" tanya Billy menghentikan tawanya.


"apa dia terluka kak...???" tanya Ara seriuz menatap mata Billy. yang membuat jantung Billy sedikit bergemuruh


"hanya sedikit " jawab Billy sedatar mungkin sambil membuang nafasnya kasar.


"sebenar aku menyesal menggigitnya kak. kau tau dia membuat aku ketakutan" kata Ara lirih dengan menundukkan wajahnya sedih


"kenapa..?" tanya Billy lagi


"aku takut kak karna kenzo(......)."


ara menceritakan apa yang terjadi kemarin pada Billy. tidak ada yang disembunyikan oleh Ara. entah kenapa Ara nyaman saat bersama Billy . mungkin karna sifat Billy yang lembut membuat Ara seakan mempunyai seorang kakak laki laki yang selalu ada untuknya.


"apa kau takut kenzo melakukan itu padamu..??" tanya Billy setelah mendengar cerita Ara.


"entahlah kak. tapi Ara sangat takut. Ara takut melakukan kesalah yang keduakalinya..." kata ara deng matanya yang sudah berkaca kaca.


" apa kau pernah melakukannya..?? " tanya Billy Ara yang seolah olah tidak tau apa apa.


" sudahlahhh kak.... pasti kau sudah tau jawabannya.!!" jawab Ara dengan menengadahkan pandangannya menghadap langit dengan tatapannya yang kosong.


"maafkan aku . aku tidak bermaksud seperti itu. aku hanya ingin mendengarnya darimu sendiri. anggaplah aku seperti kakakmu jadi kau bisa menumpahkan segalanya kepadaku. kau bisa mempercayaiku adik kecil.." kata Billy menghibur Ara sambil mengacak ngacak rambut Ara.

__ADS_1


"aiiiss kau ini knpa suka sekali membuat rambutku berantakan..." kata Ara sambil memanyunkan Bibirnya.


"heyy ayolah jangan cemberut seperti itu kau terlihat sangat jelek tauk.. tersenyumlah" kata Billy lagi sambil menyentuh kedua pipi ara dan menariknya ke atas membentuk sebuah senyuman.


"kau mengingatkan aku pada seseorang kak.... di lembut.. dia manis.. dia baik sangat baik bahkan dia akan rela melakukan apapun untukku Tapi..."Ara menghentikan kata katanya deng mata yang kembali berkaca kaca


"Tapi.." tanya Billy penasaran


Ara memejamkan matanya membiarkan buliran bening mengalir di pipinya.


"Menangislahh.." kata Billy sambil membawa wajah ara ke dada Bidangnya. membuat Ara semakin mengencangkan tangisnya hingga sesaat.


"apa sudah selesai Nona..?" goda Billy pada Ara yang mulai menghentikan isak tangisnya.


"kak Billy" teriak Ara menjauhkan wajahnya dari dada bidang milik Billy.


"apa kau membenci pria itu..??" tanya Billy yang sudah penasaran ingin mengorek masa lalu Ara.


"Tidak kak... Ara tidak bisa mekbencinya. Ara hanya kecewa sangat kecewa...??" jawab Ara dengan Mata yang kembali berkaca kaca.


"apa dia tau tentang Willy..??" tanya Billy


"tidak." jawab ara singkat yang membuat Billy menganggukkan kepalanya.


"Willy...dari mana kau tau nama putraku..??" tanya Ara yang menyadari Billy menyebut nama anaknya.


"hey kenapa kau baru mempertanyakan itu. bahkan kita sudah sering mengobrol bersama ." kata Billy mengoda Ara


"Benarkah ..?" tanya Ara tak percaya yang dijawab dengan anggukan oleh Billy.


"pantas saja bocah itu tidak pernah menelfon ku jadi itu karna kau.." kata Ara lagi sambil menunjuk wajah Billy


"dia sangat menggemaskan apa kau tau..??? ingin sekali aku membawanya kesini" kata Billy tersenyum gemas mengingat celoteh Willy yang lucu.

__ADS_1


__ADS_2