~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
ANCAMAN!


__ADS_3

"Inara" panggil Eza lembut membuat semua mata yang ada disana mendelik tak suka pada Inara


"tetaplah disini" pintanya tak ingin membantah akhirnya Inara tetap berdiri di tempatnya diapit oleh Caca, Eca dan Ifa


"perhatian semuanya..maaf jika pagi ini sudah membuat kekacauan di sini, kedatangan saya kemari hanya ingin meluruskan kejadian waktu itu...DIA.."tunjuknya pada Inara yang hanya diam


"dia adalah sahabat saya dan Arya dan mulai saat ini saya tak ingin DIA menjadi bahan bullyan dari kalian semua terutama KAU DAN KAU" ucapnya penuh penekanan dengan tatapan intimidasi ke Marcella dan Tiara yang ada di dekat Arya


"jika kejadian seperti kemarin terulang lagi maka jangan salah kan saya jika kalian akan akan di DO dari kampus ini..." ucapnya panjang lebar dengan ekspresi datar dan dinginnya


"sekali lagi maaf dan untuk kalian semua boleh bubar" sambung Arya


kini di tempat itu menyisahkan Marcella cs, Tiara cs, Justin, Inara cs, Dirga, Baim dan tentunya Eza dengan ekspresi datarnya


"dan untuk kamu" ucapnya datar pada Marcella yang sama sekali tak ada raut penyesalan dalam dirinya melainkan tetap dengan wajah penuh kekaguman pada Eza


"minta maaflah ke DIA" tunjuknya pada Inara


"TIDAK" tolaknya yang kini berubah geram


"tidak masalah itu hak kamu, aku hanya bisa memperingati saja. jika kamu berbuat onar lagi, maka Eza yang kamu kagumi ini akan menjelma jadi iblis" bisiknya tepat di telinga Marcella tang seketika menatapnya yang tersenyum smrik


"dan hal itu juga berlaku padamu" ucapnya pada Tiara yang ekspresinya sama seperti Marcella

__ADS_1


"pergilah" sahut Arya


dengan penuh rasa kekesalan Marcella cs dan Tiara cs pergi meninggalkan tempat itu


"Ra sekali lagi kami minta maaf" kali ini Arya yang berucap


"it's okey lagipula aku nggak papa kok" jawabnya tersenyum seraya melirik Eza yang kini melihatnya


"pergilah..sebentar lagi dosenku datang" sahutnya lagi


Eza hanya mengangguk tanpa berkata kemudian pergi begitu saja disusul Justin, sedangkan Arya masih sempat pamit


"dasar..nggak sadar apa yang biang onar itu dia bukan orang lain...ck" gumam Dirga menatap kepergian Eza penuh dengan kebencian


"sial....sial...sial..." geram Marcella yang saat ini berada di dalam mobilnya, setelah kejadian tadi ia dan cs nya memutuskan untuk bolos


"liat aja gue akan balas loe..brengsek" sahutnya lagi


"dasar cewek gatel...sok cantik" ucap Geby dibalas anggukan oleh Yanti


"tapikan loe nggak liat Eza tadi baru kali ini loh gue ngelihat dia kek gitu" sahut Yanti bergidik ngeri


"iya Cella..loe nggak takut" Geby membenarkan

__ADS_1


"tenang aja..kita liat aja nabti" jawabnya dengan senyum liciknya


Hal yang sama pun dilakukan oleh Tiara cs dengan penuh kebencian Tiara melakukan hal sama yaitu berpikit bagaimana ia menyingkirkan Inara dan mendapatkan Eza


Di Tempat Inara...


"ya ampun Ra..loe beruntung banget tau nggak busa deket-deket ama Eza dan Arya" ucap Eca penuh kagum


"oh iya loe tadi liat nggak coeok yang satunya..yang di deket Eza" sahut Ifa


"oh iya..gile cakep cuyyy" ucap Caca


pletak


"ih apaan sih beb" kesel Caca mengelus keningnya yang sedikit memerah


"loe nggak liat cowok kece badei di deket loe...masih aja loe muji-muji cowok lain" gerutu Baim


"hehehe...ayank beb...kamu tetep yang paling cakep kok yang lain ngikut doang" ucap Caca sambil bergelayut manja di lengan baim


"ck..untung cinta kalo enggak udah gue depak loe"


"makan tuh CINTA" SAHUT YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2