"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
pelecehan batin #Billy


__ADS_3

suara adzan maghrib terdengar berkumandan bersama sinar mentari yang kembali keperaduan. terganti sinar mega merah yang terlihata menyala di ufuk barat membuat Billy tersenyum puas sambil membawa langkah kakinya berjalan di atas pasir putih yang kini dilapisi dengan karpet merah yang membentang luas.


"bagaimana hasilnya tuan apa anda puas..?" sapa seorang pria berbadan kecil yang tak lain kepala WO yang di pekerjakan Billy.


"sangat puas semua persis seperti yang tuan kenzo minta" sahut Billy Mengacungkan kedua jempolnya .


"kalau boleh tau siapa yang akan menikah malam ini tuan..?" tanya pria itu yang di jawab dengan satu senyuman oleh Billy.


"bersabarlah dulu sebentar lagi pengantin kita akan tiba. pastikan semua gaun dan perlengkapan semuanya sudah siap jangan ada yang terlewatkan sedikitpun . malam ini akan memjadi malam yang menggemparkan negri kita . mungkin akan banyak hati yang terluka malam ini" kata Billy tersenyum getir menatap pelaminan yang sudah terhias rangkaian bunga mawar merah yang tersusun rapi.


.💕💕💕


semilir angin berhembus beraturan dengan bunyi ombak yang terdengar beriringan seakan tau tengah ada kebahagian di pinggir pantainya yang sudah terlihat di penuhi para manusia dengan pakain rapi dan elegan.


Ara terkesima melihat keluar kaca mobil yang sudah memperlihatkan dekorasi pernikahan mewah yang mampu memikat mata


"apa kau suka..?" suara barinton itu bergema menyadarkan Ara dari kekagumannya. entah apa yang ada di fikiran Ara kini hingga membuat bibirnya merekah begitu lebar.


"ini indah sekali tuan. apa ada yang menyewa tempat ini untuk menikah disini..?"


"apa kau mau memjadi ratunya malam ini"

__ADS_1


"semua wanita bermimpi dapat menjelma menjadi ratu dalam pernikahannya namun hanya segelintir orang yang mampu mencapai titik terpusat itu. aku tidak terlalu berhayal tuan muda. jangan membuatku kecewa itu saja sudah cukup bagiku" kata Ara pelan menatap manik mata kenzo yang berada tepat di sampingnya.


kedua sejoli itu masih berada di dalam mobil tak menyadari kehadiran Billy yang sudah siap sedia membuka pintu mobil yang ternyata masih terkunci dengan semestinya.


"aku kekasihmu Ara kenapa kau masih memanggilku tuan. apa aku memang tidak pantas kau cintai.??"


Ara menarik ujung bibirnya dan membawa tangannya menyentuh pipi kenzo.


"semuanya butuh proses. aku tidak mau kecewa untuk kesekian kalinya"


"apa kau meragukanku.?"


"tidak bukan begitu "


"itu emmm "


"menikahlah denganku malam ini " ucap kenzo datar menatap manik mata Ara dengan lekat. mencari jawaban dari tatapan gadis itu yang terlihat bingung dan tak percaya.


"semua ini untukmu Ara . aku mau kau menjadi istriku menemaniku duduk di atas pelaminan itu"


"ini terlalu cepat kenzo" suara Ara terdengar lirih buliran bening meluncur dengan deras

__ADS_1


"apa ini berati kau menolakku..?"tanya kenzo berat seaakan memohon pada wanita di sampingnya yang sudah berhasil mencuri cinta pertamanya.


"baiklah jika kau tidak ingin menikah denganku. aku tidak akan memaksamu.kau tunggulah disini biar aku yang meminta maaf pada para tamu dan para media yang sudah hadir . aku sangat mencintaimu Ara. aku ingin memperkenalkanmu pada dunia sebagai nyonya muda smith suatu saat hingga kau siap. tetaplah disini apapun yang terjadi oke " sambung kenzo mengusap puncuk kepala Ara dengan lembut. berharap Ara akan luluh dengan kelembutannya.


dan ternyata perkiraan kenzo tepat. Ara langsung menarik tangan kenzo yang hampir keluar dari pintu mobil membuat bibir kenzo seketika mengembang dan mengedipkan sebelah matanya pada Billy yang sudah bersandar di badan mobil dengan melipat kedua tangannya.


"ini yang namanya pelecehan batin " batin Billy yang hanya bisa menghela nafasnya panjang


"aku mau " lirih Ara sangat pelan nyaris tak terdengar


"mau apa..?" tanya kenzo sok bingung


"aku mau "


"ea mau apa..?" tanya kenzo sekali lagi membuat wajah malu malu Ara semakin bersemu merah.


"aku mau menikah denganmu tuan kenzo."


"apa kau yakin..?"


"sudahlah aku tidak mau" ketus Ara memalingkah wajahnya membuat kenzo terkekeh dan menarik tubuh kecil Ara kedalam pelukannya.

__ADS_1


"maaf tuan muda dan nyonya muda smith sepertinya malam semakin larut apa tidak sebaiknya kita ucapkan janji suci lalu menyapa para tamu undangan. tidak lucukan jika esok hari rencana gagal pernikahan tuan muda smith tiba tiba menjadi tranding topik " suara barinton itu terdengar sangat lantang dari arah luar mobil membuat Ara dan kenzo saling bertatapan dan tertawa bersamaan melihat wajah kesal kenzo yang terlihat seperti gulungan kertas yang habis diremas remas.


__ADS_2