
Kini mereka bertiga telah sampai ke kamar yang telah disiapkan oleh Bu Rika...
Di dalam kamar Eza, tiba-tiba Arya datang karena tingkat ke kepoannya sudah mulai mencapai ubun-ubunya
"Za" sahut Arya seraya menghempaskan tubuhnya disamping Eza yang duduk selonjoran di atas kasurnya
"Hmmm" Eza
"loe nggak mau cerita gitu tentang masalah loe dan panti ini" Arya
"gimana.. jiwa kepo udah keluar...tapi yaa udah kelihatan sihh" Eza
"aneh...dia tanya malah dijawab sendiri, kalau loe udah tau udah cerita aja, loe tau kan kalo kepo gue dah muncul bisa mengganggu tumbuh kembang gue" Arya
"badan udah gede gini masih butuh pertumbuhan, emang loe sebesar kecebong apa..nggak gue cerita juga loe nggak bakalan menyusut" Eza
"udah cerita aja ngapa" rengek Arya dengan wajahnya yang bikin jengkel
"oke-oke....PADA ZAMAN DULU--" ucap Eza terpotong oleh Arya
"jangan mulai dech gue lagi nggak mau nonton kartun itu tau nggak" Arya kese
"oke-oke jadi gini....
...FLASHBACK ON...
Seorang anak kecil yang tampan tengah sangat berbahagia, lari kesana-kemari memamerkan wajahnya yang memang tengah memancar raut kebahagian tanpa ada beban sedikitpun di kedua pundaknya...
Disebuah taman, keluarga kecil itu tampak sangat menikmati Quality time mereka, bagaimana tidak kedua orang tuanya memang super duper sibuk, jadi hanya waktu weekend saja lah yang menjadi waktu kebersamaan mereka menikmati bagaimana sesungguhnya keutuhan sebuah keluarga.
menikmati kegiatan piknik kecil-kecilan walaupun terkesan sederhana tapi kehangatan dan kebahagiaan lah yang menjadi prioritas utama.
Terkadang rasa bersalah datang menghampiri PASUTRI itu bagaimana tidak, waktu yang dihabiskannya kebanyakan terbuang di kantor saja. Pertemuannya dengan sang anak hanya dipagi hari saja saat mereka sarapan dan saat pulang sang anak sudah terlelap dalam buaian mimpinya, hanya kecupan singkat serta belaian hangat yang menjadi penyalur ungkapan kasih sayangnya.
Jadi jika waktu weekend tiba, maka mereka tak akan menyia-nyiakannya untuk bersama sang buah hati tecinta.
"Zaza jangan lari-lari terus sayang, nanti kamu jatuhh, Mas udah jangan di kejar terus Zazanya kasian...sini makananya sudah Mama siapin" panggil sang Mama
kedua insan yang tengah asik kejar-kejaran itu pun langsung menuju ke sumber suara
Setelah waktu makan-makan selesai, keluarga itupun berbincang-bincang ria membahas hal-hal sepeleh namun terkesan nyeleneh yang membuat seulas senyum dan tawa terus terukir di wajah mereka
__ADS_1
hingga kebahagian mereka terhenti ketika sang anak mengungkapkan isi hatinya
"Zaza seneng bisa sama Mama dan Papa terus kayak gini" ucap bosah yang sebentar lagi berumur 4 tahun itu
"Biasanya Zaza selalu sama Bibi di rumah jadi Zaza kadang bosen sendiri, Zaza ketemu sama Mama sama Papa pas sarapan doang selain itu udah nggak lagi" lanjutnya lagi
"Makanya Zaza seneng sekali bisa kesini bareng Mama dan Papa biasanya juga sama Bibi"
walupun Ia menyampaikan isi hatinya dengan nada dan ekspresi yang tak menampakan raut kesedian justru bebeda dengan orang dewasa itu
pernyataan yang gamblang dari sang buah hati mampuh menyentil hati kecil yang tertanam didalam dadanya. Penyesalan yaa hanya itu yang mereka rasakan menikmati tumbuh kembang sang anak tak mampu mereka rasakan dan hanya sang Bibinya lah yang beruntung bisa menyaksikannya
"maafkan Mama sama Papa yaa sayang, kami lakuin ini semua kan juga untuk Zaza cariin Zaza uang supaya nanti kedepannya Zaza bisa sekolah yang tinggi, beli ini dan itu yang Zaza suka" ucap sang Mama sambil mengelus pipi sang putra
"iya sayang nanti suatu hari Zaza akan mengerti dengan semua ini. Mama sama Papa harap Zaza nggak pernah benci sama kami, Zaza hanya perlu tau kami sayang Zaza sangaaaatttt Saaayang...yaa" lanjut sang Papa sambil mengusap rambut putranya
"Zaza nggak benci kok sama Mama sama Papa, Zaza ngerti kok Mama sama Papa cariin Zaza uang yang banyaaakkk buat Zaza. Begini aja udah cukup buat Zaza yang penting Mama sama Papa nggak lupa sama Zaza" ucap bocah yang sebentar lagi berumur 4 tahun itu dengan senang
"nggak sayang Mama sama Papa nggak bakalan lupa sama Zaza, terimah kasih sayang udah ngerti keadaan Mama sama Papa ini juga demi kepentingan Zaza. Maafkan Mama sama Papa nggak bisa selalu di samping Zaza. Mama sayang bangeeett sama Zaza" ucap sang Mama sambil memeluk erat sang putra
melihat adegan haru itu sang Papa pun memeluk kedua malaikatnya itu
"iya Zaza mau apa nanti Papa belikan" ucap sang Papa
"Zaza nggak mau apa-apa Mah Pah, Zaza hanya mau saat Zaza tiup lilin Mama sama Papa ada di samping Zaza" jawab anak itu
"pasti sayang, pasti Mama sama Papa ada disitu" ucap sang Mama kembali memeluk putranya
Setelah cukup lama berpiknik mereka pun pulang ke rumah...
Malam Harinya
Saat semua aktivitas sudah selesai, maka rasa ngatuk pun datang menghampiri..
"Mah Zaza pengen tidur sama Mama sama Papa" ucap sang putra
"emangnya kenapa sayang"tanya sang Mama
"emmm...Zaza hanya pengen Ma..karena kan besok Mama sama Papa udah sibuk lagi dan besok sampe hari jumatnya lagi Zaza akan jarang ketemu Mama sama Papa saat pulang kerja pun Zaza udah tidur" sahut sang putra
"uuuhhhh sayangnya Papa pasti dong sayang Zaza boleh tidur sama Papa dan Mama iyakan Mah" tanya sang Papa ke Mama
__ADS_1
dan Mama pun nenjawab dengan menganggukan kepalanya
"horeeeee.....Pahh gendong" pinta sang putra
Dan Papa pun menggendong anaknya dengan model pesawat menuju ke kamarnya
Seminggu sebelum ulang Tahun Zaza, kedua orang tuanya pun harus disibukkan dengan pekerjaannya yang kebetulan mendapatkan kendala di luar kota. Mau tidak mau PASUTRI itu pun harus berangkat kesana demi menuntaskan masalah yang terjadi. Berhubung sang Papa CEO dan Sang Mama sekretarisnya jadi mereka pun harus berangkat bersama
"Mira mbak nitip Zaza yahh, mba harus keluar kota bareng Mas Iswan ada masalah sama proyek disana" pinta sang Kakak yaitu Mamanya Zaza
"pasti kak Zazakan keponakan aku pasti aku jaga" Bi Mira
"yaudah Mbak duluan ya soalnya Mas Iswan udah menuju kebandara, mbak berangkat ya kalau ada apa-apa hubungi mbak atau mas Iswan...dahhh"
"dahhhh mbak jangan lupa oleh-olehnya" Bi Mira
"Pasti"
Setelah beberapa jam kepergian orang tuannya. Zaza pun pulang dari sekolahnya dibangku PAUD
"ehhhhh ponakan Bibi udah pulang" sambut Bi Mira
"ayooo ganti baju terus makan yaa Bibi tunggu disini...Mbok tolong bantu Zaza ganti baju yaa" Bi Mira
"baik Non"
Setelah berganti pakaian Zaza pun turun menghampiri Bi Mira yang sedang menunggunya di meja makan
"uhhhh....ponakan Bibi udah ganteng aja" Bi Mira
" iya dong Bi..Zaza gitu lohh" ucap Zaza penuh Bangga
Setelah cara makan-makan selesai, mereka pun nonton tv sejenak
" Bi...Mama sama Papa nanti pulangnya jam berapa ya" tanya Zaza
"ohhh iya Bibi lupa, Mama sama Papa kamu lagi keluar kota" ucap Bi Mira
walaupun Zaza sangat sedih akan ucapan Bibinya itu, ia pun teringat akan pesan orang tuanya bahwa ia bekerja cari uang buat Dia dan mereka akan selalu sayang sama Dia
Tambahan: Zaza panggilan akrab Eza sewaktu kecil
__ADS_1