~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Quality Time #2


__ADS_3

setelah cukup lama menunggu di dalam kamar tepatnya diatas tempat tidurnya sambil duduk selonjoron main handphone..yang ditunggu-tunggupun tiba.


ceklek...( suara gagang pintu yang terputar)


dan tampil lah..sosok Arya


Tampilan Yang Tadinya Modis Perfect kini berubah menjadi korban pelecehan, baju yang tadinya rapi kini berubah menjadi compang-camping, Rambut yang tadinya klimiks kini acak-acakan dengan tatanan tak menentu intinya sekarang penampilannya tak karu-karuan.


Melihat itu Eza yang tadinya fokus pada handphonenya kini melongo melihat penampilan Arya yang berubah 180 derajat dari yang tadi.


setelah diam beberapa saat


"Hahahaha...aduhh...hahahaha..."


"aduhh perut gue mulesss...hahahaha..."


"loe kenapa bisa kayak gitu..loe tau nggak loe seperti gelandangan bro tapi ini lebih parah...hahaha"


saat Eza masih sibuk dengan tawanya yang tak terkontrol itu..


"dasar Eza somplak nggak tau apa gue korban penganiyayaan...huaaaaa...mami papi" gumam Eza membatin


"Puas loe tawanya haa...suka bener bahagia di atas penderitaan gue, dasar somplak" ucap Arya swdikit kesal


"sorry-sorry soalnya loe lucu banget tau nggak....tunggu gue netralisir tawa gue dulu, tarik nafas hembuskan...tarik nafas hembuskan" ucap Eza sambil memperaktekannya


"tarik nafas hembuskan...hahahahahaha"""lanjutnya tertawa


"EZAAAA" teriak Arya yang keselnya dah level 10


"sorry...sorry aduhhh...oke-oke, loe kenapa bisa kayak gitu sih?"tanya Eza


"ini semua gara-gara mak lampir itu" Arya


"enak aja loe..gitu-gitu Bibi gue tau..mau gue aduinih biar tau rasa loe" Eza


"ya..jangan Za, soalnya Bibi loe tuh bikess tau nggak...nggak marah aja gue kayak gini apalagi kalo marah" Arya


"beuhhh..bisa jadi kambing guling loe" Eza


" gue nggak nyangka Za bibi loe jadi korban drama sampe segitunya" Arya


"gue aja nggak ngerti" Eza


"ya udah..sono loh bersihin diri loe dulu sakit mata gue liatnya" Eza


"tadi aja ketawa segitunya liat gue kayak gini pake alasan sakit mata lagi" cibir Arya sambil berlalu ke kamar mandi

__ADS_1


Beberapa saat kemudian....


"Za besok kita ngapain yahh" Tanya Arya


"yaa nggak adalah palingan besok kita napas, makan,minum,mandi,nonton,tidur dan seterusnya" ucap Eza panjang x lebar


"alah itu mah udah seharusnya Za...ya emangnya nggak ada yang lain gitu bowring dong disini terus" Arya memelas


"ohh gue baru ingat..." Eza


"apaann" Arya antusias


"besok loe bersihin rumah, soalnya setiap weekend ART sini libur...berhubung ada elo jadi loe aja" ucap Eza mulai jahil


" Emang bener loe yaa..loe pikir gue pembantu rumah loe apa, dirumah aja gue ngga pernah bekerja kenapa disini gue harus kerja jadi ART loe lagi" Arya kesel


"yaa mau gimana lagi, emangnya loe nggak merasa enak apa nginep dirumah orang nggak ngapa-ngapain gitu" Eza


"ngapain harus nggak enak inikan rumah sahabat gue yang paripurna tiada duannya" ucap Arya merayu dengan nada centinya


melihat aksi jadi-jadian Arya, Eza mulai bergidik ngeri


"loe mau gue hantam pake stik bisbol haa" Eza mulai parno


"sumpah Ya gue jijik banget liat loe kayak gitu...berhenti nggak kalo nggak gue seret keluar nih" timpah Eza yang mulai ambil kuda-kuda


"Dasarr lo" Eza sambil melempar bantak ke Arya


"emang loe pikir gue apaan haa..gue masih normal tau..hormon kelakian gue nggak ngaruh kalo deket ama loe..Tenang aja" Arya


"sekali lagi loe kayak gitu liat aja gue kabulin keinginan loe jadi cewek seutuhnya" Eza


"yayayayaya....tapi gue nggak janji ya..hahahaha" Arya


"ARYAAAAA" teriak Eza


Beberapa saat kemudian....


jarum jam menunjukkan pukul 1 dini hari lewat..menandakan semua penghuni rumah sudah terlelap dalam buaian mimpi indahnya, namun berbeda dengan Eza yang entah mengapa matanya sangat sulit diajak berkompromi bagaimana tidak tempat tidurnya yang biasa tenang-tenang aja berubah menjadi tempat pusaran gempa dengan suara-suara mengerikan..


Hingga pagi menjelang...


"wihhhh Za muka lo kenapa kusut gitu itu juga mata loe kenapa ada lingkarannya kayak panda tau nggak bikin gemes aku tuhh" Arya yang terkejut melihat penampakan Eza di pagi hari


" Diam nggak loe...gue kayak gini ini semua gara-gara loe tau nggak" Eza nada frustasi


"gue..emang gue ngapain loe perasaan semalam aman-aman aja" icap Arya tanpa dosa

__ADS_1


"atau jangan-jangan..." pikiran Arya mulai melayang-layang


"aaaaarrrrrggggg" Teriak Arya yang membuat mata Eza membulat sempurna karena sedari tadi merem melek terus


"apaan sihh teriak-teriak nggak jelas gitu masih pagi nih loe mau bangunin penghuni kompleks haa" Eza yang terkejut karena Arya


"jangan bilang semalam loe nodain gue lagi" ucap Arya sambil menutup dadanya dengan kedua tangan


"jangan ngawur dech..loe pikir gue cowok apaan" Eza


"terus kenapa loe sampe nggak tidur gitu" ucap Arya menyelidiki


"intinya ini semua karna loe..karena semalam..."


...FLASHBACK BEBERAPA JAM YANG LALU...


semula aman-aman aja, semuanya tertidur lelap tanpa ada gangguan dan tiba-tiba


Brukk


"awwww...punggungku encokkk" pekik Eza yang jatuh dari tempat tidurnya


"kok gue jatuh gini yaa..mimpi apa gue"


setelah berdiri sambil memegeng punggung yang sakit dan menoleh ke arah tempat tidurnya


"pantes aja gue jatuh ternyata gue di sruduk banteng kampung kayak gini"


"wihhh Arya tidurnya lincah bener geraknya apa dia mimpi lagi dangdutan yaa"


"Ya minggir dikit sono" ucap Eza yang berusaha membangunkan Arya


Karena tak ada respon maka Eza berinisiatif sendiri memindahkan kaki Arya yang sudah melewati guling pembatas


"wihhh gila juga ni Arya tidur kayak orang mati..."


"hancur bener nih tempat tidur gue sudah kayak kapal pecah aja"


setelah cukup lama bergumam sendiri Eza kembali merebahkan tubuhnya di samping Arya saat mulai memejamkan mata terdengar suara yang menurutnya sangat mengganggu


"suara apaan tuhh kok jelek banget ya bunyinya kayak kenalpot pecah gitu" ucapnya sambil menoleh ke Arya


" somplak bener nih Arya gue sumbat juga mulut loe lama-lama ganteng-ganteng ko ngorok, jangan-jangan Arya rengkarnasi babi ngepet lagi,"


setelah berusaha cukup lama memejamkan mata berusaha untuk tidur namun hasilnya tetap nihil justru kegiatan Arya di tempat tidur semakin menjadi-jadi, dan Eza pun menyerah pada akhirnya duduk selonjoran rambut acak-acakan, telinga yang tersumbat dengan kapas serta lingkaran hitam dibawah mata menjadi tampilan yang buruk menyambut paginya yang cerah


...FLASHBACK END...

__ADS_1


__ADS_2