"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"

"Bukan Janda" Hanya "Gadis Bukan Perawan"
rukiah


__ADS_3

"maaf tuan jika tidak ada hal yang penting lagi saya mohon undur diri " kata Ara sedatar mungkin wajah yang tadinya gugup setengah mati kini berubah menjadi kesal melihat ketiga pria di hadapannya terus tertawa terbahak bahak.


"tunggu dulu nona kita belum bicara apapun " teriak Marchell masih dengan kekehannya yang belum juga reda membuat Ara semakin kesal.


"tidak ada yang perlu kita bicarakan tuan " ketus Ara terus melangkah menuju pintu .


"tunggu sebentar aku akan menandatangani surat kerja sama kita " teriak Marchell dengan wajahnya yang sudah kembali serius


"apa dia mempermainkanku" batin Ara ragu harus terus melangkah atau berbalik melihat ketiga pria itu lagi.


"apa kau tidak ingin membuat perusahaan stargroup lebih berkembang lagi. pikirkan masa depan Willy.?? apa kau tidak ingin meraih semuanya untuk Willy..???" Kata Marchell datar masih dengan posisinya semula sedangkan Ara langsung terdiam menatap manik mata Marchell yang sudah menampakkan wajah seriusnya.


"jika kau pergi maka itu aku anggap kau menolak tawaranku dan harus kau ketahui apa yang akan terjadi pada orang yang sudah berani menentang keputasanku" sambung Marchell lagi yang membuat Ara kembali melangkah dan duduk di tempat semula.


"jika saya menerima tawaran anda lalu apa untungnya buat saya tuan" kata Ara sedatar mungkin mencoba tak menghiraukan tatapan kenzo yang terus menatapnya tajam hingga selang beberapa menit kemudia emosi kenzo semakin memuncak wajah yang tadinya datar kini mengeram sangat keras dengan kepalan tangannya yang sudah siap melayang menemui pipi mulus marchell yang terus mengoda Ara dengan pertanyaan pertanyaan konyolnya.


"ayolah nona jangan terlalu formal aku bukan pria kejam yang suka gonta ganti wanita. bahkan aku harus mengaku sebagai pasangan Gay bersama kenzo agar wanita centil itu menjauhku. hanya kau yang membuat aku merasa tertarik bahkan saat pertama kali aku melihat kau sedang wawancara beberapa waktu lalu"kata Marchell seriuz berharap wanita dihadapannya itu menerima perasaannya.


Marchel lupa bahwa tujuan utamanya hanya ingin memastikan diantara kenzo dan Ara tidak ada perasaan sepesial seperti yang di dengarnya dari Billy. bahkan Marchell sampai lupa jika di ruangan itu masih ada kenzo yang terus menatapnya tajam.

__ADS_1


"jadilah kekasihku nona Ara." sambung Marchell lagi yang membuat Ara semakin membulatkan kedua bola matanya antara percaya atau tidak kini seorang Marchell duduk di hadapannya sambil menggenggam tangannya dengan erat.


"bahkan sampai detik seperti ini kau tetap diam. apa kau sudah lupa bagaimana sifat posesifmu padaku tuan..??? kenapa saat hatiku mulai menerima semuanya tapi malah kau yang melangkah pergi tuan kenzo" batin Ara yang entah kenapa semakin hari Ara semakin sakit hati dengan perlakuan kenzo yang seakan tak pernah bertemu dengan Ara sebelumnya. Ara khecewa sangat kecewa


"saya permisi tuan " kata Ara melangkah pergi membawa rasa kecewa yang sudah terasa sangat menyesakkan dadanya.


"bodoh bodoh bodoh..!!!! kenapa kau bodoh Ara..!!!!!! bagaimana mungkin kau berharap pria seperti tuan kenzo benar benar suka padamu hikkkzzzz hikkzzzz" teriakan dan tangisan Ara terdengar sangat memilukan memenuhi ruangan Lift yang untung saja tidak ada satu orangpun hingga membuat Ara sangat leluasa meneriaki dirinya sendiri hingga suara pintu lift kembali terbuka setelah tiba di lantai dasar.


"aku baik baik saja" kata Ara lagi menyemangati dirinya sendiri sambil menghapus sisa airmatanya dan melangkah keluar tanpa menoleh sedikitpun bahkan Ara tak sadar jika dirinya tengah di panggil oleh seorang pria yang tak lain adalah Billy.


yaa Billy datang atas permintaan Marchell yang mengajaknya makan siang bersama.


"ada apa denganya..??? "kata Billy menatap punggung Ara "jangan bilang..." sambung Billy yang mulai merasa curiga melihat wajah Ara yang terlihat habis menangis.


.


"ayooo cepat cepat.." oceh Billy menekan tombol lift berharap segara tiba di lantai atas menemui kedua sahabatnya yang mungkin sudah berada di zona menghawatirkan.


setelah tiba di ruangan Marchell barulah Billy menghela nafasnya lega melihat Kenzo dan Marchell yang terlihat masih duduk dengan menyilangkan kakinya.

__ADS_1


"syukurlahhh aman" batin Billy mengelus dadanya pelan sambil terus berjalan dan duduk di hadapan Kenzo kursi yang di duduki Ara sebelumnya.


"apa aku mengganggu..??" tanya Billy bingung melihat Marchell dan kenzo yang hanya diam seakan sedang melangsungkan perang dingin dengan tatapannya.


"diam..!!!"


"diam..!!"


suara dingin kenzO dan marchell bersamaan membuat Billy terloncat kaget.


"astagaaaa apa kalian baik baik saja..??"


"Diam..!!!"


"Diam..!!!"


lagi lagi kenzo dan Marchell membentak Billy bersamaan lalu kembali saling bertatapan dengan tajam. bahkan harispun hanya bisa diam tak berani meneruskan langkahnya dengan nampan yang berisi dua cangkir kopi.


"sepertinya ruangan ini perlu di rukiah" kata Billy begidik ngeri yang langsung mendapat tatapan tajam dari kenzo dan Marchell lalu beralih menatap Haris yang juga tiba tiba menyahut tanpa sadar.

__ADS_1


"bukan ruangannya yang harus di rukiah tapi orangnya tuan"


__ADS_2