"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
jadi pangeran


__ADS_3

"apa kau menyukainya kenzo..?" tanya nyonya besar menunjuk Ara


"iya mommy" sahut kenzo mantap


"apa kau menyukai putraku..?" tanya nyonya besar melihat Ara.


"aiiisssh pertanyaan macam apa ini." kata Ara dalam hati.


"apa kau mendengarku nona" kata nyonya besar yang. terdengar menakutkan ditelinga Ara.


" emm emm " Ara berfikir sejenak " nyonya ini sudah


waktunya sarapan mari saya antar nyonya ke meja makan" ujar Ara mencoba mengalihkan pembicaraan


" apa kau sedang membodohiku nona" sahut nyonya besar kesal.


"ti.. tidak nyonya bagai mana mungkin seorang pelayan seperti saya bisa membodohi nyonya besar seprti anda nyonya. sayakan hanya gadis bodoh nyonya" celetuk Ara tersenyum kikuk


"sepertinya kau benar ayoo kita ke bawah tinggalkan pria tengik ini . aku sudah bosan punya putra bodoh seperti dia" ujar nyonya besar membuat Ara tersenyum lebar sedangkan kenzo menatap tidak percaya melihat mommynya bersikap lembut pada Ara.


"apa ini nyata" bisik kenzo mengerjap gerjapkan matanya melihat mommy dan Ara berjalan keluar beriringan.


####


"Mommy" sapa kenzo pada nyonya besar yang sedang menyeruput teh hangat di meja makan


"hey .. kau tau rasa teh buata Ara sangat enak" ujar nyonya besar membuat kenzo mengerutkan kening.


"kenapa kau menghabiskan tehku bocah tengik" ujar nyonya besar memukul tangan kenzo


"apanya yang enak perasaan sama seperti rasa teh pada umumnya" bisik hati kenzo


"apa mommy baik baik saja.... tidak panas " ujar kenzo memegangi kening nyonya besar.


"Ara coba kau lihat pria tegik ini. sepertinya kau harus memikirkan dua kali jika ingin menjadikanya kekasihmu. " terik nyonya besar pada Ara yang sedang berada di dapur bersama bik sari dan bik ine.


" heyy momy kenapa kau memprovokasinya apa mommy lebih sayang sama gadis itu " teriak kenzo kesal

__ADS_1


"ya memang... kau tau... momymu ini kasihan pada gadis itu jika harus merawat pria tengik sepertimu ini " ujar nyonya besar


"apa yang terjadi..? kenapa mommy jadi berubah 180 derajat seperti ini" bisik kenzo pelan memperhatikan sang mommy .


"apa kau tau . mommy kenapa..??" bisik kenzo pada Ara yang sedang menata makanan di meja makan


"mana aku tau tuan. kan itu ibu tuan "sahut Ara kembali berbisik di telinga kenzo.


"huhhffff" kenzo menghembuskan nafasnya kasar.


"kau bereskan barang barangmu" kata kenzo datar


"maksud tuan " ujar Ara menatap kenzo bingung.


"kemasi barang barangmu Ara . kau akan menjadi asisten pribadiku jadi kau tidak akan tinggal di mansion ini lagi.." kata kenzo datar


"baik tuan muda" jawab Ara singkat lalu pergi menuju kamarnya.


"kau akan membawa menantuku kemana..?" tanya nyonya besar


"menantu..?" ujar kenzo mengerutkan keningnya


"apa mommy serius ... jadi mommy setuju kenzo sama Ara..."


"apa kau senang tuan muda .." goda nyonya besar yang melihat wajah putranya tersenyum bahagia


"seneng banget mom. tapi pricill..."


"sudahlahhh dia yang meminta mommy membatalkan perjodohan kalian.."


"whatttt ..." kata kenzo tidak percaya


flasback on


"kau lihat mommy. kenzo benar benar mengacuhkan pricill mom." kata pricilia kesal


"sabar sayang kau tau sendirikan bagaimana sifat kenzo" sahut nyonya besar mengusar pundak pricilia

__ADS_1


"pricil sudah bersabar selama tiga tahun ini mom. bahkan pricil sudah merendahkan diri dihadapan kenzo. tapi kenzo tetep aja anggap pricil adik kecilnya. pricill mau perjodohan ini dibatalin mommy. biarkan aku dan kenzo menjadi adik dan kakak yang akan saling menyayangi bukan menjadi kekasih yang saling tersakiti" ucap pricilia memeluk nyonya besar.


"apa kau yakin ?" tanya nyobesar menatap wajah pricilia


"pricill yakin mommy kenzo sudah terpikat oleh Ara si pelayan itu. dia orang yang baik dan jujur mommy aku yakin Ara lebih pantas untuk kenzo. " ujar pricilia menatap wajah nyonya besar.


flashback off


"yang mommy liat sepertinya dia gadis yang baik " ujar nyonya besar lagi


" baiklah . secepatnya kenzo bakalan buatin mommy cucu.."


"aww awww .. cckkkk kenapa mommy menarik telingaku.." sungut kenzo kesal memegangi telinganya.


"nikahi dulu anak gadis orang bukan malah main nyelonong bikin anak "ujar nyonya besar kesal


" maksud kenzo itu mommy hemm" kata kenzo tersenyum lebar.


"Ara kau yakin akan pindah dari mansion ini" tanya nyonya besar yang melihat Ara sudah membawa sebuah tad besar.


"saya tergantung tuan muda nyonya. yang penting masih wajar saya ikut saja nyonya." sahut Ara tersenyum melihat nyonya besar


"kenapa harus pindah kan bisa tetep tinggal disini . lagian mommy butuh temen selama disini ken"


"sudahlah mom .. kenzo brangkat dulu . debat sama mommy gak bakal ada abisnya" ujar kenzo beranjak dari duduknya


"dasar kau bocah tegik. mommy ikut ken" teriak nyonya besar berdiri dari duduknya.


"whatt.. mommy mau ikut kemana ayolahhh mom kenzo sudah telat ini"sahut kenzo kesal


"mommy akan ikut antar Ara ketempan tinggalnya yang baru ken" kata nyonya besar sedih


"yaa ampun mommy sayang. kenzo sedang buru buru sekarang. besok aja ya kita ke tempat tinggal Ara yang baru" ujar kenzo memegang pundak nyonya besar seperti seorang ayah yang memberi nasihat pada putrinya.


"baiklah" sahut nyonya besar datar


"anak pandai " ujar kenzo lagi sambil mengusar rambut nyonya besar.

__ADS_1


"assstaaaga apa katanya anak pandai ... heyyy bocah tengik kenapa kau menyebalkan sekali awas kau yaaa. aku kutuk kau jadi pangeran huhhhf " teriak nyonya besar pada kenzo yang sudah berjalan keluar dari mansion bersama Ara yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkan nyonya besar dan tuan mudanya.


__ADS_2