~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Pertemuan #1


__ADS_3

Misi telah direncanakan dan akan di usahakan agar tak sekedar wacana belaka


Setelah malam penentuan misi rahasia itu diam-diam Eza dan Arya mencari tahu siapa sebenarnya sosok Fadil itu dan dari penelusuran mereka berdua sosok Fadil ini adalah seorang suami yang ditinggal pergi istrinya yang selingkuh tanpa adanya kejelasan status dan dari cerita yang didengarnya Fadil adalah tipe orang yang sangat setia buktinya walaupun ia tahu bahwa sang istri selingkuh dan pergi begitu saja ia tetap setia menunggu hingga sang istri datang dan meminta talak darinya lagi pula tak ada tanggungan bagi Fadil anak juga tidak ada karena sang istri divonis mandul


dan menurut penuturan Bi Mira, Fadil adalah sahabat yang sangat baik, pengertian, penyabar dan penyanyang dia mempunyai seorang adik yang tinggal dikampung dan ia sangat menyayanginya


dari semua cerita yang didengarnya membuat Eza dan Arya yakin untuk mendekatkan mereka berdua walaupun tantangan terbesarnya karena Fadil masih memiliki seorang istri tapi iti tidak masalah toh istrinya juga selingkuh tapi itukan sama saja menjerumuskan Bibinya kelubang pelakoran tapi Aarghhh itu urusan belakangan, biarlah mereka dekat dulu menjalin silahturahmi, memperdalam jalinan kasih, lebih mengenal lebih dalam lagi sambil menunggu istri Fadil meminta talak darinya...gila nggak tuh Eza dan Arya memang cocok julukan durjana dan somplak melekat di mereka berdua


Seminggu waktu yang digunakan Eza dan Arya untuk bermain detektif-detektif an mencari tahu tentang sosok Fadil


dan hari ini meraka Free akan kegiatan itu dan mengenai misi rahasia itu mereka sudah memikirkan bagaimana langkah kedepannya


Hari ini seperti biasa Eza berangkat kampus, hari ini jadwalnya bertabrakan dengan jadwal Arya, Arya masuk siang sedangkan ia pagi


seperti biasa mulai dari depan gerbang hingga keparkiran sampai ia keluar dari mobil melangkah menuju kelas lnya selalu saja menjadi pusat perhatian para mata-mata yang ada disana tapi yang namanya Eza itu bukanlah hal yang harus dipermasalahkan


langkah demi langkah ia lalui menuju kelasnya hingga sang netra tanpa sadar menangkap sosok yang tak asing baginya jauh disana, tak ingin berandai-andai ia terus melangkahkan kakinya dekat semakin dekat akan objek itu hingga sampailah ia pada titik sangat dekat hanya saja tak ingin berandai terlau tinggi ia terus melangkahkan kakinya melewatinya begitu saja karena sosok itu hanya menampakan punggungnya saja


beberapa langkah kedepan seketika langkahnya terhenti saat suara yang tak asing juga terdengar ditelinganya hingga mengharuskannya membalikkan tubuhnya mencari sosok objek tadi tapi sayang ia sudah pergi entah kemana tak ingin ambil pusing dan menganggap itu hanyalah suara desiran angin dan sosok fatamorgana yang dialamainya


beberapa jam dihabiskan Eza duduk di kursi kelasnya tanpa banyak bicara sesekali ia hanya merespon teman disampingnya siapa lagi kalau bukan Justin, walaupun tak banyak bicara tapi seolah ia dan Justing mempunyai ikatan tersendiri dan paham akan situasi masing-masing jika Eza dingin dan sedikit respon begitupun Justin jadi diantara keduanya saling nyambung akan keadaan masing dan tak ingin diganggu akan hal-hal yang tak masuk akal menurut mereka seperti hal...


"hai Za.." sapa gadis cantik di depannya siapa lagi kalau bukan Marcella sosok yang Cinta mati pada Eza pada pandangan pertama dan jangan lupa dua pasukan di belakanganya...Yap..Geby dan Yanti jika Marcella sibuk dengan Eza maka mereka berdua sibuk dengan Justin


mendengar namanya di panggil Eza hanya membalas dengan deheman saja tanpa menoleh kesumber suara


"kamu nanti sibuk nggak keluar yuk" ajak Marcella


"sibuk" jawabnya singkat


"sial...susah banget sih ngedeketinnya dari dulu sampai sekarang nggak ada respon lebih apa" gerutu Marcella dalam hati


"kapan-kapan kita jalan yuk"


"nggak janji"


"iss kok kamu nggak care banget sih" ucapnya manja


seketika Eza mendongakkan kepalanya menatap sosok yang dianggap penggagu dalam ketenangan jiwanya di kampus itu aura dingin berkoar keluar dari dalam diri Eza dan membuat Marcella salting seketika

__ADS_1


"pergilah" ucap Eza dan berpaling muka dan hal yang sama juga dirasakan Justin saat ini bahkan lebih parah lagi karena dua sosok pengganggu saling berceloteh ria di depannya dan itu membuat telinganya muak mendengarnya


"sebaiknya kalian bertiga enyalah dari sini" usir Justin tak kalah dingin


tanpa babibubebo mereka bertiga lenggang pergi tanpa sepakata pun dan hanya membawa kekesalan semata


tanpa terasa jadwal Eza selesai juga tepat pukul 1 siang dan saat itu pula Arya baru nge kampus tapi mereka tak saling berjumpa


jika dikelas Eza dijengkelkan karena adanya Marcella maka diluar kelas sosok Tiara teman kelas Arya akan menghantuinya


"hai Za" sapanya sok manis


tak ingin meladeni buru-buru Eza melangkahkan kakinya menuju parkiran dan tentunya diikuti oleh si mak lampir Tiara, dengan cepat Eza masuk ke mobil dan melajukannya meninggalkan Tiara dengan kekesalanya disana


40 menit kemudian


sampailah ia di sebuah perusahaan yang dikelola oleh Bibinya tak ingin menunggu sampai kuliah Eza sudah bekerja disini menjadi asisten Bi Mira jadi bisa di bilang sebagian pekerjaan sudah ia handle


jam 5 sore Eza bersama Bi Mira pulang bersama walaupun idak semobil ia dengan mobil pribadi dan Bi Mira dengan supir pribadinya


Malam Hari setelah makan malam Arya menghubunginya mengajak ia ketemuan di cafe biasa, dengan malas karena lelah Eza meluncur kesana dan yang membuat ia kesal adalah sosok yang mengajaknya belum menampakkan batang hidungnya, apalah daya sebaiknya ia menunggu saja


"hai bro" sapa Arya dan seperti biasa bukan tepukan ringan di bahu melai kan sebuah tabokan yang sedikit meninggalkan sensai panas disana


"ya maaf...tadi itu ada hal yang lebih penting dari loe"


"sue"


karena posisi Eza yang membelakangi pintu masuk ia tak menyadari sosok di belakangnya dan...


sebuah tangan menutup kedua matanya


"apaan sih...lepas nggak" ucap Eza sedangkan sosok itu hanya tertawa geli dibelakangnya begitupun dengan Arya


"lepas nggak kalau enggak...."ucap Eza terpotong


"kalau nggak kenapa..." tanya sosok itu seraya melepaskan tangannya


"HA..."Eza melongo tak percaya sehingga mulutnya terbuka lebar membentuk O serta mata melotot sempurna

__ADS_1


"mingkem nanti lalat masuk lagi...tuh..tuhh mata loe mau loncat" hebo Arya


"Inara"


"hai...."sapanya tersenyum manis


"k..kamu disini"


"ia" jawabnya sambil mengambil posisi duduk di kursi sehingga ia ada diposisi tengah


"kok bisa" tanya lagi


"yaa karena bisalah..aneh loeh" jawab Arya seketika pandangan Eza teralihkan ke Arya seolah meminta penjelasan dan Arya pun menjelaskannya


Flashback


Arya tiba di kampus tepat saat Eza sudah berlalu pergi bahkan mobilnya sempat bertemu di pintu gerbang


dengan langkah panjang Arya menuju kelasnya tapi sebelum itu netranya menangkap sosok yang dikenalnya tengah berjalan dari arah berlawanan dengannya hingga sosok itu sampai tepat disampingnya tanpa ia sadari Arya selalu memandangnya hingga beberapa langkah menjauh dari posisi Arya berdiri barulah ia berbalik ketuka sebua tangan mencekal lengannya


"Arya" ucapnya tak percaya


"Syika..loe disini"


"iya Ya aku kuliah disini"


"tapi sejak kapan kok kamu nggak pernah ngabarin di grub Wa yang kubuat waktu itu"


"maaf Ya saat aku ke kota aku dirampok jadi hpnya hilang deh"


"oh..terus sejak kapan kamu disini"


"bisa dibilang beberapa hari kamu dan Eza kembali, aku ke kota dan sekarang aku sudah semester 6 berjalan kiah disini"


"wah parah...selama itu dan kita baru bertemu gila"


"yasudah minta no mu..ini akan menjadi kejutan besar untuk Eza nantinya"


dan pertemuan singkat itupun berlalu oleh Arya yang harus ke kelasnya dan Inara yang pulang

__ADS_1


Flashback End


"jadi yang gue lihat dan dengar itu nggak salah dong" batin Eza


__ADS_2