~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Arya Di Bully


__ADS_3

panasnya mentari kini berganti senja...


saat ini Eza berada di rumah Arya menunggu bocah laknat itu sedang siap-siap.


sepulang dari kantor tadi Arya menghubunginya dan mengajak ia jalan-jalan sambil nongkring di tempat biasa.


"Arya nya belum turun Za" tanya Bu Rina sambil meletakkan nampan berisi minuman dingin beserta cemilannya


"belum Mi" jawab Eza yang memang memanggil Mommy seperti Arya


sejak persahabatan mereka yang terjalin beberapa tahun lalu, maka tidak ada lagi kesungkanan diantara mereka berdua, jika Arya menanggap Bi Mira sebagai Bibinya maka Eza menganggap Mommy dan papi Arya sebagai orang tuannya dan hal itu disambut gembira oleh kedua orang tua Arya mengingat Arya hanya anak tunggal.


"ck...anak itu memang lama kalau soal bersiap-siap seperti anak gadis saja" ucap Mommy Rina yang saat ini ikut duduk di dekat Eza yang menikmati cemilan buatannya, wanita berumur 40 tahunan itu masih terlihat cantik diusia hampir setengah abadnya


"memangnya waktu hamil si Arya mommy ngidam apa sampe-sampe si Arya kadang seperti perempuan?" tanya Eza penasaran sambil menyomot cemilannya


"dulu waktu hamil mommy pengennya anak cewek eh tau-taunya yang keluar punya belalai"


"hihihi...pantes aja kadang-kadang si Arya seperti perempuan ya Mi suka dandan lama dan cerewet juga Mi ternyata waktu mommy hamil pengennya cewek toh"


"hahaha ...kamu nggak tau aja Za kalau si Arya punya boneka teddy bear yang besar dikamarnya"ucap Mommy Rina membuka aib anaknya


"beneran Mi" tanya Eza tak percaya apa bener si Arya punya boneka teddy bear pula boneka kesukaan kebanyakan anak perempuan kenapa bukan robot-robitan pikir Eza


"iya namanya Ndut"jawab Mommy Rina yang makin membuat Eza melotot tak percaya


"pake nama pula..dasar si Arya hello kitty..hihihi" batin Eza


"kok aku nggak pernah lihat ya Mi kalau Eza nginep"


"mungkin disembunyiin kali kan aib kalau sampe orang lain tahu bisa malu tuh anak"


"ckckck...dasar si Arya jiwanya hello kitty ya Mi..aneh"


"hihihi tapi mommy gemes deh kalau lihatnya biasanya sebelum tidur Arya suka ngomong sama si Ndut..curhat kali bahkan suka peluk sambil tidur"


Eza hanya geleng-geleng tak percaya dibalik sosok Arya yang ia tahu ternyata Arya punya sisi lain hello kitty pula


"kadang Mommy heran deh kok Mommy punya anak cowok tapi ada sisi hello kittynya sih"


"untung si Arya nggak main masak-masakan Mi"


"eh eh..kamu nggak tau aja Za dari kecil sampe Sd kelas 4 pun Arya demennya main masak-masakan sampe salon-salonan pula"


"hahahaha...masa sih Mi wahh parah berarti hahaha"

__ADS_1


"hmm..."


30 menit kemudian...


minuman yang di gelas dah habis bahkan cemilannya pun sisa remahan barulah sosok primadonanya turun dari tempat perpaduan


"lama bener..ngapain aja loe diatas sana"sahut Eza kesal pasalnya pantatnya serasa dah pegel sedari tadi duduk


"sebelum mandi gue boker dulu setelah itu mandi setelahnya pake baju kemudian celana, sisir rambut pake farfum kemudian..." ucapan Arya terpotong akibat Eza menyahut


"pamit ama si Ndut bilangnya Ndut hari ini daddy pergi duluya kamu dirumah yang anteng jangan nakal" ucap Eza ngeledek


"loh kok loe tahu gue ngomong gitu...wait-wait-wait kok loe tahu gue punya Ndut"


"Mommy...apa Mommy yang ngong ke Eza"


"iya"


"kok Mommy ngomong sih kan itu rahasia My..aaa Mommy..Arya kesel sama Mommy"


"dasar hello kitty..hahaha" ucap Eza ngeledek Arya sepertinya ia punya permainan baru nih


"tuh kan di ledekin..Mommy sih..aaa aku marah" ucap Arya cemberut


"pada ngapain nih kok bahagia bener" sahut Papi Hendra seraya melangkah menuju ruang tamu


"bahagaia dong pi..punya mainan baru hahaha"


"apa tuh" tanyanya seraya duduk di samping sang istri


"si Arya pih..Arya si hello kitty" ucap Eza membuat Papi Hendra tak mengerti


"maksudnya si Eza Mi apa"


"itu loh Pih si Eza tahu kalau anakmu itu punya si Ndut"


"oh woalah..hahaha" tawa Papi Hendra pecah pasalnya rahasia besar anaknya terbongkar juga


"dasar papi nggak ada akhlak anak di bully kok seneng" gerutu Arya dalam hati


tawa Eza dan papi Hendra masih terdengar menyisahkan Arya yang menggerutu di sana sedangkan Mommy Rina hanya terkekeh geli melihat anak tersayangnya manyun sambil menggerutu


"astaga kok bisa yaa sosok Andi Arya kayak gitu..aduhh bisa hancur dunia persilatan kalau gini mah. luarnya aja cool lah didalamnya kitty..hahaha" ucap Eza


"puasin aja teruss...tawa teruss sampe gigi pada kering...teruss..terusss" ucap Arya sedikit keras saking kesalnya

__ADS_1


"mundur...mundur...eits stop nanti kepentok..hahaha" sahut Eza meladeni sambil bercanda


"Mommy" Arya mengaduh ke Mommynya


"Eza udah dong liat tuh bibirnya udah maju gitu udah cocok buat gantungan hanger tuh" sahut Mommy Rina mencoba menenangkan anaknya tapi ternyata...


"hahahahaha" tawa Eza dan papi Hendra semakin menjadi


"BIMOLI...BIBIR MONYONG LIMA SENTI HAHAHA" ucao Papi Hendra di sela tawanya


"ck..aku marah sama papi"


"tanya pak lurah sana" sahut papi sambil meredakan tawanya


"dasar nyebelin" Arya kemudian meningggalkan mereka bertiga yang masih tertawa akibat tingkah lucu Arya, sambil menghentakan kaki Arya keluar


"anak mommy papi aneh...dikit-dikit ngambekan kayak PMS aja"


"yaudah Eza pamit yaa Mih Pih"


"iya ingat pulang sebelum jam 10 nggak bileh lebih tapi kurang boleh"


"siap mi" mereka bertiga berjalan beriringan menuju ointu depan disana sudah ada Arya dengan muka juteknya menunggu Eza disamping mobilnya


"Eza pamit yaa..dahhh" Eza kemudian melangkah menuju mobilnya


"jagain anak perawan Mommy ya Za" teriah Mommy Rina yang otomatis dapat didengar satpam, Ary, maupun para tetangga sebelah


"MOMMY" teriak Arya dari dalam mobil sedangkan Mommy Rina hnya terkekh geli


"SIAP MIH DIJAMIN AMAN" balas Eza dengar teriakan


"NYEBELIN" balas teriakan Arya untuk mommynya seiring mobil berlalu


"anakmu Pih" ucap Mommy Rina sambil pandangannya melihat mobil Eza keluar gerbang


"anak kita Mih..ummmuacc" jawab Papi Hendra memeluk sang istri dari belakang dengan kecuoan mesra mendarat di pelipis istrinya, usia yang semakin tua tak mengurangi ke romatisan mereka


"aku senang Pih anak mas Iswan dan Fajrin menjadi sahabat anak kita" ucap Mommy Rina sambio mengerarkan pulukan sang suami


"iya sayang seperti kedua orang tuannya dia baik"


"akhirnya amanah mereka bisa kita jalani ya pih"


"iya sayang..ayo masuk" pasangan itupun masuk kedalam sambil menutup pintu

__ADS_1


__ADS_2