~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 80


__ADS_3

"indah" gumam Eza ketika mereka kini telah sampai di sebuah tempat yang membuat ia lagi dan lagi membelalakkan matanya mengagumi keindahan yang dilihatnya


"kenapa Za" tanya Inara yang samar-samar mendengar gumaman Eza


"nggak kok, cuman kagum aja ternyata di desa ini ada tempat seperti ini... indah banget Ra" jelas Eza terkagum-kagum


"oh... aku aja yang udah biasa kesini masih sering kagum Za, apalagi kamu yang baru tahu" terang Eza


kembali Eza mengabadikan momen melalui kameranya.


"beneran nih nggak mau aku fotoin Ra, lumayan loh spot fotonya bagus, ngedukung banget malah" tanya Eza sembari melihat-lihat hasil jepretannya


"nggak ah, males" jawab Inara dengan raut jengkelnya


kini mereka berdua duduk dibawah pohon rindang yang bahkan disana ada sebuah ayunan tali yang terikat disana.


Eza duduk sembari memeluk kedua lututnya sedangkan Inara sedang berayun santai di diayunan, sesekali mengayun-ayun kan kakinya


"Ra.... "panggil Eza namun pandangannya hanya luris kedepan tnoa menoleh


"hmm"


"kamu percaya nggak kalo aku ngerasa pernah kesini" ucapnya


"memang iya" tanya Inara balik, bahkan kini ia sudah duduk bersila disamping Eza


"hmmm, kerasa banget malah kek nyata tapi entahlah aku juga lupa.. bingung aku" balas Eza sedangkan Inara hanya mengedikkan bahu tidak tahu


"oh iya..... " pekik Eza membuat Inara seketika menoleh kepadanya


"napa Za" heran Inara


"aku inget Ra.. mimpi, iya mimpi gue mimpi pernah kesini Ra bahkan tempatnya persis banget ada ayunan itu, pohon itu juga, hanya saja dulu ada bunga-bunga di sekitaran sini tapi ini nggak ada" jawab Eza membuat Inara mengernyit bingung


"mimpi..." tanya Inara membuat Eza mengangguk semangat sembari kembali menghadap kedepan menatap hamparan rumput yang luas itu.


"dalam mimpi itu, aku diajak ketempat itu ama seorang gadis kecil. aku duduk disana" tunjuk Eza pada ayunan yang bergoyang akibat angin itu


"lihatin dia ngelukis disana, Hanya saja aku nggak lihat wajah seperti apa Ra" terang Eza membuat Inara mengernyitkan keningnya. Dari tampangnya seperti ia sedang mencoba mengingat sesuatu, tapi apa


"Ra... "panggil Eza yang seketika membuat Inara sadar dari lamunannya


"hmmm"


"kamu kenapa sih kok bengong gitu, hati-hati loh ya nggak baik bengong ditempat seperti ini apalagi disini.... uhhhh agak serem Ra walaupun indah tapi yaaa gitu deh" jelas Eza

__ADS_1


"maaf-maaf aku cuman kepikiran ama omongan kamu tadi Za" balas Inara sambil nengir nggak jelas


"udah ah ngapain balas itu sih namanya juga mimpi bunga tidur itu mah"


"kalo emang beneran gimana Za" tanya Inara membuat Eza kini menoleh serius ke arahnya bahkan kini Eza mengubah posisinya. Mereka saling berhadapan


••••••


Arya kini bersiap-siap mengemas beberapa stel pakaian kedalam koper kecilnya membuat mami Rina yang memasuki kamarnya mengernyit heran


"loh Arya kamu mau kemana sayang kok nge packing" tanya Mami Rina yang kini duduk di samping tempat tidurnya


"oh.. ini Mi Arya mau ke desa tempat Bibinya Eza, kebetulan Eza lagi liburan disana" jawab Arya


"lah nggak capek apa, kita baru balik loh Za dari perjalanan jauh"


"nggak kok Mi, kan tibanya dari kemarin jadi Arya udah istirahat kok"


"tapi kok packingnya agak banyak sayang, emangnya mau berapa lama disana"


"nggak tau Mi, kalo bisa sih sampe Eza juga balik tapi katanya dia disana agak lama deh refreshing katanya sebelum kerja kantoran" balas Arya sambil melanjutkan kegiatannya.


Mami Rina hanya manggut-manggut


"oh iya sayang, tadi Ben nelpon mami katanya minggu depan ia dah ke Jakarta sama Inggrid juga"


Arya menghentikan sejenak aktivitasnya dan kini duduk disamping sang mami yang tertunduk sedih, menggenggam kedua tangannya dan menyentuh pipi sang mami untuk melihat kearahnya


"Mi.. kan ini udah di omongin dan mami tau alasan Arya kesana untuk cita-cita Arya itukan untuk mami ama papi supaya bangga ama Arya" ucap Arya lembut


"tapi...kenapa harus jauh si sayang kan mami sedih kamu jauh ama mami"


"kan Arya masih di bumi Mi, kecuali kalo Arya dah di dunia lain baru mami.... "


"hussstttt kamu itu ngomong apasih, nggak baik tahu" Mami Rina tiba-tiba membungkan mulut Arya gemas, kesal sakaligus takut akan mendengarnya


"iya.. iya maaf"


"kan nanti mami bisa susulin Arya kesana, uang papi banyak kok Mi hahaha" ucap Arya sedikit candaan


"cih... kamu kira Amrik-Indo dekat seperti sini ke tanah abang" kesal Mami Rina


"hahahaha.... Mami.. mami bisa aeeee, udah lah doain Arya agar sukses sekalian doain supaya dapat jodoh mi, emang mami nggak kasian anak mami yang ganteng paripurna ini jadi jomblo ngenes"


"ck... iya-iya mami doin sukses dan nggak jadi jomblo ngenes lagi...... aminnn"

__ADS_1


"makasih Mi" ucap Arya semabari memeluk maminya penuh sayang


"mungkin memang ini jalan yang harus Arya ambil Mi, Arya nggak mau jadi bayang-bayang buat seseorang dan nggak mau terus-terusan mikirin sosok yang sudah buat Arya jatuh Cinta. Karena Arya yakin ia akan bahagia ama sahabatku EZA maafin Arya Mi"


••••••


Eza masih duduk mendengar cerita dari Inara sesekali ia tercengang sesekali pula ia bingung


"tapi kok aku nggak inget lagi ya Ra"


"aku nggak tahu Za, sampe sekarang pun aku nggak yakin klo itu kamu secara kamu kan nggak tahu"


"tapi dulu waktu kecil aku pernah tinggal ama bibi aku sih Ra, bisa jadi itu aku dan itu kamu. Apa iya kita dulu temenan"


"nggak tahu kan aku nggak yakin"


"seingat kamu dulu pernah ngapain aja ama tuh bocil" tanya Eza antusias, entahlah saat ini ia merasa bahagia jika memang itu dia bukankah ia telah menjalin hubungan jauh sebelum saat ini dengan Inara


"dulu kami suka banget nangkep capung, mancing di sungai terus main petak umpet..apalagi yaahhh" jelas Inara sedikit mengingat masa lampau


"oh iya kami punya rumah pohon loh, bahkan rumah pohonnya masih ada Za. Dulu kami suka banget nonton serial my HEART jadi deh kita buat rumah pohon " terang Inara lagi membuat Eza berpikir keras


"emang benar itu aku tapi kok aku nggak inget sih. Kata bibi ada beberapa ingatan aku di hapus setelah Mami-Papi meninggal seharusnya kan hanya part Marcella, sedangkan aku tinggal disinikan setelah kecelakaan itu" batin Eza mencoba mengingat


"emang nama temen kamu siapa Ra" tanya Eza mencoba mencari informasi lagi


"emm... biasanya dulu aku manggil si cengeng karena anaknya dulu suka nangis bahkan ampe ingusnya meler Za" jawab Inara


"haaaa... malu banget klo itu aku" batin Eza


"tapi namanya sih Zaza karena dulu bibinya manggil itu" lanjut Inara lagi yang kini bahkan membuat Eza terlonjat kaget matanya melotot tak percaya


"ZAZA..... "


"hmmm... emangnya kenapa Za"


"kok aku ada feeling ya klo itu aku Ra, pasalnya hanya bibi yang manggil aku itu ZAZA"


"emang iya... "


"hmmm"


"yaudah besok aku kerumah bibimu, kita ketemuan di deket air terjun aja aku mau tahu emang bener bibi mu itu bibi temen ku"


"tapi klo itu kamu..... " lanjut Inara lagi membuat Eza tersenyum

__ADS_1


"mungkin kita sudah ditakdirkan" balas Eza membuat Inara bungkam


__ADS_2