
di kampus itu seketika heboh akan kejadian viral tadi mulai dari gedung fakultas Eza ,Arya dan Inara.
fans-fans yang mengidolakan Eza dan Arya seketika membenci sosok gadis yang bernama Inara itu, membuat heaters Inara semakin bertambah belum lagi di fakultasnya.
Tapi bukkan Inaranya namanya jika hal semacam ini diambil pusing.
selepas jam mata kuliah selesai dimana jadwal Inara dan Eza bebarengan, hanya saja Eza sudah lebih dulu pergi meninggalkan kampus menuju kantor Bibinya, sehingga ia tak bertemu Inara yang juga sudah keluar menuju gerbang
"oh..ini nih cewek kecentilan yang sok cakep itu" cibir salah satu mahasiswi yang juga populer di gedung sebelah
"nggak cakep-cakep amat tuh" ucap yang lain dan masih banyak lagi cibiran-cibiran yang Inara dengar sepanjang kakinya melangkah
tanpa memperdulikan m, Inara hanya melanjutkan langkahnya, rasanya ingin segera pergi meninggalkan tempat yang hanya membuatnya jengah
"gini amat deritanya deket-deket ama idola kampus...ck...bikin kuping panas aja" gerutunya dalam hati
karena panpan yang berada di gendongannya yang sedikit membuat ia kewalahan membuat Inara tak menyadari seseorang yang menghadangnya
"hei.."pekiknya ketika Panpan yang dipeluknya diambil paksa
"balikin nggak" ucapnya lagi sambil mencoba meraih panpan
"nggak...seharusnya tuh ini punya gue" ucap Marcella yang kini berubah tak menampilkan lagi sosok gadis baik dan manis di hadapan orang lain
"nggak..balikin itu punya gue.." balasnya yang tetap berusaha meraih panpan
"nggak...bagusnya ini diapain yaa bebs" tanya Marcella seraya memperlihatkan Panpan pada Yanti dan Geby di belakangnya yang saling tatap kemudian tersenyum smrik dengan permen yang di emutnya masing-masing membuat mereka terlihat seperti tokoh-tokoh pembully
"gue rasa itu terlalu bagus untuk cewek kampung kayak dia.." jawab Geby kemudian di sambung oleh Yanti
"hancurin aja" sahut Yanti
"not bed" gumam Marcella dengan smrik di bibir sexy nya
"jangan..jangan...balikin itu punya gue" sahut Inara yang masih berusaha merebut panpan
"nggak lagi bebs...ini sudah jadi milik gue dan apapun yang gue klaim menjadi milik gue nggak bakalan gue lepas gitu aja" ucap Marcella dengan senyum liciknya
__ADS_1
"bebs...gunting" tamvahnya kagi dengan tangan yang mengadah meminta gunting
"nih" jawab Yanti
"operasi di mulai" gumamnya seraya memulainya dan hal itu tak luput dari beberapa mahasiswa dan siswi yang menjadi penonton gratis
"jangan..."berontak Inara yang saat ini kedua tagannya di pegang oleh Yanti dan Geby
"jangan..balikin punya gue..hikss..hikss...gue mohon" tangisnya ketika Marcella mulai menancapkan guting ke perut panpan, namun belum semlat ia merobeknya sebuah tangan merebut panpan paksa
"APA YANG LOE LAKUIN HAH" bentak Arya
"Arya..."gumam Inara dengan tangisnya
"LEPASIN DIA" bentaknya lagi yang kini mengarah Yanti dan Geby yang seketika membuat mereka berdua takut dengan tatapan Arya yang menghunusnya tajam.
"panpan" ucap Inara yang kini berdiri di samping Arya dengan memeluk panpan kesayangannya
"gue peringatin ke elo yaa dan gue harap ini yang pertama dan terakhir jika hal seperti ini terjadi lagi, maka loe bertiga siap-siap aja" ucap Arya dingin datar yang membuat Inara, Marcella the geng dan beberapa siswi lain terkejut melihat sosok lain dari Arya, pasalnya selama mereka kenal atau tahu tentang Arya yang diketahuinya hanyalah sosok yang hangat dan ramah
"nggak...dia harus gue beri pelajaran enak aja di ambil Eza dari gue" balas Marcella tak kalah bengisnya, kemudian kembali mendekati Inara dan ingin menamparnya
semua orang yang ada menyaksikan terkejut bukan main, bagaimana tidak dikiranya Marcella yang akan menampar Inara tapi ini...
"ini belum seberapa, jika loe berani nyakitin dia loe berhadapan ama gue" ucap Arya setelah menampar Marcella telak dengan senyum smriknya membuat siapa saja bergidik ngeri
"dan oh ya...jangan halu terlalu tinggi takutnya loe jatuh, jangan klim sesuatu yang belum pasti milik loe, gue yakin Eza nggak bakalan deket ama elo jangankan deket ngelirik aja ogah" bisiknya tepat di telinga Marcella yang membalasnya dengan tatapan tajam
"yuk sweety kita pergi" ucap Arya sambil menggandeng kembut tangan Inara menuju mobilnya
"makasih Rya" cicit Inara yang masih setia menatap perut panpan yang sedikit terkoyak dan kini mereka di dalam mobil yang membelah jalan raya
"maaf Ra....gara-gara aku ama Eza , kamu jadi bullyan mereka"
"nggak kok..aku nggak ambil hati, hanya saja aku sedih Panpan pemberian kalian rusak" cicitnya dengan mata kembali mengembun
"hei..jangan sedih gitu nanti kita perbaiki yaa" ucap Arya dibalas anggukan oleh Inara
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di tempat Lain.....
Eza sibuk dengan meeting kali ini, dimana ia dan Bi Mira sebagai CEO nya
meeteng kali ini membahas kerja sama antara perusahaan DENATA GRUP dengan ILX CORP perusahaan Fadil
selama meeting berlangsung semua tampak serius membahas keuntungan dan kerugian yang kemungkinan terjadi selama proyek yang akan dimulai.
sedangkan Eza sesekali melirik Bi Mira dan om Fadil yang asyik membahas pekerjaan, sangat profesional dimatanya. Tak jarang lula Eza manangkap gelagat aneh dari keduanya dimana Om Fadil sesekali mencuri pandang dan Bi Mira yang salting ketika pandangan mereka tak sengaja bertemu
"ada apa diantara dua remaja setengah mateng ini yaa...mencurigakan... sepetinya ada udang di balik tepung nih..ummmm yummy" batinnya
"gue harus buat mereka bersatu yang awalnya kesem-sem menjadi tetettiyuyyyy"
"tapi yang perlu gue pastiin dulu Om Fadilnya bukannya dia spesies setia buktinya aja bini pergi di tungguin padahalkan udah lama selingkuh pula...gue harus jadi detektif conan nih kek nya" batinnya membuat ia melamun jadinya.
"Za....za..."panggil Bi Mira seraya menyenggolnya
leh..iya Bi...apa"
"udah catet semuanya jangan ngelamun aja bisa brabe entar kalo kamu kesambet"
"udah Bi..nih" balasnya sambil memberikan hasil catatannya
"ini tulisan apa coretan kaki ayam Za..."
"yahh tulisan Eza Bi..masa kaki ayam"
"gimana bacanya Za" gerutu Bi Mira
"ini mah lebih parah dari resep dokter" tanbahnya
"enak aja...lagian salah Bibi ama om Fadil ngomongnya cepet-cepet" elaknya
"alah tulisanmu aja yang nggak jelas"
__ADS_1
sedangakan Om Fadil hanya tersenyum melihat lerdebatan unfaedah itu.