
seorang gadis cantik tengah duduk disebuah kursi taman depan kompleks perumahannya, ditemani ileh sang suster yang setia berdiri di sampingnya
"non..pulang yukkk udah sore"panggil san suster
"nggak mau Eza nya belum datang" jawab gadis mungil berusia 4 tahun itu
"tapi kan ini udah sore nanti mommy sama daddy nyariin non Marcella nya lagi" ucap sang suster merayu
"nggak mau cella disini aja mau nungguin Eza" tolak Marcella kecil
"*ya*udah sepuluh menit lagi yaa lepas itu kita pulang" ucap suster pasrah
Marcella kecil masih menunggu, hingga akhirnya 10 menit waktu yang diberikan telah berlalu
baru saja Marcella kecil dan susternya beranjak, suara teriakan dari arah belakang menghentikan langkahnya
"CELLA" panggil sosok itu
"EZA" pekik Marcella kecil kegirangan
"maaf ya aku telat" ucap Eza kecil sesal
"nggak kok" jawab Marcella
dan kini keduanya kembali duduk di kursi taman sambil kaki mereka berayun-ayun
"nih" ucap Marcella kecil sembari menyodorkan sebuah bingkisan persegi ke Eza
"apa ini" tanya Eza polos
__ADS_1
"buat Eza...eheheh tapi bukannya nanti aja" cegah Marcella kecil saat tangan mungil Eza bergerak lincah membuka bingkisan itu
"oke dehhh"
"emmm" Marcella kecil mengangguk
"kata daddy aku mau ke Amerika Za, emang, Amerika itu jauh ya Za" tanya Marcella kecil dengan polosnya
"iya jauh....jauhhhhhh sekali" jawab Eza kecil sembari merentangkan rangannya lebar
"yaaaa nggak ketemu Eza dong"
Eza hanya mengangguk polos membenarkan
"yaudah cella nggak mau pergi nanti disana nggak ada temen nggak ada Eza juga"
"Non kita pulang yuk tadi mommynya non udah nelpon mbak sus" tiba-tiba suster Marcella datang dari arah belakang diikuti perawat Eza
tanpa rela Marcella menganggukan kepalanya tanda setuju, kemudian menghadap Eza yang juga menatapnya.
"Eza..cella pulang yaaa....dadah" ucap Marcella kecil melambaikan satu tangannya sedangkan yang satunya lagi di genggam oleh sang suster
Eza hanya membalas lambaian tangan sahabatnya hingga pandangan matanya tak melihat lagi punggung kedua orang itu
sesampinya di rumah, Eza membuka bingkisan dari Marcella
ternyata isinya sebuah lukisan indah wahah dirinya yang terseyum lebar
besok nya Eza datang kerumah Marcella dengan membawa kado balasan sebuah liontin indah untuk Marcella, dan gadis itu menerimanya dengan gembira
__ADS_1
namun kegembiraan mereka sirna, ketika daddy Marcella dan juga mommy nya datang dan mengatakan siap-siap ke bandara
"om beneran cella mau ke Amerika" tanya Eza tak rela
"iya sayang nanti kalian ketemu lagi kok...cellanya nggak lama disana"jawab daddy Marcella dibalas angggukan oleh Eza
"Eza tungguin cella yaa...janji kita tetep temenan yaaa" ucap Marcella dan mengajak Eza menautkan jari kelingking mereka dan Eza pun menyambutnya
membuat kedua anak kecil itu saling menggenggam janji untuk saling setia tetap menjadi sahabat
"tunggu aku yaaa...." ucap Marcella
"iya...aku janji kalau perlu gedenya nanti Eza mau sama cella" ucap Eza polos
"janji yaa...gedenya nanti Eza nikahnya sama cella"balas Marcella
"nggak boleh yang lain" tambahnya lagi dibalas anggukan oleh Eza
"EZA JANJI KALAU GEDE SAMA CELLA AJA" teriak Eza kecil saat Marcella dan kedua orang tuanya sudah memasuki mobil dan Marcella hanya tsrsenyum inda di balik jendwla kasa mobilnya dengan melambaikan tangan ke Eza
••••••••
"gitu" ucap Bi Mira setelah selesai bercerita membuat kepala Eza pusing ketika bayang-bayang masa lalu bagaikan gambar rusak yang kini terputar bebas di otaknya
"sejak kamu kehilangan kedua orang tua mu menyebabkan kamu menjadi syok berat, makanya dokter menyarankan agar ingatan masa lalu sebaiknya di hapus aja karena waktu itu kamu masih kecil takutnya akan berakit fatal akan psikis kamu nantinya"jawab Bi Mira panjang lebar
Ez tak bergeming, ingatan itu masih berputar semua hanya sebuah gambar rusak, berangsur-angsur menjadi jernih
"cella" Batin Eza
__ADS_1