
Inara duduk didepan kosannya menunggu Rizky yang katanya akan barengan ke kantor, namun sampai pukul 7 lewat 15 menit yang di tunggu belum juga datang
"Rizki belum datang nak"ucap Bunda Diana meletakkan tas bekal untuk Inara bawa
"belum bunda padahal katanya jam 7 akan tapi kok belum nyampe yaa" keluh Inara yang kini jengkel pasalnya sebentar lagi jam 8 dan ia tak mau terlambat
brummm
brummm
pip... pip
"nah tuh dia" ucap Bunda Diana sedangkan Inara menatap kesal lelaki yang hanya cengengesan tak berdosanya itu
"yaudah Bunda Inara pamit yaa, assalamualaikum" pamitnya dan melangkah menuju Rizki
"maaf telat tadi ngantri bubur ayam dulu" ucao Rizki sambil menunjuk sekantong bubur ayam yang ia tenggerkan di strir motornya
"nggak papa"balas Inara
"pegangin" lanjutnya lagi kemudian Rizki memberikan tangannya untuk Inara pegangan karena memang motornya motor sport otomatis jok belakanganya agak tinggi
"makanya tumbuh tuh keatas bukan kesamping" kelakar Rizki mendapat jitakan maut di kepalanya
"mulutmu" ucap Inara melotot
"lah emang bener kan kamu tuh oendek banget Ra ketek aku pun kamu nggak nyampe"
"awwww...shhhh maa-maaf... "Rizki meringis tatkala cubitan bertubi-tubi melayang di punggungnya
"buruan jalan nanti telat"lanjutnya lagi dan dibalas anggukan oleh Rizki walau hatinya dongkol karena badannya sakit
Bunda Diana yang masih berdiri di deoan pjntu hanya menggeleng kepala menyaksikan semuanya
•••••••
"selamat pagi Syika" sapa Rasya yang kini duduk di hadapan Inara yang baru saja menyalakan komputernya
"pagi Rasya" sapa Syika balik
"udah sarapan belum" tanya Rasya membuat Inara sedikit malas meladeninya. "
"udah"
__ADS_1
"pulang nanti bareng aku yaa" ajak Rasya
"klo itu aku nggak bisa mastiin Rasya harus tau Rizki sibuk apa nggak dulu " jawab Inara membuat Rasya manggut-manggut
"heiii kerja ngapain loe apelan di situ Rasya" pekik seseorang dari arah pintu membuat Rasya dan Inara sontak melihatnya
"alah loe Mer gangguin gue aja" balas Rasya kesal sedangkan Inara tersenyum saja
•••••
"jam berapa" tanya Eza pada Arya yang duduk disampingnya
"jam 10"
"whatttttt.... masih lama dong berarti ngapain kita udah disini aja si Ya" pekik Eza kesal
bagaimana tidak, ia dan Arya lagi duduk manis di kursi tunggu di sebuah bandara. yahhh hari ini hari keberangkatan Arya ke luar negeri dan dengan jahilnya ia meminta Eza mengantarnya ke bandara pagi buta dengan alasan penerbangannya jam 7 pagi
"gila loe yaa.. loe mau gue jadi arca disini karena kelamaan nunggu" kesal Eza yang hanya dibalas kedipan bahu oleh Arya
"sialan" desis Eza tak habis pikir bagaimana bisa ia dengan mudahnya di kibuli oleh Arya kampret ini
"mami papi mana kok belum datang juga" tanya Eza
"oh iya kok Inara gue hubungi kok nggak aktif yaa" lanjut Arya lagi
"nggak tau Ya gue juga udah telepon kok tapi nggak nyambung"
Mendengar itu Arya berpikir apa disana Inara sedang sibuk-sibuknya hingga tak ada waktu ke bukit buat nyari signal tapi kok....
"coba loe hubungi Bi Rika deh Za buat nyuruh orang ke rumah Syika kok gue kepikiran yaa" saran Arya dibalas anggukan cepat oleh Eza dan segera menghubungi Bi Rika disana
"halo Bi"
"......"
"emm begini Bi maaf Eza minta tolong boleh"
"....."
"Bibi tau kan cewek yang waktu itu Eza bawa buat nemuin bibi? iya Bi Inara. Gini Bi Eza telepon dia kok nggak pernah nyambung, boleh nggak Bi suruh mang nanang bentar ke rumah Inara"
"......"
__ADS_1
"iya bi anaknya tante Diana"
"......"
"bilangin ke mang nanang bi bilang Arya mau ngomong karena hari ini akan berangakat ke Amerika"
"iya bi makasih"
tut
"tunggu bentar"ucap Eza ke Arya
15enit kemudian
"halo Bi"
"......"
mendengar apa yang disampaikan Bi Rika membuat Eza membeku di tempat
"ada apa Za" bisik Arya sedikit mengguncang bahu Eza bamun tak digubris oleh Arya
"ahh makasih Bi maaf merepotkan"
tut
"ada apa kok loe syok gitu" tanya Arya lagi
"kata Bi Rika rumah Inara kosong dan kata tetangganya udah pindah beberapa hari yang lalu" jawab Eza
"pindah" cicit Arya
"tapi kenapa? kok tiba-tiba bahkan dia nggak hubungi kita loh" tanya Arya pada diri sendiri dan mendengar kabar itu entah mengapa ada rasa bimbang di hatinya untuk berangkat ke Amerika
"gue nggak tahu Ya. Apa ini semua karena kata gue waktu itu yaa? tapi masa iya"
"maksud loh"
"sebelum kita balik gue sempat nembak dia Ya dan kelihatan banget deh Ya klo itu jadi beban buat dia. apa kerena itu"
"menurut gue bukan deh tapi gue juga nggak tahu"
"aaaaaa...gue bingung Ya" Eza mengacak rambutnya frustasi dalam benaknya berpikir apa Inara menjauhinya karena perasaan nya ini tapi kenapa? jika memang iya sunghuh Eza menyesal mengatakannya.
__ADS_1