~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Kelakuan Eza


__ADS_3

"sorry soalnya kalian berdua lucu" ucap Inara


"ya ampun neng ketawa kok kayak kesurupan" ucap Arya


"terus kalian kesini ngapain" tanya Inara


"ohh itu tadi kita dari bukit sana terus sampe kesini dech lewat jalan pintas ehh tau-taunya sampe sini" ucap Eza


"bukit yang ada disana" ucap Inara


"he emm" jawab Eza menganggukan kepalanya


"wahhh aku juga tadi dari sana tempatnya sangat bagus buat nge foto" ucap Inara/Syika


"wahhh itu artinya kita enggak jodoh disitu dong ehh jodohnya malah disini hehehe" timpal Arya


Inara hanya tersenyum manis menanggapinya


"aduhh neng jangan senyum dong..aduh diabetes aku nihh" ucap Arya


"dasar tukang gombal" cibir Eza


"iri bilang dong" balas Arya


"yaudah aku mau balik dulu yaa ada urusan" sahut Inara


"yaa baru juga ketemu bentar udah mau pulang aja" ucap Arya


"kita antar yaa" timpal Eza


"nggak usah..." Inara menolak


"yaudah aku balik yaa" ucap Inara pamit langsung pergi


Arya dan Eza hanya memandanginya sampai sosok Inara/Syika tak terlihat lagi


"yaudah kita juga balik Za"


"yaudah yok"


mereka berdua kembali melanjutkan langkahnya menuju panti, cuaca yang masih sejuk serta sinar mentari yang belum terlalu tinggi membuat mereka kembali menikmati keindahan alam disekitar


saat sampai di panti Arya kembali ke kamarnya sedangkan Eza mencari sosok bibinya


"bi..bibi...MIRA" teriak Eza ketika sosok yang dipanggilnya tak kunjung ketemu


tiba-tiba


plakkk


"auwww...."ringis Eza mengelus punggungnya yang panas akibat tangan ajaib dari sang bibi


"ehhh bibi" Eza yang cengengesan


"ehh bibi..ehh bibi...dasar nggak sopan..ngapain kamu manggil bibi dengan sebutan nama" ucap Bi Mira marah sambil menjewer telinga Eza


"aww..aww..bibi ampun..awww" ringis Eza


"dasar keponakan durjana nggak ada sopan santunnya" Bi Mira sambil menjewer telinga Eza dengan keras


"aww...ampun Bi..aww..aduhh telinga ku aww" pekik Eza


melihat Eza yang meringis membuat hati Bi Mira luluh dan melepaskan jewerannya


"aduhhh telingaku panass..untung nggak putus kalau putus bibi harus tanggung jawab" ucap Eza sambil mengelus telinganya yang panas


"kalau putus ganti aja pake telinga gajah kan gampang" ucap Bi Mira acuh


"besar sebelah dong" gerutu Eza sambil mengikuti langkah Bi Mira menuju ruang tamu


"kamu ngapain sih manggil-manggil kayak depkolektor aja" ucap Bi Mira


"ohh itu..apa yaa aduh aku lupa lohh ini" jawab Eza polos


"teriak nggak jelas ujung-ujungnya lupa kan dapat bonus hahaha"


"bonus-bonus palamu" cibir Eza pelan tapi masih didengar oleh Bi Mira


seketika Bi Mira melotot tajam ke arah Eza


"hehe ampun ceplos bi hehe" cengir Eza


"belum pernah aku gantung dipohon mangga yaa" ucap Bi Mira menatap tajam Eza seolah ingin membelah tubuh keponakannya itu

__ADS_1


melihat tatapan mematikan itu seolah Eza bisa melihat maut didalamnya, susah payah Eza menelan salivanya


"nggak perlu repot-repot bi nanti capek apa kata orang seorang Bibi tega menggantung keponakannya yang ganteng plus imut-imut ini kan nggak lucu" bujuk Eza


"percuma ganteng ama lucu tapi kalau nyebelinnya minta ampun apa gunanya" kesal Bi Mira


"yaudah bisa naik tensi ku ngeladenin ponakan durjana kayak kamu gini" tambahnya lagi sambil memijat tengkuknya yang tegang


"sini bi biar aku aja yang pijitin" sahut Eza sambil mengambil alih pijitan bibinya itu


"STOPPPP"


"kenapa bi" ucap Eza polos


"kamu mau ngebunuh aku yaa.."


"loh yang mau ngebunuh bibi siapa orang lagi mijat gini" jawab Eza samnil melanjutkan aktivitas mijatnya


"hentikan..hentikan..uhukk..uhukk"


"bibi ini nggak ada syukurnya sama sekali yaa udah dipijitin bukannya ngemuji malah ngenuduh" sahut Eza menghentikan aktivitasnya


"aduhh leher ku sakit yang ada pembuluh darah ku bisa pecah kalau gini" pekik Bi Mira


"itu bukan ngejipit namanya tapi nge cekik..dasar..aduhh sakit" pekik Bi Mira


"issss dasar nggak ada terima kasihnya sama-sekali" gerutu Eza


"dasar ponakan nggak ada akhlak emang dasar durjana" kesal Bi Mira


"aisss yaudah aku mau kekamar aja"


"tunggu bentar bibi mau ngomong"


"apa" kesel Eza


"muka jangan di tekuk gitu udah jelek nanti tambah jelek..nggak laku kalau aku mau ngejual" cibir Bi Mira.


"aisss...yaudah bibi mau ngomong apa bete aku lama-lama deket bibi"


"yaudah sana pergi jangan deket-deket tapi ingat segala fasilitas dan keuangan mu aku cabut" ucao Bi Mira sambil tersenyum devil ke Eza


seketika bulu kuduk Eza meremang mendengat itu


"kismin dong"batin Eza


"mulut mu toh lehhh RACUN "


"astagfirullah..istigfar atuh cah ayu" sahurt Eza


"besok kita harus balik ke jakarta ada urusan penting yang harus bibi selesaikan di perusahaan" ucap Bi Mira


"yaaa kok besok sih Bi baru juga 3 hari udah pulang aja" ucap Eza lesu


bagaimana tidak ditempat ini ia bertemu dengan gadis yang selama ini ia cari selama ini


"nggak ada tapi-tapian besok kita pulang nikmati sisa liburmu mulai dari sekarang" sahut Bi Mira meninggalkan Eza


dengan langkah gontai Eza menghampiri Arya dikamarnya


ceklek


dilihatnya Arya yang tertidur pulas dengan pakaian yang masih lengkap dengan sepatunya sambil mendengkur keras


"dasar titisan babi ngepet" batin Eza


seketika ide jail terlintas di otak laknat Eza


"hehehehe...gue balas loe"


dengan jailnya Eza mengerjai Arya dengan menarik kaki Arya mengikat tali sepatunya setelah itu ia berteriak keras di telinga Arya


"KEBAKARAN...KEBAKARAN ARYA BANGUN KEBAKARAN" teriak Eza kencang


seketika Arya bangun dari tidurnya dengan panik ia berteriak


"API..API.." teriaknya sambil beranjak dari tempat tidur dan


BUGGGG


"AWWW" Arya jatuh tersungkur mencium lantai sedangkan Eza sedari tadi duduk manis sambil mem vidio aksi Arya


"hahahaha" tawa Eza pecah seketika

__ADS_1


"kurang ajar dasar EZA DENATA LUCKNAT" teriak Arya penuh emosi


sedangkan Eza yang tanpa berdosanya terus tertawa tanpa peduli ocehan Arya


"awww huaaaa mami bibir Arya nggak perawan lagi...huaaa Arya nyium lantai mamii..." ucap Arya setengah teriak memegangi bibirnya


"huaaaa..haha..aduhh perutku...huaaa..nyium lantai"


sedangkan Arya terus mengoceh mengeluh karena bibirnya tiba-tiba seksi karena dower


tanpa mereka sadari Bi Mira dan Bi Rika masuk kekamar Arya dengan panik karena mendengar teriakan Eza yang bilang kebakaran


"mana apinya..mana" tanya Bi Mira panik begitupun Bi Rika


sedangkan Eza gugup setengah mati membayangkan hal apa yang akan terjadi padanya


"sepertinya jadi juga aku digantung dipohon mangga" batin Eza


sedangkan Arya dengan ide lucknaknya ingin membalas Eza


"mampus loe Ezamuddin hahaha" batin Arya menyeringai


"ohh itu bi Eza jail masa teriak-teriak kebakaran akupun yang tadinya tidur cantik langsung bangun karena panik" adu Arya


seketika Arya menoleh ke Eza yang juga melihatnya, senyum penuh kemenangan hadir dibibir dowernya


mendengar itu tatapan mematikan dari Bi Mira dan Bi Rika tertuju pada tersangka utamanya


"sepertinya ajalku sudah tiba..huaaaa mama" batin Eza


dengan langkah pasti Bi Mira dan Bi Rika mendekati Eza dibarengi Eza yang melangkah mundur


"ampun Aunty's..ampun" ucap Eza


tanpa menunggu waktu lama Bi Rika menjewer Eza dan Bi Mira memukul gemas keponakan lucknaknya itu sedangkan Arya mem vidio adegan itu


"ini namanya karma dibayar tunai tanpa cicilan hahaha" batin Arya puas


"awww...ampun bi..ampun" ringis Eza memgangi telinganya seraya manahan sakit di punggungnya


"dasar ponakan nggak ada akhlak... dasarrr durjana" ucap Bi Mira emosi dambil memukul Eza


"awww...sakit Bi ampunn" pekik Eza


"kamu yaaa udah gede masih suka berulah hampir copot jantung Bibi" dahut Bi Rika menimpali tanpa melepas jewerannya


"awwww...ampun"


tanpa memperdulikan rengek Eza Bi Mira menjambak gemes rambutnya


"ini balasan bagi anak durjana kayak kamu"


"awwww...KDRT, kekerasan terhadap anak ini mah"


"biarin anak nakal kayak kamu harus dibalas berani-beraninya kamu buat kita jantungan kalau jantung kita turnn ke perut terus dicerna bisa brabe" sahut Bi Rika


"huaaaa....jantung di cerna hahaha" seketika tawa Eza pecah tanpa memperdukan sakit yang diderita begitupun dengan Arya yang mendengarnya pun tertawa


"bibi kalau ngomong ada-ada aja" sahut Arya


tangan-tangan nakal para Aunty's itu pun berhenti dan melepaskan Eza yang meringis kesakitan akibat ulahnya


"sekali lagi kamu kayak gitu Bibi karungin terus bibi buang di tong sampah" ucap Bi Mira seraya keluar dari sana diikuti Bi Rika


Eza yang meringis kesakitan sedangkan Arya tertawa puas


"hahaha karma dibayar tunai" Arua


sedangkan Eza kesal melihat Arya yang meledeknya seketika tertawa juga


"bwahaahaha...itu bibi seksi bener....bibir loe dowerrr hahaha"


"sueeee" cibir Arya menutup mulutnya


Beberapa saat kemudian saat suasana kembali kondusif


"Ya besok kita harus balik Bi Mira ada urusan penting di perusahaan katanya" ucap Eza yang berbaring disamping Arya yang mengompres bibirnya dengan es


"yaaaa...cepet bener rasanya nggak tega ninggalin Syika dech" balas Arya


Eza hanya diam mendengar itu


"gue juga nggak tega ninggalin cewek yang selama ini gue cari" batin Eza

__ADS_1


"yaudah sore nanti kita keluar yuk nyari Syika sekalian pamit" sahut Arya


"hmmm" jawab Eza sambil memejamkan matanya


__ADS_2