~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Pasar Malam


__ADS_3

sepanjang jalan Eza dan Arya menggandeng tangan Inara, mereka berdua menjaga gadis itu dengan sangat ketat apalagi tempat yang mereka kunjungi saat ini sangat rame dan padat pengunjung


"Rya..Za main yang itu yuk" tunjuk Inara sebuah stan permainan tembak-tembakan berhadiah


"yuk" jawab Arya yang memang berada di depan sambil menarik tangan Inara diikuti Eza yang dibelakang


sesampainnya disana, Inara sangat antusias. ia menchallenge Eza dan Arya bermain dengan tantangan siapa diantara mereka berdua yang bisa mendapat hadiah boneka paling besar disana


kemudian Eza dan Arya memulai permainan dengan pistol mainan ditangan masing-masing dengan jarak kurang dari 4 meter mereka berdua mulai ambil posisi


cobaan pertama Eza maupun Arya gagal tembakan mereka berdua meleset dan hanya mengenai satu kaleng masing-masing


percobaan kedua sama bahkan tak ada satupun kaleng yang terjatuh


lebih-lebih percobaan ketiga sasaran yang mana yang ketembak yang mana, mungkin saking ambisi dan semangatnya mereka berdua siapa yang bisa mendapatkan hadiah itu


lelah dengan berbagai kegagalan akhirnya Eza dan Arya saling melirik kemudian senyum menyebalkan terlihat di kedua wajah tampan itu


tanpa aba-aba Eza dan Arya melempatlr pistor mainan yang di genggamnya ke arah tumpukan kaleng yang sedari tadi coba mereka runtuhkan dan akhirnya tumpukan kaleng yang menurut mereka sangat menyebalkan itu runtuh juga membuat pemilik stand melongo tak percaya begitupun para pengunjung yang sedang bermain ataupun yang menonton saja jangan ditanya ekspresi Inara sekarang tentu saja sama terkejutnya dengan yang lain


"loh kok..."protes pemilik stand itu


"huuu curang" sorak para pemain lain, Inara hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah absurd temannya itu


"bukan gitu bro cara mainnya" protes pemiliknya lagi


"bosen bro dari tadi nembak nggak jatuh-jatuh" balas Arya juga protes


"lah emang gitu cara mainnya bambang" kesal pemilik stand itu


"yasudah boneka itu.." tunjuk Eza pada boneka panda berukuran besar yang menjadi hadiah utama


"saya beli aja mas" ucapnya lagi yang lagi-lagi membuat orang disana melongo tak percaya bisa-bisanya kalah dalam permainan isi dompet pun melayang

__ADS_1


"itukan nggak dijual Za taoi sebagai hadiah bagi pemenang" ucap Inara yang sedari tadi diam, ia gemas sendiri dengan tingkah dua lelaki sampingnya


"bagaimana bisa mereka berdua seperti itu nggak ada semangat juang nya banget ,baru juga kalah beberapa kali malah udah nyerah...nggak kebayang kalau mereka berdua terjung dalam medan perang bisa-bisa mati sia-sia tuh yang ada musuh nggak ketembak yang di tembak lah mereka..ckckck" batin Inara geleng-geleng tak percaya


"lah tadi kita udah menang kan Ya, orang kalengnya pada jatuh" ucap Eza meminta dukungan oada si sahabat jahanamnya itu


"of course bro..biarin ajalah Ra itu lebih bagus dari pada main dari tadi tapi nggak dapet-dapet..yaudah mas cepetan turunin bonekannya" ucap Arya yang membenarkan tindakan Eza seketika membuat Inara tak berkutik lagi


"Tapi....."pemilik mencoba protes


"Ya bagi duit kita kongsi biar adil" ucap Eza tanpa berpikir oanjang Arya merogoh dompetnya kemudian mengeluarkan uang 300 ribu ke Eza begitupun Eza menambahkan 300 ribu lagi dan memberikannya kepada pemilik stand itu


"ini mas...bonekanya kami beli"


"tapi kan.."


"ayolah mas untuk dia nih" ucap Eza seraya melirik Inara disampingnya yang membuat Inara menunduk seketika karena malu di tatap para pengunjung yang ada disana


"wah beruntung banget ceweknya dapat 2 cogan sekaligus" bisik para tetangga


"idaman banget tuh cowoknya" dan masih banyak lagi bisikan-bisikan halus yang masih dapat di dengar oleh Inara


"Za nggak usah kita jalan lagi yuk" bujuk Inara mencoba lepas dari belenggu rasa malu disana


"bentar...ayolah pak"ucap Eza yang masih mencoba merayu


"ah lama" tanpa pikir panjang Arya yang memang lebih absur dalam tindakan merampas uang yang sedari tadi mengudara di genggaman Eza kemudian melangkah maju mengambil boneka panda yang diincar dan memberikan uangnya kepada pemilik yang lagi-lagi hanya mampu menganga lebar


"mingkem bro takutnya angin masuk" ucap Arya kemudian memberikan boneka besar itu kepada Inara


"yuk kita jalan lagi" dan mereka bertiga pun pergi meninggalkan tempat itu


"aku bawanya gimana nih" tanya Inara yang memang ukuran bonekanya hampir sebesar dirinya

__ADS_1


"kok gedean di kamu Ra perasaan saat di pegang Arya biasa aja" ucap Eza


"ck...ngeledek, aku tau aku pendek aku nyadar diri kok" jawab Inara cemberut


Eza dan Arya hanya cekikikan geli melihatnya pasalnya memang tinggi Inara hanya 155 cmm yang otomatis membuat ia kualahan membawa bonekanya itu apalagi bonekanya panda udah gede gendut lagi, beda saat bonekanya di Arya yang memang tinggi Eza dan Arya rata 180 jadi anteng-anteng aja tuh


"makanya tinggi tuh ke atas nggak ke bawah..hahaha" sahut Arya menimpali dan sukses membuat ia cemberut kesal mendengarnya


"nih pengang pegel tahu" Inara kemudian memberikan bonekanya kepada Arya yang masih terkekeh itu


"memangnya yang mau boneka itu tadi siapa sih Ya elo atau dia" tanya Eza mencoba membuat Inara tambah kesal pasalnya sangat menggemaskan bagi Eza melihat Inara cemberut gitu apalagi bibir mengerucut dan pipi yang mengembung


"iya yah Za perasaan tadi ada yang tantangin kita loh ini..eh tau-taunya udah dapet kok malah cemberut" ucap Arya


"ini mah beda dapetnya...yang lain dapetnya penuh perjuangan lah ini ngga" ucap Inara protes


"ini juga dari perjuangan Ra" jawab Eza membela diri dan dibalas anggukan oleh Arya


"berjuang apanya orang bonekanya kalian beli nggak pake nembak-nembak dulu"


"ya berjuang dong..kamu nggak lihat bagaimana kitanya berjuang sekuat tenaga jiwa dan Raga disaksikan banyak pasang mata gimana caranya kita ngebujuk si babangnya buat dapetin nih boneka" sahut Arya sedikit lebay


"iya sih tapikan rasanya beda nggak dapet feel nya gitu" ucap Inara sambil bersedekap dada


"yaa enakin ajalah Ra"ucap Eza


"ahhh...males debat dengan kalian ah" ucap Inara frustasi pasalnya setiap ucapannya selalu saja ada jawabannya dari mereka berdua


"dasar menyebalkan..nggak mau ngalah ama cewek" gerutu Inara


"yaudah mau lanjut nggak nih keburu malem banget" ucap Eza seraya melirik jam tangannya yang sekarang menunjukkan pukul 8 malam lewat


"jalan lagi aja belum kemaleman kan" jawab Inara

__ADS_1


akhirnya mereka bertiga kembali berjalan dengan posisi awal masing masing tapi bedanya si Arya memeluk boneka panda hasil tangkapan ia dan Eza


__ADS_2