
Arya tidak menyangka gadis yang saat ini berdiri di hadapannya adalah sosok gadis yang sudah ia kenal, bahkan yang lebih mengherankan baginya adalah gadis itu juga kenal dengan Eza
"Oh..jadi kalian udah pada kenal" ucap Eza sambil menunjuk keduannya
"iya" jawab singkat Arya
"iya..kami sudah bertemu 2 kali sebelum ini" sahut Inara menimpali
seketika Eza melirik Arya yang berdiri disampingnya seolah mengisyaratkan meminta penjelasan lebih akan hal ini
melihat lirikan dari Eza seolah membuat Arya mengerti akan hal itu, ia pun seketika mengalihkan pandangannya
"bisa-bisanya si Arya sableng nggak cerita ke gue soal Inara..jangan-jangan ada udang di balik adonan nih" gerutu Eza
sejenak tak ada percakapan diantara mereka bertiga mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing
Eza dengan pemikiran yang mempertanyakan bagaimana bisa Arya kenal dengan Inara tanpa ia ketahui
sedangkan Arya yang berpikir bagaimana bisa Eza kenal Syika
sedangkan Inara/Syika sendiri masih bingung kenapa Eza bisa kenal dengan Arya begitu pikirnya
"ehemm" deheman Arya membuyarkan pikiran mereka masing-masing
"serak...minum gobokan" ledek Eza sambil melirik Arya sinis
"sue.."kesal Arya sambil membalas lirikan Eza
"kita duduk disana yuk pegel ni kaki berdiri terus" ucap Arya dambil menunjuk tempat teduh yang ada disana
"baru aja berdiri sebentar udah capek..apa kabar kalau loe diharuskan berdiri diantara cinta dan perjuangan udah KO pasti" cibir Eza
"itu mah beda..kalau masalah itu mah gue sanggup bahkan sampai harus tersungkur, berguling-guling, jungkir balik, salto-saltoan,lompat-lompatan, bahkan jika diharuskan mengarungi samudra, mendaki gunung lewati lembah, jika ujungnya kepelaminan gue sanggup" ujar Arya panjang lebar membanggakan dirinya.
sedangkan Eza yang mendengar celotehan Arya beberapa kali menguap
"ngantuk gue Ya"
"loe pikir gue mak loe apa yang ngedongenin elo" ucap Arya menoyor kepala Eza
melihat kelakuan dua pemuda didepannya itu membuat Inara/Syika yang senyum-senyum sendiri
"lumayan lawakan di pagi hari...hahaha mereka berdua aneh tapi lucu gimana kabarnya kalau mereka jadi pelawak yaaa" gumam Inara
"ayo neng Syika abang Arya antar kesana" sahut Arya
"idihhh...najong banget dengernya abang Arya ..hueekkk" ledek Eza
"namanya juga usaha Bambang" kesal Arya
"ihhhhh geli gue dengernya apaan tuh abang Arya" ucap Eza bergidik ngeri
"yaudah yuk Inara Aa Eza anterin"
"hahahahaha...apaan tuh Aa Eza hahaha"tawa Arya pecah
"ishhhh yaudah yuk biar Mas Eza anterin"
"bwuhaaaaaa....Mas Eza...bawa aku dong Mas Eza" ledek Arya
sedangkan Inara hanya mampu menggelengkan kepalanya gemas melihat tingkah konyol mereka berdua
mereka bertiga menuju tempat yang tadi ditunjuk Arya
setelah mendapat posisi yang bagus untuk duduk ada kecanggungan yang melanda Inara saat ini Inara yang duduk diantara Eza dan Arya merasa sedikit risih
" kok gue jadi bingung sendiri yaa...mau ngomong tapi apaa" guman Inara
sedangkan Eza dan Arya hanya saling melirik satu sama lain dan sesekali melirik Inara
merasa mendapatkan lirikan dari dua pemuda itu membuat Inara hanya menunduk malu
" aisss kok gini sih kecanggungan macam apa ini bingung aku tuhhhh"
Inara berusaha menetralkan perasaannya mencoba menghilangkan kegugupan yang saat ini melanda dirinya
"ehemmm" deheman Inara menarik fokus Eza dan Arya yang seketika meliriknya
"serek..minum..."ucap Eza yang terputus oleh Arya
"ssstttt stop disini nggak ada kobokan" ucap Arya
__ADS_1
"yang suruh minum kobokan siapa orang Inara punya air minum tuhh" ucap Eza sambil menunjuk botol minuman di tas Inara
"hehehehe..sorry" cengengesan Arya
"aisss..jengkel bener gue lihat loe nyengir gitu" cibir Eza
"aisssss dasar...emang gue kan imut"
"imut pala loe yang ada bikin eneg mau kentut baru iya" jawab Eza
"sueee....mau ngomong apa neng" ucap Arya melihat Syika
"kalian berdua dari mana" tanya Inara basa-basi
"ohh itu tadi kami dari sana" ucap Arya menujuk sembarang arah karena memang ia tak tahu tempat tadi itu dari arah mana
"yang bener dong kamu dari mana tunjuk nya kemana" sahut Eza
"emang kita dari sana kan" ucap Arya menyakinkan
"dari sana P'A" sahut Eza menunjuk ke arah timur sedangkan Arya tadi menunjuk ke arah barat
"ohhh sudah pindah yaa" ucap Arya tanpa dosa sambil manggut-manggut
"iya sudah pindah...otak loe yang dari kepala turun kedengkul hahahaha"
"suee...tapi masih mending dong dari pada dari kepala turun kekaki hihihi" sahut Arya polos
" kaki di kepala..kepala di kaki pantas loe buntu...hahaha"
"dasar temen laknak emang" gerutu Arya kesal
"emangnya itu tempat apa" tanya Inara dengan nada lembut
"wihhh suaranya lembut banget kayak pantat bayiii..." ucapan Arya terpotong oleh Eza
"dari pada pantat loe burikk" cibir Eza
"emang loe pernah liat pantat gue"
"beuhhh belum tau aja.."ucapan Eza terpotong Arya
"ngapain juga gue ngintipin loe bisa-bisa nih mata hitam gue kebelakang idihh najiss"
Arya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
"loe sadar apamabok sih Za..loe nghak liat disini ada gadis perawan bisa-bisanya loe ngomongin soal itu aibb tau" sahut Arya
"ehhh ada neng cantik maaf ya..anggak aja nggak denger" cengir Eza
sedangkan Inara yang tersenyum malu mendengar hal itu
"oh iya mendengar suara mu tadi aku ramal pasti kamu itu tipe orang yang penyang, penuh belas kasih dech" ucap Arya bernada gombal
"sikat abang Arya..."sahut Eza sedikit keras
"aku mau protes nih sama orang tuamu..."ucap Arya sambil mamandang Syika
"loh kenapa" jawab Syika bingung
"iya nih..soalnya mereka udah berani lahirin bidadari cantik seperti kamu...eaaa"
"eaaaa"dahut Eza menimpali
Inara hanya senyum malu
"kamu tau nggak bedanya kamu sama bidadari" tanya Arya
Inara hanya menggelengkan kepalanya
"bedanya itu bidadari tinggal di kayang sedangkan kamu tinggal dihati ku.. hahaha" tambah Arya
"hahaha kamu bisa saja" jawab Syika sambil memukul bahu Arya
"waduh..cantik-cantik bertenaga kuda" batin Arya
"tapi kamu tinggal disinikan"tanya Arya serius
"iya aku memang tinggal disini..emangnya kenapa" jawab Syika bingung
"nggak cuma mastiin doang takutnya kamu bidadari dari khayangan terus nyasat disini lagi"
__ADS_1
"lanjut terooossss" ucap Eza sedikit keras
"iri bilang bosss" sahut Arya
"ngapain ngiri buktinya gue dikanan" jawab Eza karena memang posisi Eza dikanan Inara
"krikk...krikk..krikk...garing" sahut Arya
"gatel kuping gue dengerin loe nge gombal"
"bilang aja loe nggak ada bakat"
"siapa bilang" ucap Eza merasa tertantang
"loe budek yaa...orang jarak nggak ada semeter pake nggak denger" jawab Arya kesal
"mastiin doang takutnya itu suara angin lalu..hehehe" sahut Eza cengengesan
"cengengesannya sih Eza somplak bikin kesal jiwa raga gue" batin Arya
"Inara gue pinjem kacamatanya dong" ucap Eza
"maaf tapi nggak ada" jawab Inara sambil menggelengkan kepalanya
"waduhh bisa buta nih aku"
"emangnya kenapa"
"soalnya senyummu menyilaukan mata ku" jawab Eza pura-pura menutup kedua matanya dengan tangan
"eaaaaa...bisa aja loe Bambang..hhha"sahut Arya
Inara sedikit merona mendengar itu
"kalian belum jawab pertanyaan ku tadi..." tanya Inara lembut sambil memandangngi mereka berdua
"yang mana?" tanya Arya
"belum juga tua udah lupa...maklum sih body muda jiwa tua..hahaha"ucap Eza
"aissss...sue emang loe Za..bikin malu gue aja"
"wuidihh..punya malu loe Ya gue kirain nggak ada"
"kurang ajar emang...ya adalah pas waktu pembagian malu gue datangnya belakangan makanya malunya dikit cuma sesendok doang jadi gue harus irit..PUAS LOE kesel gue" ucap Arya kesel
"hahahaha..bisa aek loe bambang tapi kok kita enggak ketemu yaa" ucap Eza dengan bodohnya
"yaa enggak lah kan loe didepan gue..waktu itu gue ngalah ama loe karena waktu itu gue terawang loe kalo loe nggak punya banyak malu takutnya loe malu-malu in" balas Arya dengan bodohnya
" bisa-bisanya mereka berdua bahas hal yang bodoh..tapi kok nyambung yaa...wajarlah kalo otak sama-sama korslet pasti nyambung ..." batin Inara yang sedari tadi mendengar mereka berdua berceloteh ria
"ehemmm" deheman Inara mengalihkan mereka berdua
"ohhh ada neng cantik" ucap Arya
"maaf neng soalnya entah mengapa deket ama kamu bisa mengalihkan dunia ku hehehe" tambahnya lagi
"kalian berdua ini kenapa sih" tanya Inara
"emangnya kenapa" tanya Eza heran
"yaa enggak..kalian aneh aja" jawab Inara
"waduhhhh..kok aneh sih neng..ganteng gini di bilang aneh pangeran kek kan lebih adem" sahut Arya
"hihihihi" mendengar itu Inara hanya cekiki tan
"waduhh cantik-cantik suara kunti" ucap Eza bergidik ngeri begitupun dengan Arya
"istigfar neng...baca ayat kursi setelah itu yasin kalau sudah 3 kull" ucap Arya sedikit menjauh begitupun Eza
melihat tingkah dua pemuda itu membuat Inara tak mampu membentung tawanya
"hahahahaha..."
seketika Eza dan Arya saling melirik kemudian melihat Inara lagi
"waduh..kesurupan nih" ucap Eza dan Arya bebabrengan
note: namaya SYIKA INARA jika Wza memanggilnya Inara berbeda dengan Arya yang memanggilnya Syika
__ADS_1