
Di saat Eza dan Inara masih masih menikmati suasana indahnya baikan, beda halnya dengan Justin yang saat ini sibuk sana-sini mencari Eza
"tuh anak mana sih" gumamnya
"kalo gini kapan selesainya nih tugas..ck dasar si Eza"
masih terus melangkah mencari Eza, tanpa sadar kakinya membawanya pada satu tempat paling pojok
"asataga" ucapnya terkejut pasalnya saat ini ia sedang melihat Eza dan Inara saling berpelukan
"apa-paan nih..oh dari tadi loe kerjaanya mojok Za" omelnya membuat Inara malu seketika melepaskan pelukannya paksa dan bersembunyi di belakang Eza
"astaga gue malu banget, kepergok lagi" batinnya dan ia yakini bahwa saat ini wajahnya sudah merona
"apaan sih ganggu aja" kesal Eza
"gue tabok pake buku mau loe" balas Justin kesal
"buku yang loe cari mana" tanya nya lagi
"oh..oh..ohh jangan bilang loe belum nemu lagi" dan dengan polosnya Eza menggeleng penuh keyakinan
"njir...gue tabok beneran luh yaa" kesal Justin memuncak
"keasyikan mojok sampe-sampe tugas dilupain gitu" cibir Justin
"kok loe tambah lemes sih Just..biasanya juga kalem-kalem ngeselin" malas Eza
sedangkan Inara yang masih beesembunyi di belakang Eza hanya mampu diam tak berkutik
"ayo Ra kita pergi " ajak Eza
"eits..enak aja Tugas kita gimana"
"gampang"
"nggak-nggak gue nggak mau nilai gue anjlok nantinya"
__ADS_1
"sekarang kita kudu kerjain" tambahnya kli ini ia menarik tangan Inara membawanya pergi
"eh..eh..apa-apaan nih Just" teriak Eza yqng seketika medapat reguran dari para penghuni perpus yang asyik belajar
"maaf..maaf..nggak sengaja" balsasnya lirih kemudian pergi mengejar Justin
Di Tempat Lain....
Bi Mira kini duduk termenung memandand keluar jauh disana, dibalik kaca besar di kantor nya
selama kejadian waktu itu, kini pikirannya bercabang dua begitupun dengan hatinya. Disisi lain rasa cinta untuk mendiang sang suami masih bersemayam indah dalam hatinya, namun tak di pungkiri sisi lain di lubuk hatinya ada satu rasa yang kini tumbuh akibat kisah masa lalu.
yaitu untuk FADIL sahabatnya.
"permisi bu" ucap seseorang dari arah pimtu sana dan ternyata sng sekertaris
"iya ada apa" jawabnya seraya menoleh ke sekertarisnya
"di luar ada orang yang ingin bertemu dengan ibu"
"siapa...sudah ada janji temu...sebentar lagi akan ada rapat" jawabnya sambil memilih dokumen mana yang akan ia bawa pergi
"kalau tidak ada bilang saja saya sedang sibuk" potongnya
"baik bu" setelahnitu sekertaris keluar meninggalkan Bi Mira yang masih sibuk dengan berkasnya
3 menit kemudian...
seseorang masuk dengan tampang casualnya tak lua jket hoodie dengan tudung yang nengkreng dikepala besertaaskernya tanpa mengetuk pintu disusul dengan sekertarisnya di belakang
"apa-paan ini" ucap Bi Mira marah
"maaf bu..saya sudah melarng tapi beliau tetap memaksa untuk bertemu dengan ibu"
"keluarlah" setelah sekertarisnya pergi tinggallah Mira dengan sosok itu
"keluarlah saya sibuk" ucapnya pada sosok itu
__ADS_1
"sampai kapan" jawabnya seraya meleaskan masker dan tudung hoodie di kepalanya
"FADIL" lirih Mira
"sampai kapan hah"
"sampai kapan kamu akan terus menghindari ku Mira" ucap Fadil smbil melangkah mendekat
"tidak...aku tidak mengindarimu hanya saja aku sangat sibuk" elaknya sambil memutar badan menuju mejanya
belum juga sampai sepasang tangan kekar melingkar indah di pinggangnya
"apa salahku Mira" ucap Fadil lirih namun tak mendapat jawaban dari Mira yang masih terkejut akibat tindaknnya itu.
"lepas..."Mira memberontak mencoba melepaskan tangan Fadil
"tidak sebelum kamu jawab"
"Fadil lepas ini kantor...lepas" Mira masih berusa tapi sayang Fadil malah mempererat pelukannya
"biarkan seperti ini sebentar saja Mira" ucap Fadil lirih seraya menjatuhkan dagunya di pundak Mira
"maaf jika aku ada salah yang membuat kamu tidak nyaman dengan kehadiranku, jika memang iya aku janji akan pergi jauh dari kamu" tambahnya lagi dengan ucapan lirih yang mengayun lembut di telinga Mira
Mira masih diam tak bergeming
"hari ini aku akan ke Australia ada sesuatu yang harus aku selesaikan disana" ucapnya lagi kemudian melepaskan pelukannya
"pergilah" jawab Mira setelah sekian lama diam tanpa menoleh
seandainya ia berbalik maka yakinlah ia akan melihat kekecewaan dan kesedihan yang tercetak jelas di wajah Fadil saat ini
"aku pergi...jaga diri baik-baik" setelah mengucapkn itu ia keluar menininggalkan Mira dengan derai air mata di sana, masih dengan posisi yang sama.
"justru aku yang harus meminta maaf ke kmu Fad, ini bukan salahmu dengan memcintai ku tapi salahku karena belum bisa yakin apakah ini cinta tau hanya sekedar rasa semu belaka...hikss...hikss" batinnya
Di sisi lain...
__ADS_1
Fadil telah memantapkan hatinya untuk mendapatkan cinta dari Mira, ia tak ingin karena kebodohannya yang tidak memperjuangkan cintanya membuat ia harus merelakan orangbyang dicintainya bersanding dengan orang lain.