
sedangkan disis lain di tempat Arya
suasana sama seperti di tempat Eza kini juga terjadi di tempat Arya. di kelas Arya sendiri mempunyai primadona bernama Tiara, Bina, Fifi dan Ama mereka berempat mempunyai kharisma tersendiri dan tak jauh-jauh dari kata Cantik, kulit putih
dikelas Arya juga melaksanakan yang namanya proses perkenalan dan...
"perkenalkan saya Andi Arya" dan seperti di kelas Eza, Arya juga menjadi pusat perhatian para siswi-siswi disana. siapa sih yang nggak tau sosok Arya yang kadar ketampanannya 11/12 sama si Eza hanya saja ia kadang ramah dan kadang juga dingin berbeda dengan Eza yang memang dingin bak tumpukan es di kutub utara yang menunggu sinar matahari agar meleleh
tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat karena memang hari ini hari pertama kuliah dan hanya sesi perkenalan saja sedangkan aktivitas kuliah sesungguhnya baru di mulai esok hari
di kantin tepatnya Eza sedang menunggu Arya
"kurang ajar si Arya..lama bener tu anak" gumam Eza kesal
"WOI" suara jengkel memekakan telinga Eza bagaumana tidak Eza bersuara tepat di telingannya dan membuat Eza reflek menapok kepalanya
"kampret emang kalo gue budek gimana P'A"
"entah" jawab Arya acuh
"sue" cibir Eza
"loe mau makan...lapar nih" sahut Arya sambil mengelus oerutnya
"hamil loe"cibir Eza
"iya nih udah 3 bulan..anak gue lapar butuh makan...hehehe"
"idih najis"
"loe mau makan apa gue pesenin tapi loe bayarin"
"kampret....biasa"
"oke" beberapa saat kemudian Arya datang dengan membawa nampan berisi 2 mangkok baksok dan 2 jus jeruk tak luoa pula 2 botol air meneral tak menunggu waktu lama mereka berdua menyantapnya
saat sedang asyik-asyiknya mengunyah datanglah 4 orang dengan sikap centilnya menghampiri mereka
"hai Arya" sapa Tiara, Ama, Bina dan Fifi teman kelas Arya
"hai" jawab Arya seadanya setelah itu ia kembali memakan pentolnya
"boleh gabung nggak Arya" tanya Tiara ketua geng peremuan itu tapi tanpa menunggu jawabn Arya dengan PD nya mereka ber empat duduk di sana dengan Tiara, Bina duduk disamping Eza dan Fifi dan Ama duduk disamping Eza. Penampilan ke empat perempuan itu sedikit membuat risih Eza bagaimana tidak keempatnya memakai dress diatas lutut dan itu sangat tidak nyaman di mata Eza sedangkan Arya cuek-cuek aja
walaupun masih merasa lapar Eza menyudahi makanya karena tiba-tiba ia kehilangan selera di datangangi makhluk penganggu
"nama kamu siapa" tanya Tiara, Eza hanya diam tak menggubris
"aku Tiara dan mereka Fifi, Ama, dan Bina"
"nggak nanya" jawabnya dingin
__ADS_1
"ayo Ya kita pergi"
"oke...tapi loe yang bayar dan dijawab anggukan oleh Eza
seeninghal Eza dan Arya Tiara the geng masih setia disana. Tiara yang sudah jatuh cinta akan sosok Eza saat ia melihatnya diparkiran tadi sudah menaruh hati
"jangan panggil gue Tiara jika loe nghak bisa jadi milik gue" batinnya dambil tersenyum licik
Eza dan Arya menuju ke mobil masing-masing karena hari ini mereka akan pergi ke tempat gym langganannya tapi saat Eza sampai di dekat mobilnya tiba-tiba datang Marcella, Geby dan Yanti menghampirinya
"Eza" panggil Marcella dan reflek Eza membalikkan diri dan menatapnya
"kamu udah mau pulang" tanyanya berbasa-basi
sedangkan Geby dan Yanti yang memang sifatnya centil dan narsis sibuk menyapa Arya
"hai aku Geby dan ini Yanti"
"hai...gue Arya"
"kamu tampan" ucap Yanti
"hmm" Arya hanya kenyunggingkan senyum miringnya
"dari orok keles" batin Arya narsis
Arya mengalihkan oandangannya ke arah Eza dan Marcella. merasa Eza tidak nyaman akan sosok itu membuat Arya menghampirinya
"hmm"
"hai nona"sapa Arya ramah sedangkan Eza hanya memutar matanya jengah
"hai..."
"nona cantik...kami permisi dulu yaa ada urusan mendadak kucing ku mau ngelahirin" canda Arya sambil membukakan pintu mobil Eza dan mendorong Eza masuk kedalam setelah itu ia kembali ke mobilnya dan langsung menyusul Eza yang dari dulu tancap gas
Arya yang melihat mobil Eza berhenti di warung bakso langganan mereka ikut berhenti
"ngapain loe ke sini" tanya Arya heran
"makan masak mau nge laundry" jawab Eza asal
"widih perasaan baru aja loe habis makan kok lapar lagi tuh perut atau apa lastis bener" cibir Arya seraya mendudukkan bokongnya di depan Eza
"gara-gara lelembut tuh berempat selera makan gue hilang..seolah-olah bakso yang gue telan langsung lenyao tak berasa" kesal Eza. Eza memang hobi makan dan ia tak pernah memandang apakh itu murah atau mahal bahkan ia lebih suka makanan di pinggir jalan dari pada makanan resto selain enak di mulut, nyaman di perut dan tidak menguras habis kantong. bagaimana tidak satu porsi makanan resto setara dengan 10 mangkok bakso favoritnya...apa nggak kenyang tuh makan 10 porsi bakso dari pada makan makanan secuil di resto
(pola pikir Eza emang ship dahhh😅😅)
Arya yang memang sudah kenyang makan bakso porsi duble akhirnya tergoda juga dengan bujuk rayuan para pentol di amngkok Eza seakan-akan mereka melambai minta di kunya
"bang Manto Arya satu mangkok..oke"
__ADS_1
"okey" ditempat Bang Manto merupakan stand bakso favorit Eza dan Arya selain enak harga juga murah
setelah selesai mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat Gym
Di tempat Gym
mereka berdua kini nge gym bareng sesekali menyelipkan obrolan
"Ya loe nggak pernah dapat kabar dari Inara" tanya Eza sambil tretmill
"nggak..kan disana pelit jaringan yang ada naik ke gunung dulu baru dapat"
"hmmm"
"sepertinya kesana lagi baru bisa ketemu Syika"
"hmmmm" jawab Eza lesu
sejujurnya sejak tahu dan kenal akan sosok yang dicarinya selama ini membuat rindu Eza menggunung akan sosok Inara, setelah bertemu kini jarak pula yang memisahkan
"nasib-nasib"
beberapa saat menghabiskan waktu nge gym mereka beedua akhirnya pulang tapi sebelum sampai rumah Eza membelokkan arah mobilnya menuju sebuah taman favoritnya tak lupa Arya juga mengikutinya
"percuma punya nomornya tapi nggak bisa dihubungi...huffff" ucap Eza lesu sambil memegang ponselnya
"mau gimana lagi...bukan jarak yang salah tapi jaringan seluler iya"kesal Arya
"Za besok loe ada jadwal pagi apa siang"
"pagi sampai siang"
"kalau gue sih siang ampe maghrib...ck..gimana dong"
"gimana apanya"
"yaaa gimana gue bosan nggak ada elo tadi aja di kelas rasanya bodan setengah mati kan biasanya ada elo yang gue ajak curhat" keluh kesa Arya
"mulaikan alaynya" batin Eza
"yaaa..gimana lagi elonya sih pilih jadi dokter kayak pintar aja"
"itu juga maunya papi gue Za"kesal Arya
"ya terima aja nasib loe"
"ck"
beberapa menit hening diatara mereka...Eza dan Arya larut dalam pikiran masing masing
jika Arya kesal akan nasibnya di kampus berbeda dengan Eza yang menahan rindu akan Inara
__ADS_1
"aku rindu kamu Inara"