
Pagi harinya....
tanpa di duga-duga hari ini Marcella datang bertamu kerumah Eza
"Siang Tante" sapanya ramah
"Marcella...siang, sendiri" balas Bi Mira ramah
"iya tante kebetulan lewat makanya mampir"
"oh..masuk lah"
Bi Mira dan Marcella kini duduk di ruang tamu sambil ngobrol membuat mereka berdua kini terlihat sangat akrab
Tiba-tiba dari arah luar Eza datang
"loh Za udah pulang" tanya Bi Mira heran
pasalnya hari ini Eza sudah mulai memegang kendali penuh perusahaan Denata Grub, perusahaan yang dibangun oleh kedua orang tuanya
"Iya bi" jawab Eza singkat saat menyadari kehadiran Marcella disana
ada perasaan lain yang sulit ia jabarkan sendiri saat melihat Marcella, apalagi sejak mengetahui bahwa dulu ia pernah dekat
"aku ke atas dalu" pamitnya kemudian berlalu
"emangnya Eza udah kerja tan"tanya Marcella
"iya, hari ini udah mulai kerja di kantor gantiin tante" jawab Bi Mira
"kalau kamu kesibukannya apa sekarang" tanya Bi Mira
"lagi nungguin wisuda dulu tan baru kerja di perusahaan daddy" jawab Marcella membuat Bi Mira hanya manggut-manggut
Tak berapa lama Eza turun namun hanya berlalu menuju halaman belakang dimana disana tempat hewan peliharaannya berada
melihat Eza berlalu saja membuat Marcella berinisiatif mengikutinya
"tan....Eza pergi kemana" tanya Marcella
"palingan kehalaman belakang" jawab Bi Mira
Marcella segera bergegas menuju halaman belakang setelah berpamitan pada Bi Mira
sesampainya disana, ia dapat melihat Eza duduk di sebuah bangku tak jauh dari kandang yang lumayan besar sambil mengelus-ngelus bulu kucing
Marcella mendekat kemudian menyapa Eza.
Eza mendongak mendapati Marcella yang kini berdiri di sampingnya
"hmm" jawabnya kemudian kembali posisi semula
"boleh duduk" tanya Marcella dibalas deheman oleh Eza
dalam hati Marcella bersorak riang karena berpikir Eza tak secuek dulu lagi, yaaa walau masih dingin sih
"ini siapa" tanya Marcella sekedar basa basi
"Jimmy" jawab Eza
Jimmy sosok kucing imut berbulu coklat bersih dan lebat sangat terawat, mata bello dan ukurannya yang agak besar menandakan ia termasuk kucing sehat
"lucunya" puji Marcella
sesaat keheningan terjadi diantara mereka, hingga akhirnya Eza buka suara
"apa bener kalo dulu kita temenan" tanya Eza
__ADS_1
"hmmm"jawab Marcella
"dulu kita temenan karena ke Amerika aja kita lost kontak, saat aku balikbeh tau-taunya kamu udah beda" jawab Marcella dengan senyum manisnya.
Tak dapat Eza pungkiri jika memang Marcella adalah sosok gadis cantik apalagi saat tersenyum dijamin laki-laki pada keyok
"kamu inget nggak dulu pernah janji kalau kita selalu temenan" tanya Marcella
"bahkan kamu pernah janji buat sama aku kalau udah gede" tamnahnya lagi
kini kata loe gue tak ada lagi melainkan aku kamu
"hmmm"jawab Eza
"buktinya mana" pancing Marcella
"keadaan udah beda, itu dulu dan sekarang kita hidup dimasa kini" jawab Eza
"tapi kamu janji loh" ucap Marcella
"aku mencintai seseorang dan itu Inara"jawab Eza kemudian beranjak meletakkan Jimmy kembali kekandangnya
"kamu udah janji Za dan karena janji itulah gue rela kembali buat menagihnya dan janji adalah hutang dan loe harus bayar" batin Marcella
"Tapi apa bole kita temenan kek dulu lagi" tanya Marcella menghentikan langkah Eza yang ingin masuk kedalam
cukup lama Eza terdiam hingga akhirnya ia menjawab Iya
"bolehkan kamu sesikit menghangat nggak dingin kek gini perasaan dulu kamu nggak gini deh" uca Marcella
"akan ku usahakan" setelahnya Eza benar-benar berlalu
••••••••
kini hari yang du tunggu akhirnya datang juga dimana hati ini adalah hari wisuda para pengejar gelar sarjana
Eza turun mencari sosok Bi Mira, sosok yang menjadi pendampingnya hati ini
dimana hati yang ditunggu seharusnya kedua orang tuanyalah yang akan berdiri disampinhnya saat berfoto nanti, namun tak ingin berkecil hati dan yakin pasti Ayah dan ibunya saat ini tengah berbangga diatas sana
Eza duduk di ruang tamu sambil bermanin ponsel, hingga tiba akhirnya Bi Mira datang
sosok wanita cantik berkebaya kebaya silver dengan kain batik berwarna senada tak lupa tas kecil sebai lengkap
wahhh..yang lihat pasti mengira Eza dengan kekasinya namun nyatanya sama Bibinya
"gimana Za..udah cocok belum"tanaya Bi Mura sambil bergaya
"udah cantik kok,..pasti orang mengira Bibi mau wisuda juga" ucap Eza membuat Bi Mira tertawa
"kek mahasiswi yaaa"
"hmmmm"
"yaudah yuk berangkat nantintelat" ucap Eza, Ia dan Bi Mira segera pergi meuju gedung tempat ia wisuda
beberapa menit perjalan akhirnya mereka sampai
disana telah berdiri Mami Rina dan Papi Hendara tak lupa Arya di tengah-tengah mereka
"pih,mih" panggil Eza kemudian menyalami mami dan Papi Arua
"hai mbak, hai mas" sapa.Mira
"wah Mir aku kira siswi lain yang mau wisuda" ucap Mami Rina
"ahh..mba Rina bisa aja" balas Mira tersipu
__ADS_1
"wahhh aku pangling loh Bi....cantik banget sih mau nggak jadi pacarnya Arya" goda Arya ke Bi Mira
"apaaan sih..mbak anakmu ini loh ngeselin pengennya nabok doang ngelihatnya" ucap Bi Mira kesal membuat papi hendra dan mami Rina tergelak
"jnlangan dong Mir, kasihan loh cak bagus ku" balas Mami Rina
"oh iya...mami, papi ma Bibi masuk aja gih nanti nggak kebaigian temoat lagi"usul Eza
"lah kalian nggak masuk"tanya Mami Rina
"ntar aja mi, Arya nungguin temen"jawab Arya
"nunggu siapa Ya" tanya Eza
"Justin katanya tadi nunggu dia dulu nanti masuknya bareng"jawab Arya dibalas anggukan oleh Eza
tak lama kemudian Justin datang bareng Ifa, tak lama disusul Caca dan Baim juga Eca dan tunangannya
"loh Inara belum nyampe" ucap Caca
"belum Ca" ucap Eca
"tadi sih katanya dijalan" sahut Ifa
"yaudah kita tunggu aja"
tiba-tiba Marcella datang, hari ini ia tampil cantik dengan kebaya mereh yang terkesan modern menambah kadar kecantikan, bahkan mampu membuat Baim dan Tunangan Eca panglim
"nggak usah melongo gitu" kesal Eca ke tunangannya
"hehhe...maaf yank"
"matanya mau ku cabut" bisik Caca membuat Baim menggeleng keras
karena memangbtema wisuda kali ini adalah Batik dan kebaya terkhusus perempuan, sedangkan para lelaki dengan Jas formal
"hai" balas Eza
sejak memutuskan menjalin oertemanan kembali, hubungan Eza dan Marcella sudah sedikit membaik walau terkadang Eza masih irit bicara namun tak sedingin dulu
sedangkan Arya yang memang sudah tahu hubungan Eza dan Marcella hanya diam memperhatikan keduanya
entah mengapa rasanya kesl sendiri melihat Marcella itu, walaupun Marcella sudah berusa baik tetap saja buruk dimata Arya
yaaa...gitulah sebaik apapun kamu kalau sudah buruk tetetp buruk tanpa melihat kebaikamu lagi
tak berselang lama, sebuah taksi berhenti tak jauh dari mereka
dan turunlah sosok bidadari yangbsesuangguhnya.
sosok perempuan cantik yang terbalut kebaya hitam bernuansa modern
(seperti ini yaaa, hanya saja ini bukan visual Inara dan Inara tak berhijab)
rambut yang di gulung indah
menambah kecantikannya, walau terbakut dalam kesederhanaan disitulah kecantikan Inara terpancar
sesaat Eza dan Arya terpaku begitupun dengan Justin, Baim dan juga tunangan Eca membuat pasangan mereka berenggut kesal bukan main
beda lagi dengan Marcella, ia sadari kecantikan Inara tak bisa ia pungkiri apalagi dengan lesung pipit yang menambah kemanisannya
namun sebagai seorang wanita ia tak rela jika ia tersaingi apalagi menyangkut Eza
__ADS_1
"ya tuhan...datangkan ia sebagai jodohku tuhan jika bukan ia maka haruskanlah" batin Eza di tengan keterpanaanya