~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 49


__ADS_3

sedikit perubahan....


jadi Bi Mira author ubah umurnya yaa yang tadinya 40 tahun menjadi 30 tahun, jadi waktu Eza masih kecil Bi Mira ini masih SMA apa kuliah gitu...


karena dalam kisah ini author masukin kisah cinta Bi Mira jadi umurnya di ubah agar bisa menyatu ama kekocakan Eza dan Arya yaa...dan soal om Fadil mereka se umurann...makasih


🍀🍀🍀🍀🍀


beberapa hari telah berlalu sejak pertemuan itu, sejenak keadaan berubah total dalam hubungan Fadil dan Mira yang dulunya Fadil selalu berkunjung atau sekedar ngajak Mira untuk makan siang bersama, kini tak lagi...semuanya berubah


entahlah apakah karena rasa canggung, tidak enak hati atau membatasi diri dari yang namanya CINTA...


begitupun dengan hubungan antara Eza, Arya dan Inara


tidak ada perubahan sedikit pun dari peristiwa waktu itu yang diharapkan untuk melindungi Inara dari nyenyiran para netizen kini malah menjauh saja


seperti halnya hari ini...


Akibat tugas membuat Eza dan Justin mengharuskannya masuk ke tempat yang sangat ia jauhi di kampusnya yaa walupun sebenarnya Eza hobi membaca tapi soal perpus ia tidak suka.


dan disinilah ia sekarang sambil memilih dan mencari buku referensi yang pas untuk tugasnya, tapi entah mengapa langkahnya membawa pada salah satu rak yang terletak agak pojokan sehingga...


lagi, lagi dan lagi semesta mendukung Eza untuk bertemu dengan Inara di perpus kampus sesaat netra mereka saling menatap, apalagi rak pojokan memang jarang di datang para pengunjung perpus membuat Inara yang sedang asyik membca buku sambil duduk melantai agak terkejut saat seseorang datang dan berdiri tepat di sampingnya.


"Inara" ucap Eza yang sama-sama terkejutnya dengan Inara


"Eza" lirihnya


ada rasa rindu yang menggunung di hati Inara, bagaimana tidak akibat keadaan lagi dan lagi ia harus berjauhan dengan kedua sahabatnya itu siapalagi kalau bukan Eza dan Arya yang somplak


tidak ingin terlalu larut dalam belenggu rasa rindu, dengan terburu-buru Inara beranjak dari duduknya sambil menenteng tas dan buku yang ia baca mencoba pergi menjauh dari Eza

__ADS_1


"tunggu" ucap Eza sambil mencekal lengan Inara yang ingin pergi


"lepas"


"tidak" kali ini tatapan tajam menghujani netra Inara tidak ada kelembutan dan rasa reduh yang tersirat di dalamnya


"kumohon..lepas" ucap Inara sedikit memberontak


"tidak akan pernah" jawabnya penuh penekanan kemudian menarik lembut Inara sehingga jarak diantara keduannya sangat dekat, bahkan hembusan nafas satu sama lain saling bersentuhan


"kenapa" tanya Eza penuh penekanan seraya netra tajamnya mencoba menyelami netra teduh milik Inara mencoba mencari sesuatu yang disembunyikan gadis itu


Inara tidak menjawab hanya berusaha mengalihkan pandangannya dari Eza, ia tak ingin lelaki itu melihat kedalaman rindu yang terpancar dalam matanya.


mencoba untuk melepaskan tangan Eza dari lengannya, kini Inara semakin dibuat terkejut lagi saat Eza membawanya kepojok sehingga kini mereka berdua tak terlihat dari yang lain akibat rak yang menutupi tubuh keduannya.


"apaan sih lepasin nggak" gerqm Inara


"yang mana" tanya Inara


"alasan kamu seperti ini"


"nggak..nggak ada lepasin nggak" Inara kembali memberontak dengan berusaha mendorong Eza tapi sayang badan yang kekar membuatnya kesulitan


"bohong"


"nggak atau aku teriak" ancamnya


"teriak aja orang-orang akan berfikir kalau kita sedang berbuat mesum di perpus" jawabnya dengan senyum smriknya membuat Inara bungkam


"kumohon" kali ini dengan nada lirih sambil menundukkan wajahnya berusaha menyembunyikan sesuatu yang membuncah yang menyesakkan dada membuat kristal bening membendung di pelupuk mata

__ADS_1


"hei...liat aku" ucap Eza sambil mengangkat dagu Inara agar pandangannya mereka bertemu


"aku hanya ingin tahu kenapa kamu berubah menjauh dari ku dan juga Arya" ucapnya dengan pandangan teduh mentap manik berembun di depannya


Inara hanya mampu bungkam sambil menggeleng saja dengan pandangan yang tidak lepas menatap manik teduh di depannya


"jika kamu merasa tidak nyaman akibat kejadian yang dulu aku minta maaf tapi jangan seperti ini dengan kamu menjauh tanpa berkata membuat aku bingung"


"maaf" akhirnya air mata yang sedari tadi menggenang tertumpah juga diiringi idakan-isakan kecil dari Inara


merasa tidak tega membuat Eza membawa Inara dalam dekapannya, menyembunyikan wajah sembab Inara di dadanya


"kalau kamu nggak ngomong ke aku atau Arya mana kami tau jika sebenarnya kamu terganggu dengan kejadian kemarin...." sesaat Eza meraup udara sebanyaknya kemudian menghembuskannya perlahan


"aku tau kamu pasti terganggu, merasa tidak nyaman dengan hal ini, tapi aku mohon jangan di pendam dan menjauh dari kami bicaralah agar aku dan Arya bisa mencari solusinya...hmm"


seolah tersihir dengan kata lembut yang Eza utarakan membuat Inara hanya bisa mengangguk pasrah


mungkin selama ini segala tindakan yang diambilnya salah mencoba menjauh, tapi itu semua ia lakukan hanya semata-mata karena ia tak ingin di bully yang lain terutama dengan Marcella cs dan Tiara cs..


di tangkupnya wajah Inara, maka terpampang jelaslah wajah sembab dengan mata memerah bercurah air mata


"jangan karena masalah sepele persahabatan kita hancur hmm" ucapnya seraya menghapus jejak air mata di pipi lembut Inara dan


Cup..Cup


dua kecupan mendarat di mata sembab Inara membuat sang empu terkejut seketika dengan pipi yang merah merona


"Eza..."lirihnya manja


"hehehehe...nah gitu dong kan cantik hihihi"

__ADS_1


dan sekali lagi pelukan hangat Eza berikan bentuk syukur akhirnyabia bisa menaklukan hati Inara kembali....


__ADS_2