
kening Inara berkerut saat mobil Eza berhenti di sebuah resto berbintang di Jakarta
"disini?.." tanya Inara
"hmmm...." jawab Eza sambil membuka seatbeltnya kemudian turun untuk membuka pintu mobil Inara
"yahhh...klo tau nya kesini mah mestinya aku pake gaunnya yang bagus Za"
"ini juga udah cantik Ra, hanya saja bentar..." Eza kemudian mengitari mobilnya mengambil sesuatu yang ada di kursi belakang
kembalinya, Eza kemudian berlutut mencoba membuka sepatu yang Inara gunakan

membuat Inara reflek memegang bahu Eza
"ngapain pake yang berhak sih..kan kki kamu masih sakit" omel
"tapikan hak nya nggak tinggi banget Za" ucap Inara
"lagian ini juga cocok kok dengan gaun yang aku pake" tambahnya lagi
"klo kaki mu terkilir lagi gimana"
"kau hati-hati kok"
"nih....yang ini aja....lebih aman"

"cantik banget" ucap Inara berbinar menatap swpatu cantik yang kini membalut kakinya
"jadi ini yang kamu beli di toko tadi"
"hmmm....."jawab Eza kemudian memasukkan sepatu Inara tadi ke dalam mobilnya
__ADS_1
Inara yang masih berbinar menatap sepatunya, dibuat terkwjut saat Eza tiba-tiba menggenggam dan menautkan jemari mereka
"yuk....pelan-pelan" ajak Eza sambil tersenyum dan hal itu membuat detak jantung Inara memompa cepat
"ya tuhan...apa ini, astagaaaa jantung ku" batinnya saat merasakan keanehan akan situasi ini
Eza melangkah masuk diikuti Inara yang sedikit berjalan agak tertatih dan itu membuat Eza memelankan langkahnya
Eza mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru mencoba mencari Bi Mira, Arya, dan mami papi namun tak di temukannya
"nyari siapa Za" tanya Inara penasaran karena sedari tadi melihat Eza yang celingak-celinguk mencari sesuatu
belum sempat Eza menjawab, seseorang datang menghampiri
"hai Za" sapanya membuay Eza dan Inara menengok kesamping
"hai....."sapany lagi
"siapa" tanya Eza datar
"oh....."jawab Eza singkat
kemudian pandangan Tiara beralih pada Inara dan pandangan mereka bertemu, dan dapat Inara lihat kebencian terpancar jelas di mata Tiara. lagi-lagi tatapan itu Inara dapatkan setelah Marcella
"permisi mas, atas nama Eza Denata" tiba-tiba datang pelayan wanita diantara mereka
"iya saya"
"keluarga anda berada di ruangan VIP kelas 1, mari saya antar" ucap pelayan itu.
Eza mengikutinya tanpa memperdulikan Tiara yang masih mengajaknya bicara, membuay Tiara geram dan kembali duduk di mejanya dimana disana Bina, Ama dan Fifi ada disana yap...Tiara the geng
"silahkan masuk mas, mbak" ucap pelayan itu sopan
"makasih mbak" balas Tiara sedanhkan Eza membuka pintu dan disana formasi sudah lengkap
__ADS_1
Arya, mami,papi dan Bi Mira sudah duduk cantik dan melihat ke arahnya
"astaga nih anak dari mana aja ha..nggak tau apa kita udah pada jamuran nunggu kamu hah" omel Mami Rina
"maaf Mi tadi ada kerjaan dikantir, makanya telat"
"bohong, kamu pikir bibi tidak disana, cih bedebah" sahut Bi Mira
"Ra...sini" panggil Arya yang baru menyadari kehadiran Inara di balik punggung Eza
"katanya ngantor, pacaran iya" cibir mami Rina
Inara bingung mau apa....situasi saat ini sedikit canggung buatnya, namun ia tersentak saat Arya tiba-tiba menariknya dan mendudukannya di kursi sampingnya
"nama kamu siapa cantik" ucap Mami Rina
"Inara tente" balas Inara dengan senyumnya
"cantik...."ucap Mami Rina
acara makan malam berlangsung ramai dengan canda tawa mengiringinya, sedngkan Inara yang memang merasa asing dengan dirinya karena berada ditengah-tengah keluarga itu hanya diam dan sesekali menyahuti obolan yang ada
"oh iya...kamu kapan ke berangkatnya Ya" tanya Bi Mira
"rencananya sih 3 bulan lagi Bi..."
"emang bisa jaih-jauh ama emak mu itu" ledek Bi Mira
"ya gimana lagi Bi, aku kan kesana buat cita-cita dan pastinya buat nge banggain mami papi" balas Arya seraya merangkul ke dua orang tuanya
"manja" cibir Eza
"mbak Rina nggak ngelarang anak perawannya melanglang buana di negeri orang, kan tau sendiri kehidupan disana bebas"
"mau gimana lagi Mir....dia nya bersih keras,, sebagai orang tua tentunya hanya bisa ngedukung"
__ADS_1
Inara hanya menyimak, ada perasaan yang tidak rela di hatinya Arya akan pergi jauh