~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 47


__ADS_3

sejak kejadian itu membuat Inara menjaga jarak dengan Eza dan Arya. Ia tak ingin kejadian waktu itu membuat ia harus di bully habis-habisan oleh para fens mereka berdua.


Sedangkan Eza dan Arya yang memang mengerti akan keadaan dan perasaan Inara, membuat mereka berdua juga tak mengusik gadis itu lagi, biarlah Inara menenangkan diri mungkin gadis itu butuh waktu untuk menyesuikan keadaan pikirnya.


Seperti saat ini, selesai mata kuliah tanpa sengaja Arya dan Eza yang memang hari ini memiliki jadwal yang sama tanpa sengaja berpapasan dengan Inara DKK diikuti oleh Dirga dan Baim tentunya di halaman kampus yang luas itu.


jika Eza dan Arya menuju parkiran, berbeda dengan Inara Dkk yang ingin pergi ke perpus kampus yang tepat berada di tengah-tengah antara gedung fakultas Eza dan Arya


sejenak langkah mereka saling terhenti. Eza menatap Inara penuh lembut sangat jelas dalam netranya kerinduan mendalam hanya saja tersembunyi dari ekspresi datarnya


sedangkan yang dilihat hanya diam tak membalas, tak ingin berlama-lama dalam kecanggungan yang melanda membuat Inara mengajak Caca, Eca dan Ifa segera pergi diiringi tatapan datar dari Eza


Namun sebelum terlalu jauh melangkah Arya memanggilnya membuat Inara menghentikan langkahnya


"Ra..apa kabar" tanya Arya lembut, Ia tak bodoh sehingga tak mengetahui bahwa perubahan sikap Inara dia dan Eza lah penyebabnya


"baik...aku pergi dulu.... permisi" jawabnya tanpa menoleh sedikitpun kemudian berlalu pergi meninggalkan Eza dan Arya yang hanya mampu menghelak nafas panjang, sedangkan Dirga dan Baim yang masih berdiri di depannya.Tanpa para lelaki itu sadari banyak tatapan kebencian mengarah pada Inara membuat gadis itu segera pergi.


seketika netra tajam Eza yang memang memiliki mata sipit itu beradu pandang dengan netra Dirga membuat aura kebencian menguar dari kedua kubu itu


sedangkan Arya dan Baim hanya saling melirik kemudian mengedikkan bahu tanda tak ingin ikut campur dalam masalah mereka berdua


"hm.....orang seperti mu memang patut di hindari membuat ketenangan orang jadi terganggu saja" cibit Dirga


"setidaknya aku bukan lelaki pengecut yang hanya mampu mengambil keuntungan akan situasi yang terjadi" balas Eza tak kalah sengit, tatapannya begitu menghunus ke Dirgaz namun lelaki itu tak gentar sedikitpun

__ADS_1


"bukankah orang pintar memang seperti itu, dimana ada peluang disitulah keuntungan bisa di dapatkan" balas Dirga dengan smriknya


"aku rasa kau tak secerdas yang aku kira sehingga tak dapat membedakan yang mana keuntungan yang benar-benar menguntungkan dengan keuntungan semu belaka" balas Eza membuat Dirga bungkam


"jangan berbuat sesuatu yang sia-sia kamu pikir aku nggak tahu selama ini kamu terus-terusan cari muka sama Inara ha..."ucap Eza sesikit melangkah sehingga saat ini ia tepat berdiri di depan Dirga


"jangan harap keuntungan yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan dengan mudah...Inara milikku dan akan tetap jadi milikk" bisiknya kemudain tersenyum smrik


"bukankan Cinta tumbuh seiring kebersamaan sehingga mampu membuat ia nyaman dan melupakan, maka akan ku pastika agar ia bisa melupakan lelaki brengsek seperti mu" balas Dirga sedikit berbisik dengan smriknya membuat Eza terdiam dengan netra tajam tak lepas dari wajah lelaki menjengkelkan yang ada di hadapannya


"maka lakukanlah" setelah itu Eza berlalu diikut Arya yang menatap Dirga sinis kemudian berlari mengejar Arya


"tunggu saja.." batin Dirga menatap kepergian Eza dan Arya


SKIP....


Arya yang sedari tadi memperhatikan Wza yang hanya diam tahu bahwa sahabatnya itu sedang kesal bukan main


"sudahlah jangan dipikirkan lagi, saat ini lebih baik kita mikirin gimana caranya agar rencana kita berjalan tanpa bebas hambatan " ucap Arya


"hm..gue hanya mikirin Inara Ya, gara-gara kita dia jadi jauh" jawabnya lesu


"sudahlah berikan dia waktu untuk tenang lebih baik kita pikirkan tentang Bi Mira aja kasian dah tua jomblo pula"


"sue...tua-tua gitu masih cakep tau bahkan kalo dilihat tuaan elo kali"

__ADS_1


"sue"


tak berapa lama kemudian datanglah Bi Mira dengan tampilan casualnya membuat siapa saja tak akan mengira, bahwa sosok satu ini adalah wanita berusian 40 tahun, bodynya yang langsing bak gadis berusia 20 tahun datang menghampiri Eza dan Arya


"widih....cantik ama neng bileh kenalan nggak" goda Arya dibalas cekikian dari Eza


"mau gue gaplak pake meja mau" bals Bi Mira


"wihh sadis amat neng" jawab Arya


"lagian Bibi sih style anak muda segala"cibir Eza


"kamu mau bibi kesini make daster rumahan huh..dasar"


"ngapain ngajakin bibi nongkrong disini..tumben amat"


"mau nyari jodoh buat bibi lumayankan selagi masih laku..." ucap Arya


"sue...loe pikir gue nggak laku apa" kesal Bi Mira meninggalkan aku kamu menjadi loe gue


"ada seseorang yang mau kenalan ama bibi" sahut Eza


"siapa..kalo nggak tampan bibi nggak mau"


"pasti mau..tuh" tunjuk Arya ke arah pintu masuk

__ADS_1


"HAH"


__ADS_2