~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 48


__ADS_3

Mereka semua kini duduk manis, kursi yang tadinya hanya tiga kini bertambah dua mengelilingi meja bundar itu.


Eza, Bi Mira, Arya, Justin dan Om Fadil


Yup...orang tersebut adalah Justin dan Om Fadil..


"wait..wait..wait kok Fadil disini sih" tanya Bi Mira heran


"yah nggak papa dong Bi, sekalian hangout bareng gitu" jawab Arya


"aku juga nggak tau Mir tiba-tiba diajak ama nih bocah" sahut om Fadil menunjuk Justin


"oh iya aku mau kenalin nih ama bibi temen kita yang baru namanya Justin Timberlake" ucap Arya


"Justin tante tanpa Timberlakenya" ucap Justin sopan


"wah..sayang sekali cowok tampan seperti kamu jadi temennya mereka berdua, takutnya gesreknya menular lagi kan sayang" ucap Bi Mira mencibir ke arah Eza dan Arya, sedangkan Justin hanya tersenyum ramah


"Tapi lumayan sih mau nggak jadi pacar bibi" tambahnya lagi sedikit bercanda


"bwahahaha..Bibi loe Za sukanya daun muda hahaha" tawa Arya pecah


"sue..gini-gini gue masih cocok keles jadi gandengan nih bocah"jawab Bi Mira tak terima dan memang benar kalau Justin gandengan sama Bi Mira nggak ada bakalan tahu kalo gandengan Jistin wanita berusia 40 tahunan


"hahaha Bibi-bibi ada-ada aja" ucap Arya sedangkan yang laon hanya terseyum melihat tingkah absurd Bi Mira itu


"kenapa nggak yang disampingnya aja Bi, nggak kalah ganteng tuh" sahut Eza seketika membuat Bi Mira salah tingkah apalagi om Fadil yang melirik ke arahnya


"apaan sih" jawabnya malu-malu


"gimana om mau nggak ama bibi saya lumayan masih fresh" tanya Eza ke om Fadil yang hanya di tanggapi senyuman saja


"yeee om Fadil senyum doang jawab napa" sahut Arya


"isss apaan sih kok bahas kek ginian" ucap Bi Mira yang tak bisa lagi menyembunyikan kegugupannya


"memang ini tujuan diadakannya pertemuan kali ini Bi" jawab Eza


"iyakan Just" tambahnya lagi


"iya tante" jawab Justin dengan cengengesannya

__ADS_1


"sue..baru juga di puja lah sekarang bikin sebel doang" cibir Bi Mira


"lumayan tante om saya masih fresh juga sangat cocok sama tante, nggak keliatan tua kan..nih"ucapnya seraya menunjukkan wajah om Fadil


"just.."bisik om Fadil yang merasa canggung


"nggak papa om..lumayan Bibinya Eza cantik andai saja masih muda udah Justin embat om" jawab Justin juga berbisik


"woy..main bisik tetangga aja" sahut Arya


"gimana nih" sahutnya lagi


"gimana apanya" tanya Bi Mira yang mulai merasa tak beres dengan hal ini


"yah perjodohannya" jawab mereka bertiga membuat om Fadil dan Bi Mira melongo tak percaya


"maksudnya" ucap Bi Mira dan Om Fadil bebarengan


"cie..cie..cie...barengan" goda Arya


"ck ni bocah lama-lama ngeselin juga" kesal Bi Mira


"yaelah Bi truk aja gandengan, sendal jepit juga pasangan masa bibi enggak" goda Arya membuat Eza dan Justin terkekeh geli, sedangkan bi Mira dan om Fadil beesemu merah


"ck...jodohnya masih dalam pengiriman Bi" jawab Arya jadi kesal bisa-bisanya perkataanya menjadi bomerang buat dirinya sendiri


"sok-sok an jadi biro jodoh lah dia sendiri nggak ada jodoh..hahahaha" ucap Bi Mira membuat mereka semua tertawa kecuali Arya yang bersungut-sungut kesal


"kek elo pada punya gebetan aja" cibirnya mengarah pada Eza dan Justin membuat mereka berdua diam seketika, sedangkan Bi Mira dan om Fadil terkekeh geli melihat kelakuan para bocah gesrek itu


"lagi otw"jawab Eza


"kalo gue masih milih kok" elak Justin


"alah sudalah..terus gimana nih, apa jadi" tanya Arya membuat Justin dan Eza menatap ke arah om Fadil dan Bi Mira


"huffff....anak-anak sebelum ini kalian pasti tahu keadaan om kan" tanyanya membuat mereka bertiga mengangguk


"om takut jika memulai hubungan dengan Mira akan membuat ia terluka nantinya, sedangkan dalam posisi om saat ini masih terikat akan hubungan dan Mira tidak"


"apa kalian mau tahu perasaan om sebenarnya.."tanyanya pada mereka semua membuat mereka mengangguk sedangkan Bi Mira mempunyai ekspresi tersendiri mendengar penjelasan Fadil tadi, entahlah apakah itu sedih, marah atau kecewa..entahla

__ADS_1


"om dan Mira sudah berteman dari masa sekolah dulu, bukan berteman melainkan sahabatan. Masa-masa kami dulu indah bahkan banyak yang mengira kami memiliki hubungan yang spesial nyatanya tidak, hufffff......"


"seandainya waktu dulu Mira tidak buru menikah dengan orang lain, maka om akan menyatakan perasaan om waktu itu"


"dan tentunya keadaan sekarang berbeda, seakan keadaan mendukung kami berdua untuk bersama hanya saja om masih terikat hubungan dan om sendiri tak tahu apakah Mira menyukai om atau tidak...bukankah ini sulit?" ucapnya panjang lebar membuat mereka menjadi sendu, sedangkan Bi Mira hanya mampu tertunduk dengan perasaan yang berkecamuk


"apakah perasaan itu masih ada om" tanya Eza


"pasti dari hasil pencarian kalian mengenai om, kalian sudah tahu bahwa om tipe yang setia" jawabnya


"kalian pikir om tidak tahu selama ini kalian memata-matai om" godanya


"hehehehe" membuat Eza dan Arya hanya cengengesan


"jadi"tanya mereka bertiga


"Bibi pamit dulu yaa ada urusan mendadak" sahut bi Mira buru-buru pergi meninggalkan mereka semua yang hanya menatap kepergiannya saja


didalam mobil yang dikendarainya, Bi Mira hanya mampu menangis sejadi-jadinya. ternyata waktu itu Fadil mempunyai perasaan untuknya.


bukannya ia tak peka hanya saja waktu itu cintanya hanya untuk Radit seorang ( alm. suaminya ). dan untuk Fadil hanya rasa sebagai seorang sahabat saja tak lebih.


dan saat ini semuanya kembali terkuak ke permukaan hal yang dulu ia pendam dalam-dalam dan berhasil dilupakan,kini muncul kembali


"ya tuhannn...." lirihnya


Tanpa terasa ia sudah sampai ke tempat tujuan, dengan bunga di tangan ia melangkah masuk kedalam sebuah pemakaman


"mas.."sapanya pada gundukan tanah yang berhiaskan bunga mawar putih


"mas...hikss...hiksss" lirihnya seraya meletakkan sekuntung mawar putih diatas gundukan tanah itu


"mas..hikss...hikss...aku bingung mas..hiksss"


"aku menghianati mu mas...hikss..aku penghianat mas..hiksss"


"aku mencintainya..tapi aku...hikss..aku..hiks" Tangisnya tumpah begitu saja seraya memeluk nisan sang suami tercinta


"aku tak ingin menghianati mu mas...hikss..hikss"


"aku harus gimana mas"

__ADS_1


cukup lama Bi Mira berkeluh kesah disana menumpahkan segala perasaan yang berkecamuk dalam dadanya.


"aku mencintaimu sangat...sangat mencintaimu mas..."lirihnya kemudian bangkit sebelumnya mencium batu nidan sang suami


__ADS_2