
hari terus berlalu berganti minggu, bulan bahkan tahun. Eza dan Arya menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa yang teladan walaupun banyak suka maupun duka yang harus mereka lalui. Tak sedikit kejenuhan, kebosanan yang mereka rasakan apalagi mereka berdua di cap sebagai Pangeran Tampan dari Negeri Dengeng oleh sebagian siswi disana entah itu seangkatan, seniir bahkan sampai junior sekalipun mengidolakan mereka berdua, maklum lelaki tampan berkharisma itulah Eza dan Arya
Kembali di hari ini....
seperti Biasa hari ini mereka nge kampus lagi tak terasa kini Eza dan Arya sudah semester 6 berjalan dan kebetulan juga jadwal mereka hari ini sama jadi Eza dan Arya bisa nongkrong bareng di kampus bukan berarti luar kampus mereka nggak bareng yaaa....
Eza Pov
hari ini jadwal MATKUL ku pagi jadi sebelum jam 8 aku harus stay disana dan setelah ku kabari Arya menanyakan jadwalnya kebetulan sekali ia juga punya jadwal pagi jadi kami sepakat setelah itu kita nongkrong
jam 7 aku sudah selesai bersiap-siap, kulangkahkan kaki ku menuju meja makan untuk sarapan dan disana sudah ada Bibi cantikku walaupun usianya sudah kepala empat tapi wajah dan bentuk tubuhnya sungguh menipu pasti sebagian orang beranggapan jika umurnya masih 28 tahun , jika aku keluar bareng pasti dikiranya kami pacaran ck...
"pagi Bi"
"pagi Za...ayo sarapan dulu tadi Bibi buatkan nasi goreng spesial buat kamu loh"
"wahhh....mantul" ucapku sambil mengacungkan kedua jempolku untuk Bi Mira
"sini piringnya Bibi ambilkan"
satu porsi nasi goreng dengan sosis, suiran ayam dan telur dadar sudah di depan mata tak butuh waktu lama aku langsung menyantapnya karena memang aku sangat suka nasi goreng buatan Bi Mira ini rasanya sama persis buatan mama
"ohh iya Bi sisanya masukin dalam tupperware yaa Bi" ucapku yang masih mengunyah
"haaaa untuk apa"
"biasa Bi buat si somplak Arya, diakan suka banget nasi goreng buatan Bibi..ingat gah waktu itu Arya bahkan nambah sampai 4 kali ...gila nggak tuh anak, aku aja bagian seporsi doang...ck"
"ohhh...oke bentar"
setelah selsai sarapan dan satu bekal makan Nasi goreng dengan lauk lengkap sudah di tangan aku segera pamit pada Bi Mira yang memang sudah siap ke kantor hari ini
Skip.....
ku parkirkan mobilku di samping mobil Arya yang memang sudah terparkir disana tapi si somplak itu kemana yaaa....
ku ambil hp ku dan ku hubungi dia
"halo..loe dimana"
"udah dikelas...loenya kelamaan keburu dosen ku datang"
"ohhh....nanti ketemuan di kantin...bye"
ku langkahkan kaki ku menuju kelas dan seperti biasa lagi-lagi di mejaku sudah ada sebuket bunga dan berbagai jenis coklat
"huffff.....derita orang tampan gini nih banyak fansnya...hahahaa" gumam Eza tersenyum geli sedangkan rupanya tetap datar dan dingin
authot pov
setelah 2 MATKUL selesai Eza segera menghubungi Arya menanyakan apakah Arya punya JamKos atau tidak
"halo...loe dimana"
"di kantin...baru juga pantat gue duduk nih loe udah nelpon aja...apaan"
__ADS_1
"loh loe nggak ada jadwal" tanyaku sambil merapikan buku catatan ku di atas meja dan memasukkannya di tas
"ini gue kosong nanti jam 4 baru masuk lagi...kenapa"
"nggak kenapa-napa loe tunggu gue jangan kemana-mana dan jangan pesen dulu kalo gue belum datang..okey...bye"
tut...tut..tut
sedangkan disisi sana Arya sedang menggerutu kesal bisa-bisanya si Eza melaranganya pesan makanan sedangkan menu dan mbak pelayannya sudah berdiri disampingnya tinggal menunggu konfirmasi pesanan apa saja yang diinginkannya
"hehe..maaf mbak pesannya nanti aja yaa..tunggu teman saya dulu "ucap Arya cengengesan merasa tidak enak
"ck...bilang dong mas bisanya kok PHP in doang" gerutu mbak pelayannya sambil berlalu pergi
"idih baperan" cibir Arya
beberapa menit kemudia Eza datang dan mengambil tempat duduk di depan Arya yang mukanya sudah ditekuk
"napa loe" tanya Eza sambil meletakkan tas di atas meja
"loe lama bener...loe tau nggak bayi gue udah laper tau" jawabnya bersungut-sungut sesekali mengusap perutnya yang sispek
"idih..najong.." cibir Eza
"seharusnya loe tuh beruntung punya sahabat kayak gue yang selalu negeperhatiin loe..iss" ucap Eza sabil mengeluarka tupperwarenya
"idih loe anak TK atau Mahasiswa kok bawah bekal segala" cibir Arya
"kenapa"ucapnya sambil membuka tutup tupperware itu
"hmm...kenapa harus malu gue nggak hidup dari gunjingan seseorang, hidup gue yaa hidup gue loe nggak suka gue nggak pusing" ucapnya sambil menyeringai tipis
"good" ucap Arya mengankat 2 jempol untuk Eza
"wahh...enak tuh..bagi dong"
"enak aja...tapi emang bener sih awalnya niat gue mau kasih ke elo tapi gue rasa elo malu deh makan makanan bekal kayak gini jadi...ya nggak jadi" sahut Eza
"yang namanya loe udah niat mau kasih ke gue itu artinya buat gue..udah jadi rezaki gue keles" jawab Arya yang berhasil merebut bekal itu
"hmmm...enak pasti buatanan Bi Mira nih"
"hmm..karena gue anak baik, soleh, tampan dan rajin menabung jadi gue bagi loe kan lumayan dapat pahala bagi makan untuk anak kayak loe"
"sue...yang ikhlas dong nanti baru masuk ke mulut udah diare gue"
"aminnn"
"sue...."
karena Arya makan nasi goreng buatan Bi Mira, Eza memilih memesan ketoprak dan es jeruk aja
"loe nanti ada jadwal Za"
"nggak kalo bisa habis nih gue mau ke kantor Bi Mira"
__ADS_1
"ohhh...ck gue masih ada satu jadwal lagi tapi nanti jam 4 jadi gue ikut loe aja kali yaa"
"boleh"
"tapi gue nebeng loe mobil gue disini aja"
"kenapa"
"irit bensin..hahaha"
"dasar pelit"
"bukan pelit tapi berhemat..hahaha..uhuk..uhuk..uhukk..."
"kualat kan loe" sahut Eza menodirkan air ke Arya dan menepuk-nepuk punggungnya tapi agak keras
"uhuk..uhukk..loe mau bunuh gue..uhukk"
"kalau bisa sih iya.." jawab Eza menyeringai
"awas loe yang ada batuk tidak reda jantung copot iya"
selesai makan mereka berangkat menuju kantor Bi Mira
di perjalanan mereka bernyanyi riang memamerkan suara mana yang paling cempreng diantara mereka
"ohh iya Za...loe nggak pernah dapat kabar dari Syika"tanya Atya di sela nanyinya
"nggak..."
Arya hanya manggut-manggut mendengarkan
"gue rasa libur semester nanti kita kesana lagi aja gimana"
"ide bagus sih tapi gue mau stay di kantor Ya mau bantuin Bi Mira kasihan Bi Mira nggak ada waktu buat nyari jodoh gara-gara urusan kantor..ini aja gue kesana mau bantuin Bi Mira"
"nyari Jodoh..hahahaha...emang masih laku"
"kurang asem..loe nggak liat apa Bibiku yang satu itu cantik, modis, pintar dan baby face umur 40an masih kayak 20an"
"iya juga sih...gue aja pangling liatnya untung udah tua kalau enggak udah gue pepet tuh tante loe..hahaha"
"idih nggak ridho gue punya paman kayak loe"
"nggak cocok ya.. ya juga sih kan cocoknya gue jadi adik loe..hahaha"
"kakek iya" cibir Eza
"suee..."
Beberapa menit perjalan mereka dampai di pelataran kantor yang lumayan luas..perusahaan yang berlantai 10 dengan tulisan besat di luarnya bernama
DENATA GRUOP
perusahaan hasil kerja keras papa dan mama Eza dalam membangunnya.
__ADS_1