~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 61


__ADS_3

"apaansih Za...GJ deh" ucap Inara mencoba menetralisir irama jantungnya yang berdeguk kencang di tatap lekat oleh Eza


"aku duluan yaa..kamu ceetan nyusul nanti bibi mu marah" tambahnya lagi setelah itu berlalu pergi dengan berlari keci akbiat salah tingkah


Eza yang melihat Inara salahbtingkah sepertuli itu makin gemas bukan main


•••••••


Eza menuruni tangga menuju meja makan, sesaat langkahnyabterhenti dimana gadis manis pujaan hati tengah berbincang hangat di meja makan bersama Bi Mira


senyum indah terluki di wajahnya dan sesekali tertawa lepas akibat candaan dari Bi Mira


"pagi" sapa Eza


"pagi"balas Bi mira swdangkan Inara hanya tersenyum saja


"duduk Za kita sarapan bareng, kmu tau nggak yang masak Inara loh" ucap Bi Mira saat Eza mulai duduk di kursinya


"wahhhh enak nih" puji Eza


"apaan sih di coba aja belum" jawab Inara malu


"emang calon istri idaman mah" ucap Bi Mira


"bibi bisa aja"


Eza menyuapkan nasi goreng kwmulutnya, meresapi setiap rasa yang tercipta di setiap kunyahannya


"nggak enak yaaa" ucap Inara tiba-tiba sedari tadi ia memperhatikan Eza dan Bi Mira yang hanya diam tanpa ekspresi


"engga kok ini enak pake bnget malah" jawab Eza di angguki Bi Mira tanpa komentar karna sibuk dengan sarapannya


"makasih" ucap Inara kemudian melanjutkan makannya


"SPADA........"tiba-tiba teriakan menggema dari luar membuyarkan acara sarapan mereka


"EZA.....EZA....UDAH BANGUN BELUM"


"Arya bangsat" gerutu Eza saat mendengar suara menjengkelkan Arya dipagi hari


"oh disini toh" ucap Arya tanpa dosa malah duduk ambil posisi dibdekat Eza


"nggak sopan" cibir Bi Mira


"alah bibi kek nggak tau aja" balas Arya


"pada ngapain nih" pertanyaan bodoh keluar dari bibir Arya seraya letekkan tas punggung di atas meja


"main kelereng...mau ikut" sahut Eza


"main kelereng kok enak gini yaaa maulah" jawab Arya diakhiri kekehan menjengkelkannya


"Arya udah sarapan" tanya Inara


"tadi sih udah tapi karena di tawarin yaa nggak papa lah namanya juga rejeki sayang kalau di tolak....hehehe"jawab Arya


"yang nawarin siapa coba" cibir Eza


tanpa memperdulikan omongan Eza, Arya justru ambil piringbdan menyendokkan dua centong nasi goreng dan satu omelet gulung diatas piringnya

__ADS_1


"kalau nasi goreng buatan bi Mira mah gue doyan Za" ucap Arya kemudian menyendokkan nasi ke mulutnya


"kok beda" tanya Arya di sela kunyahannya


"beda?" tanya Eza


"iya...kayak ada manis-manisnya....hehehehe...tapi cius nih kok beda lebih kaya rasa cinta dan kasih sayang beda banget ama buatan Bi Mira yang berasa namun hambar hahahahaaaa" kelakarnya


"gak jelas...ya bedah lah orang Inara yang buat" omel Bi Mira oasalnya tak terima masakannya di hina


"ooo walah pantesan enak yang masak aja cantik dan manis" gombal Arya


"elo mah semua makanan loe bilang enak, andai aja batu dan pasir dimakan enak juga tuh di mulut loe" cibir Eza yang memang tau hobi Arya makan


"sirik bilang dong, orang sirik tanda tak mampu" balas Arya yang hanya dibalas tatapan jengah dari Eza


selesai sarapan dengan sejuta drama, Eza, Inara dan Arya pamit ke kampus


••••••••


"emm Za aku balik yaa" ucap Inara


saat ini mobil Eza tengah melaju menuju kampus, di sampingnya ada Arya dan Inara di kursi belakang


"nggak ke kampus" tanya Arya


"enggak urusan udah pada kelar tinggal nunggu wisuda aja" jawab Inara


"ohhhh" Arya hanya manggut-manggut


"anterin aku pulang yaa"


•••••••••


"Za tadi mommy ngomong katanya nyuruh loe ke rumah buat makan malam" ucap Arya saat mobil kembali melaju setelah mengantar Inara ke kostnya


"jam berapa"


"7 katanya syukuran ajasih karena bentar lagi kita mau wisuda"


Eza hanya manggut-manggut


"setelah ini loe mau kemana" tanya Arya


"pengen balik ajalah gue mager mau kemana" jawab Eza


"lagian gue mau nanya sesuatu ama Bi Mira sial Marcella yang katanya temen kecil gue, padahal seinget gue nggak inget tuh"


"ck....bikin nggak mood aja loe bahas tuh orang" ucao Arya males


"segitu bencinya lie ama tuh anak"


"banget....andai aja gue nggak ada waktu itu udah pasti tuh anak nyakitin Inara" ucap Arya kesal


"cinta dan benci beda tipis mah" canda Eza


"andai cuma dia cewek di muka bumi ini gue tetep ogah ama dia, kending jadi bujang lapuk gue"


"hahahahaaaa.....sens aja kali"

__ADS_1


"loe pikir gue nggak" tambah Eza lagi


"gue cuman mau cari tau aja"


setelah sampai kampus dan mengantar Arya pulang, Eza bergegas mencari Bi Mira yang entah dimana keberadaannya di dalam rumah


"mbok...Bibi mana" tanya Eza ke ART nya


"di taman belakang deng"


"makasi mbok"


Eza kembali bergegas menyusul Bi Mira di taman belakang, dapat dilihatnya Bi Mira yang duduk termenung dengan berpangku kaki dan bersedekap dada memnadang koaong kedepan


dan Eza tahu apa yang dipikirkan Bibinya itu


yuo.....Fadil


sosom itu entah tenggelam didasar mana hingga setahun lebih ini hilanh tanpa kabat


menurut Justin, om Fadil masih di Austrli namun selebihnya Eza tak tahu


"Bi..."panggil Eza seraya duduk disamping Bi Mira


"hmm"jawab Mira tanpa mengalihkan pandangan dan posisinya


"mikirin om Fadil yaa" tanya Eza dibalas anggukan dari Mira


"huffffff......"sejenak Eza menghelak nafas panjang


"Bibi Cinta yaa ama im Fadil, udah yakin ama perasaan Bibi"


Bi Mira tak langsung menjawab hanya megalihkan pandangannya dan kini tertuju pada Eza


"apa luka kehilangan seperti ini belum menunjukkan cinta bibi Za" tanya Bi Mira dengan serius


"bibi udah hapal Za bagaimana rasanya sakit kehilangan akan sosok yang kita sayang ibarat ruang yang mulanya penuh akan dirinya tiba-tiba hilang menyisakkan hampa semata, kosong dan hampa"


Eza hanya mendengarkan dan mungkin memang Bibi nya ini membutuhkan sosok pendengar sekarang


"setahun lebih dia pergi ninggalin rasa sesal di hati bibi kenapa tidak dari awal bibi yakin akan perasaan bibi ama di Za"


"dan sekarang apa...menyesal....menyesal akan sesuatu yang telah lepas mau mengejar tapi udahh terlanjur jauh"


"Bi...dengerin Eza jika seandainyabl tuhqlan menakdirkan om Fadil jadi jodohnya bibi pasti ada aja jalannya Bi walau tembok cina menghadang sekalipun pasti tetep bertemu" ucap Eza


"sok bijak" cibir Mira setelah merasakan baikan


"namanya juga untaian kata bi, sini peluk rapuh banget sih bibi gue yang satu ini kek anak ABG putus cinta aja" celetuk Eza saat Bi Mira masuk dalam pelukannya


"bi" tanya Eza


"hmm" jawab Mira dalam dekapan Eza


"emang bener yaa kalo Eza ama Marcella udah dari dulu kenal nya"


Bi Mira menegakkan tubuhnya memandang Eza kemudian mengangguk


t

__ADS_1


__ADS_2