~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 93


__ADS_3

"apa" pekik Inara merasa tidak terima jika ternyata ialah yang di tunjuk untuk meng handle kerjasama dengan Perusahaan Denata Grup, jika seperti ini berarti akan setiap hari ia akan bertemu dengan Eza sosok yang ingin di hindarinya itu


Inara kembali sadar saat melihat semua pandangan mengarah kepadanya.


"maaf..." ucapnya sesal dan kembali duduk di tempatnya


Saat ini Bry mengumpulkan devenisi tempat Inara untuk membahas kelanjutan kerjasama dengan Perusahaan Denata Grup dalam 2 minggu kedepan dan tentunya sebagai pemimpin Bry harus memilih seseorang yang memang patut untuk menghandle kerjasama ini dan itu adalah Inara


"apa kamu keberatan Syika?" tanya Bry yang menatap tajam padanya membuat Inara sedikit menciut. Ia merutuki dirinya yang tidak tau situasi ini dalam menyuarakan penolakannya ini.


"maaf pak, maafkan saya" jawab Inara pelan


"yaudah, untuk kerjasama ini saya memilih Syika agar menghandle kerjaan disana. Tentunya dia tidak sendiri kamu Rasya ( tunjuknya pada Rasya yang duduk di samping Inara) kamu akan ikut Syika ke sana"


"saya rasa meeting sudah selesai, usahakan besok kalian sudah bisa ke Jakarta karena 2 minggu lagi Denata Grup akan melansungkan acara itu. Jangan kecewakan saya karena saya berharap lebih pada kalian ber dua"


"jika kalian butuh bantuan segera hubungi devenisi yang terlibat...terima kasih" setelahnya Bry keluatlr di susul sang sekertaris Diana yang kembali kerja setelah cuti melahirkan.


Karena kemarin Diana izin, makanya Bry mengajak Inara ke Jakarta dan karena itulah Inara bertemu dengan Eza disana.


"sialan, bos kampret " cibir Inara dalam hati menatap jengkel yang dengan santainya melangkah pergi tampa melihat penderitaannya ini


"sudahlah Ra, terima aja siapa tahu setelah ini kamu akan di rekomendasikan kan bisa naik jabatan..lumayan kan" ucap Mery sambil merapikan berkas dibawahnya


"iya Syika kan ada aku yang nemenin kamu disana jadi nggak bakalan sepi deh kamunya" goda Rasya malah membuat Inara tambah jengkel


Waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, Inara dan Mery segera menuju kantin yang memang di khusus kan bagi para karyawan


"Mer...aku ke sana ya mau gabung ama Rizki" pamit Inara mbuat Mery hanya menangguk sudah paham, siapa sih yang tidak tahu kedekan Rizki dan Inara di kantor udah go publik mah. Bahkan banyak yang beranggapan mereka pacaran

__ADS_1


"kok mukanya jelek amat sih Ra, kek nda ada duit aja kamu mah" ucsp Rizki sedikit terkejut saat Inara tiba-tiba duduk di depannya


"Bry emang brengsek tau nggak Ki" bisik Inara takut ada yang mendengar ucapannya itu


"husssttt, kamu kok ngomong gitu. Gitu-gitu dia bos kita tahu" kesal Rizki sembari menyuapi makanannya membuat Inara dengan malam juga makan bekal yang di bawahnya


"nih ayam kecap dari bunda" Inara menyodorkan satu cup berisi ayam kecao yang memang Bunda Diana buat khusus untuk Rizki


"wahhh bunda emang the best lah"


"Ki, kamu tau nggak kemarin aku ketemu Eza di sana" ucap Inara tiba-tiba membuat Rizki spontan menghentikan aksi makannya


"terus"


"ternyata dia pemilik perusahaan Denata Grup yaa walau masih Bibi nya sih yang jadi pemimpin tapi tetep ajakan.."


"Ra...saran aku nih yaa sebagain teman mu dari kampung alangkah baiknya jika memang kamu tidak menghindari Eza seperti ini, jika memang kamu sudah tidak mau deket dan melihat Eza kamu ngomong aja. Bukannya itu lebih baik setidaknya dia tahu jika memang dia tidak di inginkan dari pada Eza nya masih berharap kamunya malah nge hilang"


"terus apa" tanya Rizki lagi yang memang tidak tahu alasan sebenarnya


"hanya saja..."


"nggak usah di bahas dulu deh, sebaiknya kita makan malam nanti aku ke rumah mu. kamu hutang penjelasan ama aku Ra"


Rizki kembali melnjutkan makannya yang tertunda di susul Inara yang makan dengan ogah-ogahan


••••••


Eza yang saat ini tampil casual tentunya menjadi pusat perhatian disana. Ditambah lagi Ben yang juga ada disana dengan stelan jasnya.

__ADS_1


Kenapa mereka ada disini?


siang ini Arya akan pulang ke tanah air setelah cuti semester tentunya dan sebelum keberangkatannya dari sana Arya sudah mewanti-wanti bagi Eza dan Ben agar menjemputnya di bandara dengan alasan dia akan membawa kejuatan luar biasa.


"loe yakin si kampret itu nggak bakal bawa bom kan" tanya Eza ke Ben membuat Ben mendelik ke arahnya


"loe pikir sepupu gue ******* apa, yakali bom kalo cewek mungkin iya" balas Ben


"ehh ngomong-ngomgon ngapain kita pada berdiri disini kan ada kursi" tambah Ben lagi membuat Eza menepuk jidatnya


"ya juga yah, makanya ku pikir kek ada yang salah ternyata ini toh" balas Eza..dasar pasangan somplak emang


suara pekikan memanggil nama mereke berdua, membuat Ben dan Eza mencari sumber suara dan yernyata disana sudah ada Arya yang menarik kopernya


"hai bro. How are you" ucap Arya membuat Eza dan Ben saling melirik


"nih anak kepentok apaan sih datang-datang udah jadi bule an aja" balas Eza yang melihat penampilan agak berubah. Rambut berwarna coklat terang bahkan kulitnya juga tambah putih. P'A nya aja yang tidak berubah


"hahaha..loe-loe panglingkan ama gue. Yaiyah sih kan gue makin ganteng" sahut Arya yang memang percaya diri sekali


"hwekkkkk"Eza dan Ben kompak ingin muntah bersama mendengan ke narsisa an Arya itu


"honey..."panggil sosok wanita yang berjalan mendekat ke arah Arya dan merangkul lengannya mesra membaut Ben dan Eza melihantnya melongo tak percaya


"dia siapa" tanya Eza dan Ben bebarengan


"kalian nanya dia siapa" balas Arya dengan gaya alaynya membuat Eza mendelik kesal


"Angelina" ucap sosok itu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya mau tidak mau Ben membalasnya namun tidak dengan Eza ekspresinya berubah dingin seketika

__ADS_1


"yup she is Angelina and she is my girlfriend...giamana cantikkan dia orang sini kok tapi lama tinggal disana" sahut Arya


"buruan, gue mau balik" ucap Eza kemudian berbalik tampa menoleh lagi


__ADS_2