
Malam ini Eza dan Arya kembali nongkring di cafe favoritenya, dimana lagi jalau bukan di CAFE CERIA BIN BAHAGIA.
sedikit geli sih namanya, sempat Arya bertanya kenapa namanya unik sekali dan pelayan menjawab agar semua pelanggan yang hadir bisa bahagia dan ceria saat ke cafe ini. Tapi yang dilihatnya sungguh berbeda, terbukti ada beberapa pelanggan yang datang dengan hati yang terluka akibat cinta putus di tepi jalan belum lagi hal-hal yang lain seperti masalah rumah tangga lah, masalah inilah itulah tak nampak ceria dan bahagia tuh setelah dari cafe ini
"dasar bulshit.."gumam Arya
kembali saat ini....
Malam ini sedikit berbeda karena formasi yang dulunya hanya duo gesrek bin durjana, kini sosok tak kalah rupawan dari mereka hadir diantaranya....
"Wih...ada MasBul nih"ucao Arya yang terkejut kehadiran sosok yang dikenalnya itu
"Justin..Ya dasar " gerutu Eza
dan seperti biasa Justin hanya diam dan kaku, sedikit heran sih kenapa Eza yang ini beda dengan yang dikampus dan untuk pertama kalinya ini adalah hangout mereka yang pertama
"diem aja loe bambang...sariawan" sahut Arya
"kek nggak tau Justin aja loe " sahut Eza
"mending ngomong ama boneka suzan yang ngerespon lah ini...ckckck..hancurlah dirimu anak muda" ucao Arya lebay sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya
"nggak perlu kaku bro..jadilah seperti gue dingin di kampus..."ucap Eza terpotong
"P'A diluar" sembur Arya, Justin hanya cengengesan saja sepertinya ia mulai melunak
"okey..okey...maaf" ucap Justin ramah
"nah gitu kan cakep" Arya
"oh..sebelum rapat meja bundarnya di mulai alangkah baiknya makanan bin minuman ada diatas meja....pelayannnn" teriak Arya
"dasar..."gerutu Eza
setelah pelayan oergi akhirnya konfersi meja bundar untuk mempersatukan dua pihak untuk meredekapun dimulai..
"oh iya Ya loe tahu nggak..."
"nggak" jawab Arya polos
pletakk
"sabar dulu bambang belum selesai juga" kesal Eza
"ck...loe demen banget si Za KDRT, kalo pala gue nggak bunder lagi gimana..loe mau tanggung jawab" kesal Arya seraya mengelus gemas bekas jitakan Eza
"pala udang mau plus otaknya sekalian" geram Eza
"stop..kok malah berantem sih" sahut Justin yang mulai jengah dengan oerdebatan unfaedah itu
Eza kembali fokus sedangkan Arya yang masih kesal merampas kentang goreng milik Eza dan memakannya rakus
"ternyata Justin ini ponakannya om Fadil Ya"
"what tapi kok bule" pekik Arya sehingga kentang yang baru separu jalan di tenggorokannya membuatnya tersedak
__ADS_1
"uhukk...air.."
"nih.." Arya dengan tergesa-gesa meminum jus yang diberikan Jusrtin
"biasaan" cibir Arya
"tapi kok loe Bule Just" tanya Arya heran
"oh itu ayahku memang bule Jerman sedangkan bunda Indon dan bunda adiknya Uncle Fadil" jawab Justin
"oh..."Arya hanya manggut-manggut
"nah..berhubung jalan menuju kemenangan dah didepan mata gimana kalo kita bekerja sama" saran Eza
"untuk apa" tanya Justin, lasalnya ia sempat penasaran kenapa Eza bisa tahu soal Uncle Fadil dan mengajak ia temuan
"oh..gue belum ngomong yaa" ucao Eza
"gini gue punya bibi namanya Mira dan setahu gue bibi gue itu ama om Fadil temenan dari jaman sekolahan..nah berhunbung Bibi gue Jande kece badai anti mainstem dan Om Fadil duda hot, gimana kalau kita jodohin" saran Eza antusias
"hmmm...gimana yaa" pikir Justin sedangkan Arya hanya sibuk makan
"loe tahu kan om Fadil masih terikat pernikahan walaupun istrinya udah pergi lama, tapi sebelum istrinya itu datang dan meminta talak darinya, maka sampai saat itu juga ia akan tatap oada prinsionya" jawab Justin
Eza diam meelmbenarkan ucapan Justin
"justru itu misi kita kali ini l, kita harys buat im Fadik sendiri yang gugat cerai istrinya dan menikah ama Bibi Mira" ucao Arya
"setuju..taoi Bi Mira jadi pelakor dong" jawabnya lesu
"yaudah kita susun strategi aja" sahut Jistin dan akhirnya mereka merencanakan yang mesti di rencanakan...
Setelah konfrensi meja bundar selesai, kini mereka membahas topik baru
"oh iya Za gue baru inget"
"apa" jawab Eza yang asyik dengan makanannya
"loe nggak tau emang berita update hari ini, padahal lagi panas-panasnya tuh Justin aja tahu"
"apaansih" kesal Eza yang menurutnya Arya bertele-tele
"hari ini Syika di bully"
"what" pekik Eza seketuka raut wajahnya berubah geram
kali ini topik sedikit serius dari yang tadi
"Marcella the geng..mereka yang bully Syika tadi siang, bahkan panpan yang jadi korban"
"nih loe liat aja" Justin menyodorkan Hp nya di depan Eza, ternyata kejadian tad sempay di vidio oleh beberapa orang yang menyaksikannya
"menurut gue ini udah kelewatan walaupun yang salah disini adalah kita berdua tapi jangan sampai Syika yang jadi korban" ucap Arya
"lebih baik loe beri peringatan ama si Marcella itu, ternyata luarnya doang baik didalamnya iblis" ucap Justin terseyum miring
__ADS_1
"bener-bener kelewatan tuh cewek.."geram Eza
"belum lagi Tiara cs Ya" sahut Justin
"tenang soal dia gue yang handle...Marcella the geng gue serain ke elo aja Za. Kita harus tanggung jawab"
"hmm"
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Pagi hari nya..entah mengapa seolah dewi fortuna berpihak kepada Eza, hari ini jadwal ia, Arya dan Inara barengan masuk pagi
buru-buru ia berangkat ke kampus untuk menyelesaikan masalah yang terjadi
sesampainya disana dan kebetulan Arya juga baru sampai
"Ya kita keremuan di kelas Inara janagn luoa seret Tiara dan cs nya" ucap Eza datar membuktikan kali ini ia dalam mode serius
"hmmm" begitupun Arya, kemudian mereka berpisah
sesampainya di kelas ternyata Marcella dan gengnya sudah ada disana begitupun Justin, melihat kehadiran Eza seketika Marcella dengan sok baiknya menyambut kedatangan Eza
"pagi Za"
"loe ikut gue" jawab Eza datar dan alangkah berbung-bunganya Marcella yang diajak Eza, dipikirnya mungkin Eza akan membawanya ke suatu tempat
"Just...hue minta tolong loe bawah mereka berdua juga ikut gue" tunjuknya oada Yanti dan Geby
tanpa menjawab Justin hanya mengangguk
Di sisi lain..hal yang sama dilakukan Arya
"Tiara bisa loe ikut gue bentar" ucap Arya datar memebuat mereka semua teekejut dengan sisi lain Arya
"kemana" tanya Tiara acuh
"ke Eza"
"what...mau banget..yuk"
"jagan lupa cs loe ikut"
Eza, Justin dan Arya menuju kelas Inara
dari jauh dapat mereka lihat Inara swdang berbincang dengan teman- temannya
"loh kok kita kesini" tanya Marcella begitupun dengan Tiara ke Arya yang berjalan di belakang rombongan Eza
"entar loe tahu" jawab Arya ketus
sedangkan Inara yang baru saja di beritahu oleh Caca yang melihat Eza menuju ke arahnya seketika terkejut
"Eza.." gumam Inara, niat hati ingin pergi menjauh karena tak ingi. lagi kejadian kemarin menimpanya yaitu di bully dan di benci oleh mahasiswi lain namu ln sayang Eza menghentikannya
"Inara" panggil Eza lembut
__ADS_1