
selesai akan hajatnya, Inara kini memandang pantulan dirinya dicermin sedikit merapikan rambut, make up dan juga pakaiannya. namun kegiatan nya terhenti ketika ia melihat pantulan Tiara the geng kini berdiri di belakangnya
"hei..hei...hei....look at that" ucap Tiara dengan nada angkuhnya
"gengsss lihat...siapa tuhhhh" tambahnya lagi dengan nada cemoohnya
"siapa lagi...yahh cewek gatel dong...hahahaha" balas Bina, Ama dan Fifi
"yap right....perempuan gatel yang pengennya digaruk ama cowok tampan hahahaaa" balas Tiara
Tak ingin menanggapi, Inara beranjak meninggalkan Tiara dan anggotanya, namun langkahnya harus terhenti ketika kedua lengannya dicekal oleh Ama dan Fifi
"buru-buru amat sih....main dulu yuk" ucap Tiara
"aku tidak punya urusan sama kalian, lebih baik lepasin aku" ucap Inara sedikit memberontak
"tidak semudah itu Ferguso" ucap Tiara dengan smriknya kemudian memberi kode kepada Bina dan Bina segera melaksanakannya
Bina beeanjak keluar mencari sesuatu yang pas ia gunakan untuk mengerjai si Inara
dan nyatanya dewi fortuna tengah berpihak padanya, seorang OB baru saja meletakkan ember beserta pelnya dismping toilet sebelah membuat ia tersenyim sumringah
beberapa saat kemudian....
"nih..."ucapnya dan meletakkan seember air kotor di depan Tiara melihat itu Tiara hanya terseyum licik
dan byuurrrrr
Tanpa ragu Tiara menyiram Inara dengan air bekas pel itu, membuat Inara basah kuyup
"iuuuuuuuhhhh" ucap Ama dan Fifi yang kini beranjak sedikit menjauh dari Inara
menerima itu membuat Inara hanya diam karena terkejut akan kelakuan Tiara
"salahku apa.hah....kenapa kamu menyiramku" tanya Inara geram
"salah yahhhh"ucap Tiara mencoba berfikir
"salah loe cuman satu dan itu karena loe kegatelan dan pengennya deket-deket ama Eza dan gue nggak suka" tambahnya sambil menunjuk-nunjuk dahi Inara dan mendorongnya keras membuat Inara mundur selangkah
"wajar kalo aku deket-deket Eza karena dia temanku" bela Inara
"kamu tidak punya hak untuk melarangku dekat dengannya dan satu hal yang perlu kamu ingat Eza sendirilah yang selalu dekat dengan ku, jika kamu tidak suka buatlah ia menjauh" tambahnya lagi membuat Tiara meradang
plakkkk
satu tamparan mendarat sempurna di pipi kirinya, saking kerasnya membuat Inara menoleh kekanan dan memegang pipinya
"berani-beraninya kau...." geram Tiara
"bukankah aku benar jika kamu tidak suka Eza dekat denganku, maka buatlah ia menjauh"
Tiara seketika menjambak rambut Inaraembuat Inara mendongak
"lepas.....sakit"lirih Inara namun dibalas senyum smrik dari Tiara
"cewek murahan kek elo pasti pakai ilmu pelet buat mikat orang kaya dan gue yakin elo pasti guna-gunain Eza" ucap Tiara pelan dan penuh penekanan
Inara tak menanggapai, ia hanya memegang rambut yang ditarik Tiara dan sesekali meringis
"gengs lihat...."sahut Ama tiba-tiba
"bukannya itu sepatu yang waktu itu mau loe beli Fi" tanya Ama pada Fifi membuat Fifi, Bina dan Tiara melihat sepatu yang dikenakan Inara
__ADS_1
"bukannya harganya mahal ya Fi" tanya Ama, Fifi hanya mengangguk
"dapet duit dari mana loe" tanya Bina
"yah dari mana lagi dari om-om lah...bukannya cewek kismin kek dia kerjaanya jadi simoenan om-om"jawab Tiara
Tiara lagi-lagi memberi kode fan membuat Ama, Fifi dan Bina tersenyum licik
Fifi dan Ama kembali memegang kedua lengan Inara setelah Tiara melepas jambakannya, swdangkan Bina berjongkok mencoba melepaskan sepatu yng dipai Inara
"lepas....."ucap Inara memberontak namun sayang ceklanmereka berdua cukup kuat
plakkk
lagi-lagi tamparan mendart di pipi Inara membuat pipinya kini bertambah merah
"diam bodoh" ucap Tiara
lnih" sahut Bina setelah berhasil melepas sepatu Inara
"ck...barang mahal nghak cocok buat cewek mirahan kek elo" ucap Tiara dan menyuruh Bina untuk membuang sepatu itu
"jangan...kumohon"lirih Inara namun tak di gubrik mereka semua
Bina melangkah keluar namun belum sampai depan pintu, pimtu toilet tiba-tiba di dobrak dan menampilkan sosok Eza dengan wajah merah padamnya
"Eza" lirih mereka semua
Eza melihat kearah Inara dan lagi-lagi api kemarahannya berkobar
"balikin" ucap Eza pelan namun terkesan mengerikan di telingan Bina
Eza merampas sepatu itu dari Bina kemudian menuju Inara dimana Fifi dan Ama beringsut mundur
"kalian berdua keterlaluan"geram EA memandang tajam mereka berempat kemudian memandang lembut Inara, namun lagi-lagi dibuat geram ketika melihat pipi Inara kemerahan
"ini kenapa" tanya Eza namun Inara tak menjawab
"INI KENAPA" bentak Ezabuat Inara terkejut
"di..tamlar" jawab Inara terbata-bata
"kalian...."geram Eza
"siapa yang berani tampar dia hah" tanya Eza pada Tiara the gengs
Bina, Fifi dan Ama menunjuk Tiara karena panik dan takut
"kau...."geram Ezaenatap tajam kearah Tiara membuat Tiara gemetar ketakutan
dari luar seorang pelayan mengintio perseteruan merek di dalam
"astaga sepertinya akan terjadi keributan, ehhh tunggu bukannya dia cowok yang yadi ya....gue harus kabatin keluarganya nih" ucap pelayan itu buru buru menuju ruangan VIP kelas 1
mendengar berita yang disampaikan pelayan tadi membuat Bi Mira, mami papi dan Arya bergegas menuju TKP
sesampainya disana
"astaga...apa paan nih" tanya Mami Rina namun tak diblas siapapun
"jika saja loe laki-laki sudah pasti gue habisin loe"geram Eza terhadap Tiara
"Za ini kenapa" tanya Bi Mira
__ADS_1
"wanita ini benar-benar membuat aku muak" jawab Eza
dan
plakkkk
satu tamparan keras berhasil mendarat di pipi Tiara, membuat semua orang terlonjat kaget
"EZA" pekik Bi Mira, mami Rina dan Inara
"kamu apa-paan hah...bibi nggak pernah ngajarin kamu buat pukul perempuan" ucap Bi Mira
"dia...dia yang udah buat Inara seperti ini Bi dan aku nggak suka"ucap Eza
Inara hanya bisa mengis membuat Arya mendekat dan merangkul bahunya, sedangkan Inara semakin terisak dan menenggelamkan wajahnya di dada Arya
"Eza tenang...ingat dia seorang perempuan kali ini Papi Hendra angkat Bicara
"sekarang bubar" tambahnya lagi
tanpa.pikir panjang Tiara the geng pergi meninggalkan mereka semua
Eza mencoba menetralkan amarahnya yang membuat dadanya kian sesak dan meminta ijin pada yang lain untuk pergi
Eza menatap Arya meminta izin membawa Inara dan Arya perlahan-lahan melepaskan Inara yang masih bersandar pada dadanya
Eza menatap lembuat Inara meraih tangannya dan membawanya pergi
"anak itu..bener-bener" geram Bi Mira
"udahlah Mir...."ucap Mami Rina menenaangkan
"tapi mbak..kali ini dia keterlaluan..masa main nampar aja, cewek pula"
"sudah-sudah...ayo kita pulang" ucap apa Hendra
•••••••
Eza dan Inara kini berada dalam mobil, Eza mengantar Inara pulang
"maaf" ucap Eza
"nggak papa kok"balas Inara
"sakit" tanya Eza dan Inara mengernyit heran
"pipi mu masih sakit"
"ohh...udah nggak kok" jawab Inara bohong, nyatanya masih perih
sesampainya dirumah...
"makasih yah" ucap. Inara
"dan maaf sudah mengacaukan acara makan malamnya" ucapnya lagi sesal
"nggak papa kok, justru aku yang minta maaf, andainya saja tadi aku nggak ajak kamu pasti kamu nggak kek gini"
"nggak papa, justru aku senang bisa ada disana" balas Inara dengan senyum manisnya
"yaudah masuk gih..baju kamu basah nanti masuk angin...sakit lagi"
"yaudah..byeee"
__ADS_1