
waktu bergulir dengan cepatnya, tak terasa siang kini berganti malam.
tepatnya pukul 7 malam, para tamu berdatangan dalam rangkah memeriahkan party malam ini
Arya, Justin dan Ifa, Eca dan tunangannya, Caca dengan Baim .
Inara dan perempuan lainnya bertugas menyiapkan bumbu dan mengolah bahan yang akan dimasak, sedangkan para pria bertugas memanggang dan membuat tempat di halaman belakang.
party kali kali ini terasa sangat meriah dan bersahabat, saling bercengkrama sesekali tertawa ceria
Inara datang dengan nampan berisi minuman dingin di tangannya dan membagikannya pada setiap orang yang ada di sana
"makasih Ra" ucap Arya saat menerimanya
Inara lanjut lagi menuju Eza yang saat ini memanggang danging
"ini minumnya" ucap Inara seraya meletakkan segelas minuman di atas meja dekat Eza
"makasih" jawab Eza dengan senyum manisnya
"iya"balas Inara setelah itu pergi meninggalkan Eza menuju tempat para gadis yang asyik begosip sambil duduk bersila diatas karpet yang telah disediakan
beberapa saat kemudian
"hidangan sudah siap" sahut Arya dengan membawa nampan besar daging, jagung dan beberapa seefood hasil pemanggangan tadi
mereka semua duduk bersila di dekat pasangan masing-masing, hanya Eza dan Arya yang duduk disamping kiri kanan Inara
.............Rz..............
Bi Mira yang berada di dalam rumah tak ada niatan untuk bergabung, walau tadi sempat Inara mengajaknya namun dengan alasan tidak sesuai umur Bi Mira menolaknya
Bi Mira hanya asik dengan dunianya sendiri yaitu nonton sinetron andalannya di chanel ikan terbang
namun terganggu akibat salah satu ART nya memberitahu bahwa diluar ada tamu. mau tidak mau Mira beranjak dan melihat siapa yang datang
"hai Mir.."sapa tamu di depan pintu
"eh.....Manda kok disini" ucap Mira terkejut melihat siapa yang menjadi tamunya
ternyata Manda, kakak kelas waktu di SMA dulu. walaupun komunikasi sempat terputus nyatanya Mira tak pernah lupa sosok Manda di waktu dulu.
Menurutnya Manda adalah sosok teman yang baik, ramah dan pengertian tak jarang Mira selalu mencurahkan segala keluh kesahnya dengan Manda karena ia yakin Manda adalah sandaran yang sangat cocok untuknya....waktu itu
"aaaaa......aku kangen" ucap Manda sedikit histeris kemudian memeluk Mira yang dengan senang juga membalas pelukannya
"kamu apa kabar Man" balas Mira dan mempersilahkan Manda masuk
"baik sangat baik..."jawab Manda dan kini mereka berdua sudah duduk di sofa ruang tamu
"sepertinya ada acara yaa...soalnya diluar banyak mobil"
"iya..itu si Eza lagi party an ama temen-temennya...oh iya kamu kesini ama siapa"
belum juga Manda menjawab seseorang memanggipnya
"mom...mommy kok ninggalin aku sih" sahut seseorang yang melangkah mendekat
"eh sayang maafin mommy sayang"ucap Manda dan menyuruh putrinya duduk di sampingnya
"ini anak kamu Man" tanya Mira
__ADS_1
"iya...ini anak aku"
"asataga..sepertinya bibit unggul Frengky berhasil juga buktinya anak kamu cantik banget" puji Mira
membuat Manda tersenyum sedangkan sosok itu tersipu malu
"sekarang kuliah...kuliah dimana" tanya Mira pada putri Manda itu
"kuliah di kampus xxx tante" jawabnya
"astaga bareng Eza dong" ucap Mira
"Eza..Eza anaknya mbak Fajrin dan Mas Riswan yaa" sahut Manda
"iya"
"astaga pasti ganteng banget gede nya orang kecilnya aja udah ganteng banget....aku turut berduka yaa Mir waktu itu aku di Amrik jadi nggak sempat datengnya" sesal Manda
"oh iya nama kamu siapa sayang" tanya Mira ke putri Manda
...............Rz.................
Kembali di tempat Party
Sedangkan di halaman belakang masih dengan keheboannya
selesai acara makan-makan, acara berlanjut dengan sebuah game truth or dare dan kali ini berlangsung seru
botol terputar dan berhenti tepat ke arah Eza
"ck" cebik Eza kesal saat botil berhenti ke arahnya
"truth or dare" ucap Arya dan Justin
"gue..gue mau bertanya" ucap Justin seraya mengkat tangannya mendahului Arya yang sangat gemas ingin bertanya
"oke" jawab Eza dibalas cebik an kesal Arya
"okey...jawab yang jujur mungkin ini agak sensitif yaa" ucap Justin sedikit mengingatkan
"iya"jawab Eza
"jika seandainya suatu hari nanti takdir sedikit bermain dimana kamu dan arya ditakdirkan mencintai wanita yang sama...apa yang akan kamu pilih mengalah untuk bersahabat atau egois untuk cinta" ucap Justin membuat semua mata membola ke arahnya, sedangkan Eza dan Arya saling melirik sejurus kemudian kedua ekspresi mereka serius
"yank kamu apa-paan sih" bisik Ifa ke Justin oasalnya pertanyaan Justin tadi sedikit gimana gitu
"namanya juga pertanyaan yank" balas Justin
Eza menghelak nafas sejenak, pertanyaan ini tentunya sudah ia rasakan dan jalani sekarang
"seandainya itu terjadi..."ucap Eza sedikit terhenti
"aku lebih memilih egois" ucapnya lagi
"tapi bukan egois karena cinta lebih tepatnya egois karena lebih memilih untuk merelakan sahabat dan cinta itu bersatu" jawabnya tegas
"jadi" sahut Justin yang sedikit tak mengerti, sedangkan Arya menatap Eza penuh arti
"jika seandainya Arya juga menyukainya, maka aku rela mundur untuk merelakan sahabatku bahagia dengannya karena aku yakin jika bukan aku ditakdirkan untuk menjaganya maka tuhan memilih Arya untuk itu. terdengar egois karena aku memilih keduanya, aku tak ingin karena wanita persahabatan ku hancur juga tak ingin karena persahabatan cinta ku jadi rumit" jawabnya panjang lebar sambil memandang Arya dengan seyuman hangatnya
"jika seandainya suatu saat nanti Inara memilih elo dengan sangat rela gue melepasnya Za buat elo, dari sini gue yakin bahwa persahaban dan cinta sama derajatnya buat elo tampa berat sebelah, tapi apa elo sadar bahwa dua-duanya buat elo terluka Za" batin Arya menatap sendu Eza dan Arya membalas senyum hangat Eza
__ADS_1
"apa kamu nggak bakalan terluka Za saat melihat sahabatmu bersama cinta mu" sahut Baim
"terluka sudah pasti bukannya itu hal lumrah" jawab Eza tenang
"mengalah untuk kebahagiaan orang lain bukanlah kejahatan" tambahnya lagi
"oww.......so sweet" gumam Caca
"beruntung banget perempuanya yaa" ucap Ifa dibalas anggukan Caca dan Eca
"udah-udah lanjutin lagi gih" sahut Andika tunangan Eca
permainan kembali dilanjutkan dan kini botol berhenti tepat dihadaoan Arya, Arya yang sedari tadi melamun memikirkan segala ucapan Eza teekejut saat Eza memukul pahanya
"tuh giliran elo lamun aja" ucap Eza
"truth or dare" lanjtnya lagi
"truth ajalah" jawabya malas
"okey...gue lagi yaa" ucap Justin mengacungkan diri
"jika seandainya Eza suatu hari nanti mengingkari ucapannya yang tadi apa yang akan elo lakuin" tanya Justin
"jika suatu hari itu terjadi maka gue akan melepasnya, bukannya tak ingin memperjuangkannya hanya saja jika Eza bisa berkorban dan mengalah buat gue kenapa gue nggak bisa, lagi pula jika ceweknya juga bahagia why not" jawab Arya luga
"loe nggak marah atau benci gitu" tanya Eza
"ngapain...seperti yang elo bilang lebih rela jika sahabat dan cinta itu bersatu, jika suatu saat ia berpaling ke elo itu artinya tugas gue buat ngebahagia in dia udah usai dan sekarang giliran elo nya. jika elo aja bisa berkorban besar kenapa gue nggak" lanjutnya lagi dibalas senyum miring oleh Eza sesekali menggelengkan kepalanya
"asataga ribet banget yaaa.....mudah-mudahan nggak terjadilah" ucap Justin
"udah terjadi keles" batin Eza dan Arya bersamaa.
permainan kembali berlanjut dan botil berhenti teoat di deoan Inara
"yeeey...hiliran kamu Ra" ucap Caca antusias
"truth or dare" sahut Eca dan Ifa
"truth" jawab Nara gugup
"okey kali ini aku yang nanya"ucap Eca
"jika seandainya perempuan itu kamu, kamu milih siapa Eza atau Arya" lanjut Eca lagi membuat semua orang sontak terkejut
"a....a...aku bingung" jawab Inara gugup
membuat Eza dan Arya saling pandang
"bingung...bingung kenapa" tanya Eca
"aku tak ingin menjadi perusak persahabatan mereka berdua, jika seandainya boleh memilih pertemanan lebih baik diantara kita dari pada memilih cinta jika saling menyakiti" jawab Inara lugas
"astaga...anggap aja Ra..anggap aja buat kali ini kamu egois okeyyyy" ucap Ifa
"emmm....itu apa yaa...a..aku pilih....." belum juga Inara melanjutkan omongannya tiba-tiba Bi Mira datang bersama manda dan putrinya
"Za" panggil Bi Mira
"bibi..."jawab Eza kemudian mereka semua terpaku melihat sosok gadis cantik di samping Mira
__ADS_1
"Marcella" batin Inara