~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Jalan-Jalan


__ADS_3

Selama mobil melaju tak henti-hentinya Arya menggerutu kesal, memamerkan wajah cemberutnya membuat Eza hanya mampu menggelengkan kepala


"kita kemana" tanya Eza


tak menjawab dengan kata Arya hanya mengedikkan bahu acuh


"ayolah jangan ngambek gitu dong..udah jelek tambah jelek pula" ucap Eza mencoba menghibur


"sue..."


"terus kita kemana nih..masa cuma keliling-keliling doang"


"bentar.."jawab Arya sambil metogoh saku celannya mengeluarkan hp menghubungi seseorang


"halo"


"......"


"dimana"


"......."


"okey"sambungan terputus


"ke jln xxxx aja dulu"


"ngapain.. lumayan jauh tuh"


"nggak usah banyak nanya cepetan"sahut Arya masih kesal


"masih marah...lagian rahasia loh aman kok nggak bakalan bocor kalau nggak hilaf hehehe"


"kampret" balas Arya


"hahahaha....lagian loenya juga sih aneh"


"aneh apaan emang salah cowok punya boneka lagian nggak ada peraturan yang melarang juga" Arya bersungut-sungut


"yayaya...yang jadi pertanyaan nih yaa kenapa nggak robot-robotan aja coba kan biasanya cowok itu identik dengan robot-robotan kenapa harus teddy bear coba"


"Ndut namanya tuh Ndut...emang salah lagian kalau boneka enak kalau dipeluk lembut dan nyaman"


"serah loe ajalah Ya yang penting loe happy"


Selama perjalanan Arya hanya menampilkan wajah kesalnya sedangkan Eza hanya mencoba membujuk sahabatnya ngampekannya itu


beberapa saat kemudian sampailah mereka di sebuah kosan putri


"ngapain kita kesini Ya"


"kepo" jawab Arya sambil mengetik sebuah pesan di hpnya


"ck"


5 menit kemudian...


seseorang mengetuk kaca jendela mobil mereka


tuk..tuk..tuk


kaca jendela turun tampillah sosok gadis cantik dan manis terseyum di baliknya


"Nara" ucap Eza terkejut


"hai..."

__ADS_1


"masuklah Ra" sahut Arya dan seketika Ez membuka kunci pintu dengan menekan tombol di sampingnya


"kamu ngapain disini bukannya kosan kamu bukan disini yaa" tanya Eza sesaat Inara telah duduk manis di kursi belakang


"oh itu ini tuh kosan teman aku waktu selesai kerja kelompok aku mampir kebetulan kerja kelompoknya di kafe depan kok"


Eza dan Arya hanya mangut-mangut


Eza meljukan mobilnya kembali membelah jalan


"oh iya kalian mau kemana" tanya Inara


"jalan-jalan" sahut Eza


"berdua"


"hmmm" jawab Eza


"nggak bareng pacar"


"nggak punya" jawabnya lagi


"kasian jomblo kemana-mana nggak bawa pasangan..kasian" ucap Inara sedikit meledek


"oh iya..kok Si Arya mukanya cemberut gitu nggak biasanya"


"oh itu..dia.." belum sempat Eza melanjutkan bicaranya Arya menyela takut si mulut laknat Eza bocor


"nggak papa kok lagi nggak mood aja hehehe" jawabnya sambil memicingkan mata tajamnya je Eza yang hanya di balas senyum manis olehnya


"kenapa...malam minggu gini kok bad mood maunya yang happy dong walau nggap ada pasangan"


tak menjawab Arya hanya menggaruk tengkuknya tak jelas pasalnya mau jujur takut malu


"belum nih...aku di traktir yah"


"sip mah" balas Eza


"tenda biru aja Za"


"emangnya mau makan apa"


"ayam bakar aja sepertinya enak" saran Arya


"nggak papa kan Ra" tanyanya ke Inara


"aku mah apa aja yang penting makan" balas Inara sambil tersenyum sumringah


Mobil telah menepi di pinggir jalan dekat sebuah tenda biru


kini mereka bertiga duduk sambil menunggu pesanan datang. Beberapa saat kemudian akhirnya yang di tunggu datang juga


3 porsi ayam bakar lengkap nasi dan supnya tak lupa pulah 3 jus jerus segar sebagai pendamping, tapi bukan Arya namanya jika soal teraktiran ia tak menambah menu tambahannya yaitu satu porsi sate lontong


"muat" tanya Eza


"so pasti namanya juga lapar"


"dasar perut karet" cibir Eza


"suuuttt...kalau makan jangan ngomong nanti tersedak nggak baik..makan tenang jangan lupa baca doa" tegur Inara


akhirnya mereka berdua nurut dan menikmati makanannya dengan tenang


"setelah ini kita kemana nih bagusnya"tanya Eza setelah selesai

__ADS_1


"gimana ke pasar malam aja..kan malam minggu pasti seru" jawab Inara antusias


"gimana Ya" tanya Eza ke Arya yang masih sibuk dengan tulang ayamnya mencari daging yang terselip di cela-cela tulang


"udah kali Ya dah bersih tuh"


"aku sih ikut aja" jawabnya sambil meletakkan tulang yang di pegangnya


"hekkk" Arya bersendawa menandakan bahwa ia sudah kenyang


"nggak sopan" cibir Eza


"yaa nggak afdol dong udah makan tapi nggak bersendawa" bela Arya


sedangkan Inara hanya melongo menatap piring makan Arya semuanya bersih tak bersisa tak ada satu bulir nasi pun yang tertinggal andai saja tulang bisa di makan mungkin tulang ayamnya pun tak luput di lahap nya


"emangnya Arya kalau makan seperti ini bersih tak bersisa"


"hmmm...Mommy bilang makanan adalah rezeki jadi nggak baik buang-buang rezeki kadang Mommy marah kalau makanan di sisa katanya nanti nangis" jawab Arya


"hihihi...Mommy Arya lucu"


"tapi kadang nyebelin buktinya aja tadi sore aib anak kok di umbar ck" batin Arya


"yaudah capcus yuk nanti kemaleman" ajak Eza sambil berdiri membayar tagihan


Mobil kembali melaju menuju pasar malam


sesampainya disana Eza bingung mencari tempat parkir yang cocok, apalagi malam minggu semakin malam semakin ramain pengunjung


"nggak ada tempat parkir nih" Eza


"rame banget yaa" Arya


"iya dong kan disini ada wahana bermainnya juga selain muda-mudi anak-anak juga banyak" Inara


"itu tuh Za cepet di bawah pohon" pekik Arya saat melihat tempat kosong di bawah pohon membuat Eza jadi kaget


"santai aja keles nggak usah teriak juga napa" kesal Eza


"cepetan nanti keburu di embat" tanpa menjawab lagi Eza melajukan mobilnya menuju tempat yang di tunjuk Arya


"akhirnya dapet juga" mereka bertiga turun dan melangkah kan kaki masuk kepasar malam


"wah rame banget salah dikit bisa hilang nih" ucap Inara spontan Eza dan Arya menggenggam tangannya


"eh kok" heran Inara


"takutnya kamu hilang" jawab Eza


"bisa brabe jadinya" sahut Arya


"hihihi...okey"


"oh iya ranselnya pake di depan aja" ucap Eza yang memang kebetulan Inara membawa ransel di pundaknya berisi laptop dan buku dari kerja kelompok tadi


"kenapa"


"kamu nggak lihat di sini rame berdesak-desakan pula otomatis akan saling senggol menyeggol takutnya ada orang yang akan mengambil kesempatan dalam kesempitan memegang atau meraba sesuatu dari seorang wanita..mengertilah tutupi bagian depanmu dengan ransel" ucap Eza


"yang dikatakan Eza ada benernya Ra cepetan pindahin tasnya" ucao Arya menimpali


"uhhh totweet kalian manis banget sih" ucap Inara sambil memasang wajah gemasnya


mereka kembali melangkah menyusuri jalan sambil melihat-lihat, membelah kerumunan sambil berdesak desakan sambil bergandeng tangan jika Arya di depan Inara di tengah dan Eza di belakang

__ADS_1


__ADS_2