
*Flashback
Eza masih disana menikmati betapa indahnya kenikamatan yang disuguhkan alam padanya.
Dimana air yang jatuh dari ketinggan dan melebur menjadi satu dibawahnya.
sangat indah
Eza duduk di salah satu besar sambil membidikkan camerannya. merasa cukup diposisi ini, Eza melangkahkan kakinya menuju satu tempat yang cocok dijadikan sport foto ia selanjutnya.
saat asyik bidik sana-bidik sini, tiba-tiba ia memfokuskan kameranya pada satu objek yang menarik perhatiannya.
seulas senyum terbit disudut bibirnya, saat mengetahui bahwa objeknya kali ini sangat indah dibandingkan obejek yang lainnya
cekrek
satu blish camera berhasil terpancarkan yang Eza yakini akan mengusik konsentrasi sosok yang ada disana.
senyum indah terbit dibibirnya saat prediksinya ternyata benar, saat sosok yang ada disana sedikit terganggu dan mencari sumber yang membuatnya terganggu
sedetik kemudian pandangan mereka saling bertemu, membuat Eza yakin namanyanya baru saja terucap dari bibir mungil itu.
"hai" balasnya
Flashback selesai.....
"kamu kok ada disini" tanya Inara yang masih dengan keterkejutannya saat Eza sudah berdiri tepat disampignya
bahkan Eza hanya mamou mengulas senyumnya saja.
"lah emang nggak boleh" tanya Eza balik
"eng... enggak hanya saja kok tiba-tiba" jawab Inara
__ADS_1
"nggak tiba-tiba kok, kamu pergi ohh bukan tepatnya menghilang setelah 3 bulan lalu, sedangkan aku baru dua hari disini" balas Eza dengan senyum menawannya. Entahlah betapa gemasnya ia saat ini saat melihat Inara dengan ekspresi terkejutnya, ingin rasanya ia menjewel pipi gembul itu
Inara kehabisan kata, lidahnya seakan kelu. bagaimana tidak alasan sebenarnya ia pergi tepatnya menghilang karena tak ingin berada disisi Eza lagi... bukan mungkin lebih tepatnya tak ingin menjadi benalu dalam kehidupan Eza, apalagi kondisi saat ini sangat mendukung ketika Marcella jadir diantara mereka
"wahhhh..... lukisan yang indah" sahut Eza mengalihkan pembicaraan saat menyadari Inara diam akibat ucapannya
"apa kamu yang buat" satu pertanyaan bodoh yang tidak seharusnya ia lontarkan, bukannya ia sudah tahu jawabannya pikir Inara
"bukan"
"lah terus siapa, masa mak lampir kan nggak mungkin" ucap Eza tampak serius bahkan kini ia mengusap-ngusap dagunya seolah memang sedang serius
"pikir aja sendiri, minggir" kesal Inara, baru saja terkejut akan kehadiran Eza yang tiba-tiba sekarang malah kesal dengan candaan nyeleneh dari sosok pemuda di depannya ini
"dih marah, nanti tambah cantik loh" goda Eza saat Inara dengan kasar menduduki kursinya kembali
"kan makin sayang" lanjut Eza lagi namun dengan nada lirihnya
bohong jika Inara tak mendengarnya, jarak sedekat ini tentunya dangat mudah bagi pendengarannya yang masih bagus menangkap nada lirih itu, hanya saja mungkin baiknya dengan pura-pura tuli dan bisu jika memungkinkan walau nyatanya saat ini wajahnya tengah merona
"hmmm"
"sejak kapan kamu pandai melukis" tanya Eza sekedar basa-basi karena suasana yang hening hanya suara samar-samar dari air terjin yang tak jauh dari mereka
"dari kecil"
"oh.... "
"Ra.... "panggil Eza ditengah keheningan lagi
"hmmmm"
"kenapa kamu pergi nggak bilang-bilang" Tanya Eza penasaran
__ADS_1
Inara hanya diam tak menjawab, ia hanya fokus lada lukisannya atau mungkin lebih tepatnya saat ini ia gugup saat sosok lelaki yang dirindukannya tengah duduk tepat disampingnya, makanya hanya berpura-pura tidak peduli adalah jalan terbaiknya
"Ra...kamu dengerkan" tanya Eza saat tak mendapati respon dari Inara
"hmmmm"
"Ra...."
"ada apa Za" ucap Inara akhirnya, bahkan kini ia menoleh menatap wajah terkejut Eza
deg....
suara ini, sepertinya tidak asing seperti suara sosok yang dimimpiku dulu. Tapi apa iya itu Inara" batin Eza
"Za....Eza" panggil Inara membuyarkan lamunan Eza
"hmmm...apa Ra, kamu ngomong apa"
"kok kamu ngelamun ada apa"
"enggak papa kok, hanya saja aku ke ingat sesuatu" jawab Eza membuat Inara yang mendengarnya menyalah artikannya
dipikirannya mungkin saat ini Eza kepikiran Marcella sehingga ia tidak fokus hingga melamun.
"oh" cuek Inara
"Ra...."
"hmmm" balas Inara cue"
"apakah dulu kita pernah bertemu sebelumnya" tanya Eza membuat Inara bingung sehingga sebelah alisnya terangkat
"apa iya" tanya Inara balik
__ADS_1
"hmmm, entahlah aku merasa seolah kita pernah bertemu saat tadi kamu bilang ada apa Za seolah kata itu pernah aku dengar tapi dialam mimpi. makanya aku tanya apa kita pernah bertemu"
"apa iya, tapi kapan" bayin Inara