~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Pertemuan #2


__ADS_3

Mereka bertiga kini duduk pada kursi masing-masing dimana wanita cantik itu berada di tengah memisahkan Eza dengan Arya


"jangan pada buka mulut dulu kita pesan makan baru kita lanjut...mbak" ucap Arya memanggil waiters untuk memesan makanan...yah kali nongkring nggak ngemil kayak sayur tanpa garam rasanya gimana gitu..


seorang pelayan wanita datang menghampiri ketiganya


"selamat malam mas..mbak..silahkan ini menunya" ucap pelayan itu sopan


masing-masing ketiganya mendapatkan buku menu


"ladysfrist" ucap Arya


"aku bokek nih..di traktir yaa" jawab Inara


"pesan apa saja yang kamu suka intinya Eza yang teraktir" jawab Arya nyeleneh


sedangkan Eza jangan di tanya lagi ia hanya geleng-geleng kepala bisa-bisanya si Arya menjadikan ia atm berjalan tapi nggak papalah demi Inara apasih yang enggak


"benarkah..wah" ucap Inara antusias


"pesanlah Nara apapun yang ingin kamu makan aku yang teraktir jika uangnya nggak cukup Arya kita gadaikan..hahaha" Eza tertawa diikuti Inara dan juga pelayan di samping mereka


"sue" cibir Arya


"emm..makan apa yaa..ini aja deh nasi goreng seefood 1 sama jus jeruk aja deh mbak" pesan Inara


"hanya itu...ngapain jauh-jauh kesini kalau di depan ada tenda biru lagi nongkrong" ucap Arya


"yah bedah dong siapa tau nasi goreng disini beda ama yang di tenda biru"


"yang beda hanya kokinya doang Nara" sahut Eza


"ck..aku yang itu aja" final Inara


"saya pesan tiramizu 1 ama cofeelatte 1" pesan Eza


"emang kenyang" tanya Inara


"ngeganjal doang" jawab Eza, Inara hanya manggut-manggut


"saya pesan buger 1, kentang goreng 1 porsi tapi yang jumbo ya mbak, ama cadangan deh nasi goreng seefood juga 1..oh iya minumnya jus jeruk ama es teh..."pesan Arya


"oh iya mbak 2 botol air mineral takutnya serek" tambahnya


"baik mbak, mas saya permisi dulu" ucap pelayan dan pergi meninggalkan mereka


"emang muat di perut" tanya Inara


"dasar rakus" cibir Eza


"muat dong Syika namanya juga orang lapar..hehehe" jawab Arya cengengesan


"dirumah emang loe nggak dikasih makan ama nyokap loe" tanya Eza


"iss..nggak boleh ngomong kayak gitu Za nggak baik" sahut Inara


"iya..iya"


"untuk malam ini spesial gue nggak makan maunya makan ditraktir loenya Bambang" jawab Arya


"oh iya kamu kuliah di kampus xx ya Nara" tanya Eza sedangkan Arya hanya menopang dagu mendengarkan


"iya dan sekarang sudah semester 6 berjalan" jawab Inara


"oh ya...ckck..kok kita nggak pernah ketemu yaa" tanya Eza ke Arya


"yaiyalah..orang gedung fakultasnya beda" jawab Arya enteng


"jurusan apa"


"Sosiologi"


"kenapa nggak jurusan Fotografi saja kan kamunya suka motret-motret" tanya Arya dibalas anggukan oleh Eza


"jadi fotografer hanya hobi saja sedangkan untuk jurisan sosiologi sudah menjadi pilihan mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat serta dampaknya bagi manusia, bukankah itu penting"

__ADS_1


Arya dan Eza hanya manggut-manggut saja


"kalian berdua jurusan apa" tanya Inara pada dua pria tampan di sampingnya


"kedokteran" jawab Arya


"management bisnis" jawab Eza


"wah calon dokter dan CEO nih" ucap Inara bangga


"iya dong" jawab Eza dn Arya serentak


Beberapa saat kemudian pesanan mereka bertiga datang dan di tatata diatas meja, pesanan yang paling mendominan adalah pesanan Arya sebagian meja di isi makanan Arya saja


mereka bertiga menikamati makanan masing-masing, jika Eza dengan gaya santainya, Inara dengan gaya normal pada umumnya berbeda dengan Arya ia makan dengan terburu-buru dalam sekejap 1 burger berukuran sedang sudah lenyap entah kemana dan kini beralih pada nasi gorengnya gila bener sih Arya


Setelah selesai mereka bertiga masih asyik bercengkrama satu sama lain hingga akhirnya Inara menyudahi pertemuan kali ini


"aku pamit yaa udah malem soalnya"


"kamu kesini naik apa" tanya Eza


"tadi naik taxi bareng Arya"


"loh.. Ya mobil loe kemana"


"masuk bengkel"


"mobil sport kok bermesin tua dikit-dikit bengkel" cibir Eza


"ya namanya juga mobil wajar dong sesekali masuk bengkel kalau nggak bukan mobil dong namanya"


"yaudah aku anat pulang kalau gitu"ajak Eza ke inara


"loe nggak ngajak gue nebeng gitu" ucap Arya


"ajak nggak ajak pasti loe ikut" jawab Eza


"nggak usah deh Za nggak enak soalnya"


"denger yaa Nara ini tuh jakarta ibukota kota besar udah nggak asing kagi yang namanya kejahatan disini..jadi kalau kamu ingin selamat lebih baik ikut aja" ucap Eza


"emm...tapi"


"nggak ada tapi-tapian..ayo" ucap Eza sambil menggandeng tangan Inara menuju sebuah mobil yang terparkir tidak jauh disana diikuti Arya dibelakang


di dalam mobil


"Syika disini kamu tinggal sama siapa" tanya Arya


"sama tanteku kakak dari ibu ku"


"ohhh"


10 menit perjalanan


"dari sini nanti belok kanan yaa"ucap Inara memeberitahukan ke Eza


"sesuai apk" canda Eza


10 menit kemudian


"pelan..dan stop..sampe deh"


sampailah mereka pada salah satu rumah minimalis yang nyaman


"ini rumah tanteku..kalian mau mampir atau nggak" ajaknya


"lain kali aja deh Syika kapan-kapan gitu" ucap Arya dibakas anggukan oleh Eza


"baiklah kalau gitu aku pamit yaa..dahh" pamit Inara dan berlalu pergi


selepas kepergian Inara


"Ya pindah kedepan loe pikir gue sopir loe apa"

__ADS_1


"yakali siapa tau minat" ucap Arya seraya melangkah ke depan dan duduk di kursi penumpang samping Eza


"nggak minat"


"asataga gue lupa minta kontek Nara lagi" ucap Eza seraya menepuk jidatnya sendiri


"loe punya nggak" tanyanya ke Arya


"ya iyalah" jawab Arya enteng


"kirim"


"nggak"


"pelit"


"biarain"


"keluar loe"


"nggak"


"yaudah cepetan kirim"


"besok ajalah..nggak sopan kasih


nomor orang tanpa ijin punyanya"


"dasar"


"minta sendiri aja ke Syika nya kan gampang"


"ck"


dan malam itupun berlalu dengan sangat indah


pagi harinya....


Entah kebetulan atau apa seakan dewi fortuna berpihak pada Eza, pagi ini jadwalnya barengan dengan Arya


di kampus


seperti biasa mereka berdua selalu saja jadi bahan pencuci mata bagi sebagian orang disana entah itu cewek ataupun cowok semuanya pada ngeliatin mereka


dengan Arya yang ramahnya membalas setiap senyum yang terlontarkan dari bibir-bibir yang menyuminya berbeda dengan Eza dengan gaya coolnya ia tetap berjalan seiring kaki melangkah menuju gedung fakultasnya


"oh iya Za loe jam matkul pertama loe jam berapa"


"jam 10"


"kalau aku jam...setengah sepuluh sekarang masih jam setengah sembilan baiklah kita ke gedung sana yuk cari Syika"


"oh iya gue lupa kalau Inara kuliah disini juga"


dengan langkah panjang mereka berdua menuju gedung fakultas tempat Inara


seiring kaki mereka melangkah maka seiring itupula mata-mata pemuja dari mata wanita menatapnya


tak ingin ambil pusing mereka tetap melangkahkan kakinya


sesampainya disana ia segera mencari keberadaan Inara setelah tadi Arya menanyakan dimana letak kelas Inara dan mendapatkan jawaban akhirnya mereka berdua menuju kelas Inara sesampainya di depan kelas dilihatnya Inara swdang duduk-duduk ngumpil bareng beberapa orang disana 4 cewek 3 cowok


Inara yang melihat mereka segera melambaikan tangannya melihat lambaian itu mereka berdua mendekat


"hai" sapa Inara diabalas senyuman oleh Arya dan anggukan pelan dari Eza seperti biasa selama dikampus Eza hanya akan berwajah dingin saja


"wah..mereka berdua ganteng ya" bisik siswi 1


"iya katanya mereka berdua idola loh di gedung sebelah" balas siswi 2


"wah nggak salah kalau mereka berdua di idolakan" siswi 3


"aku malah fans sekarang" siswi 4


mereka berempat saling berbisik-bisik berbeda dengan ketiga pria disana mereka bertia hanya menatap tidak suka pada Eza dan Arua

__ADS_1


__ADS_2