~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 91


__ADS_3

Sesuai ucapannya waktu itu Bry membawa Inara bersamanya menuju ke Jakarta walaupun sebenarnya Inara sudah menolak waktu itu, namun apalah daya bawahan tetap bawahan dimana harus mematuhi perintah atasan.


"wah gedungnya besar juga ya pak" ucap Inara kagum memandangi setiap sudut ruangan yang sangat mewah untuknya


"norak" cibir Bry membuat Inara berdecih kepadanya


"jadi room ini yang akan kita hias pak" ucap Inara lagi membuat Bry mengangguk


"iya.. Lumayan luas juga. Kamu sudah membawa sample gambar nya kan"


"sudah" jawab Inara sembari mengangkat benerapa map yang di bawahnya untuk di perlihatkan kepada calon kliennya nanti


"bagus"


"emangnya ada acara apa pak sepertinya akan wahh banget deh"


Mereka berdua berjalan menuju ruang pertemuan calon kliennya ini


"sepertinya ulang tahun perusahaan" jawab Bry membuat Inara manggut-manggut


Mereka berdua di persilahkan memasuki ruangan yang ditujukan kepada mereka dan disambut hangat oleh wanita cantik yang ada di dalamnya


"selama siang, selamat datang di perusahaan kami. Silahkan duduk"


"terima kasih nyonya" balas Bry setelah mereka berdua saling berjabat tangan dan duduk saling berhadapan. Inara sudah memberikan map yang dibawanya kepada wanita di depannya agar leluasa memilih dekoran mana yang akan di pilihnya nanti


"wahh semuanya bagus dan indah, tapi sayang saya belum bisa mengambil keputusan karena atasan saya sebentar lagi kemari"


"jadi... "sela Bry membuat wanita itu mengerti


"saya Ayunda sekertaris dari pemilik perusahaan ini, kebetulan beliau sedang meeting di luar dan sebentar lagi akan tiba"


"ohh maaf saya sampai lupa menawarkan anda minuman" setelahnya Ayunda menelpon OB agar membawakan minuman untuk tamunya


"perusahaan kami akan mengadakan anniversary yang ke 50 dan peresmian pembukaan cabang juga, makanya pihak kami menghubungi anda dari jauh-jauh hari karena mereka mengatakan bahwa perusahaan anda salah satu EO yang sangat terkenal takutnya kalian akan sibuk dan kami tak akan kebagian kesempatan ini" icap Ayunda


"terima kasih atas pujian nona dan terima kasih telah mempercayakan ini kepada perusahaan kami"


Mereka bertiga larut dalam pembicaraan, hingga sura pintu tebuka mengalihakan pandangan mereka

__ADS_1


Deg


Inara terpaku namun buru-buru menundukan pandangannya


"maaf.. Maaf atas keterlambatan saya, sekali lagi maaf pak Bry" ucap sosok itu sungguh menyesal sambil mengulurkan tangannya berjabat tangan dengan Bry


"its okey pak Denata kami mengerti akan sosok anda yang super sibuk ini" balas Bry sedikit bercanda


Eza... Yaah sosok itu Eza Denata bahkan kini ia telah duduk di samping Sekertarisnya Ayunda berarti ia berhadapan dengan Bry dan juga Inara, namun sepertinya ia belum menyadari kehadiran gadisnya di sana


Eza membuka lembaran-demi lembaran ketas berisikan contoh desain,namun seperinya hingga lembaran terakhirpun ia belum menemukan desain yang cocok sepertinya


"bagaimana pak Denata apakah dari salah satunya ada yang anda sukai" ucap Bry sedangkan Inara hanya menunduk


"emm sepertinya belum pak Bry rasanya belum ada yang srek dengan hati saya, maaf"


"tidak masalah kami masih mempunyai pilihan yang lain" ucap Bry dibalas anggukan oleh Eza.


Eza hanya fokus pada lembaran demi lembaran kertas yang dipeganganya tanpa memperdulikan Bry yang kini berdiskusi dengan Inara, namun mendengar nama Syika membuat ia terusik dan mendongak


Deg


"Inara" rasanya dadanya menjadi sesak, dimana akhirnya tuhan menjawab setiap doanya ,dimana ia berharap segera dipertemukan lagi dengan gadisnya itu


"Pak Denata" panghil Bry namun tak membuat Eza mengalihkan pandangannya dari Inara sedangkan Inara juga tanpa sengaja yang sedari tadi menghindari kontak mata dengan Eza akhirmya saling bersitatap karena merasa aneh dengan tingah Eza yang melamun itu


"pak Eza" tepukan lembut membuyarkan lamunanya sehingga tatapan mereka berdua putus dan mencoba kembali fokus pada meetingnya ini.


"sepertinya kami menemui sedikit kendala pak Denata, sekertaris saya ini sampai lupa membawa contoh desain lain pak"


"ohh tidak masalah pak Bry lagi pula acara kami masih 2 minggu lagi tentunya kalian masih punya waktu untuk menunjukkan contoh desain lain pada saya"


"tentu pak, kami akan mengirimkan contoh lainnya melalu email saja gimana"


"tidak masalah pak"


"jadi apakah ini berarti kita sudah mencapai kesepakatan" tanya Bry


"tentu pak Bry perusahaan kami memilih perusahaan anda sebagai WO kami" akhirnya mereka berdua saling berjabat tangan tanda terjadinya kerja sama

__ADS_1


"oh iya pak tentunya dari pihak anda akan ada salah satu yang menetap di perusahaan kami tentunya sampai semuanya selesai kan" lanjit Eza lagi


"tentu saja pak Denata soal itu saya akan menghubungi anda lebih lanjut lagi" balas Bry hangat


Akhirnya Bry dan Inara pamit undur diri dan Eza mempersilahkan nya.


Sejak Inara keluar dari ruangannya pandangan Eza tak olpernah lepas pada sosok gadisnya yang sedari tadi menunduk itu. Pandamgannya menyendu bahkan sudah berkaca-kaca


Sesampainya di lobby entah mengapa dan ada apa dengan Inara ini membuat Bry mengomel panjang lebar.


"makanya jangan melamun aja Syika astaga kamu ini gimana sih, gimana kita pulang kalo kunci mobilnya kamu tinggal di dalam" omel Bry membuat Inara memutar bola matanya malas


"iya-iya aku ambil gitu aja sensian kek PMS aja sih pak" gerutu Inara namun fibalas tatapan nyelayang dari Bry


"iya-iya aku masuk" gerutu Inara memutar langkah menuju kembali ke dalam. Di setiap langkahnya ia berdoa semoga tidak di pertemukan dengan Eza dan entah mengapa rasanya kaki ini terlalu berat melangkah. Semakin dekat rasanya semakin berat saja


"permisi mbak" sapanya pada pegawai yang ada disana


"iya mbak ada yang bisa saya bantu"


"begini mbak saya dari perusahaan EO yang baru saja menjalin kerja sama dengan perusahaan Denata Grup ,hanya saja saya lupa kunci mobil saya ketinggalan di ruang meeting, boleh saya mengambilnya mbak"


"ohh tentu boleh mbak, silahkan"


Inara yang dipersilahkan segera menuju ruang tadi tangannya sedikit gemetar saat memegangi knop pintu.


"ya allah tolong hamba, semoga hamba tidak bertemu dengannya.. Semoga-semoga. Semoga Eza nggak di dalam"


Ceklek


Inara mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan dan ia dapat bernafas lega saat mendapati ruangan kosong


Buru-buru Inara mengambil kunci mobil yang ia tinggalkan dan segera keluar namun baru saja tangannya mencapai knop pintu sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang


"aaaaaaa" pekiknya dan untungnya ruangan ini kedap suara


Inara masih memberontak mencoba melepaskan rengkuhan itu namun semakin memberontak semakin erat pula pelukan itu


Inara tau saangat tau siapa yang memeluknya dari parfumnya saja ia sudah hapal mati

__ADS_1


"aku rindu Ra.... "bisiknya sendu


__ADS_2