
"hai Ra..bengong aja" sapa Arya saat melihat Inara duduk termenung di bawah pohon dekat parkiran kampus
"nanti kesambet loh" canda Arya lagi
"nggak kok cuma duduk aja manikmati angin sore Ya" jawabnya tersenyum
"kelas udah selesai" tanya Arya
"udah..sekarang mau pulang" jawab Inara
"Eza mana yah...perasaa tadi dia ngampus deh" ucap Arya penasaran
"entah" jawab Inara acuh
"kok judes"
"nggak aja...oh ya kamu udah bilik kan aku nebeng ya..."ucap Inara jumawa sambil tersenyum
"okey..okey..apasih yang nggak buat kamu" goda Arya malah membuat Inara tertawa
"cantik...sangat cantik...gue nggak bisa bayangin jika seandainya Eza juga suka elo Ra, gimana hubungan gue dengan Eza yah yang sama-sama suka sama elo" batin Arya menerawang jauh
"hei..kok bengong aja" ucap Inara sambil menepuk bahu Arya membuat sang empu kaget
"nggak kok...lagi mikirin kamu nih gimana yaa" jawab Arya cengengesan
"gombal"
"dari pada gembel" lagi-lagi membuat dua insan itu tertawa lepas
"ini Eza kemana sih...tunggu bentar ya Ra aku telpon Eza dulu"
kemudian Arya mencoba menghubungi Eza
"halo Za..loe dimana sih dari tadi gue nungguin elo nih" omel Arya saat terlepon tersambung
"emmm...maaf..gue.."
"loh ini siapa yang punya hp ini mana"tanya Arya panik memotong ucapan disebrang sana
"louspeak Ya" ucap Inara yang penasaran dan Arya menurutinya
"halo..Eza mana" tabya Arya lagi
"gue Marcella" jawab Marcella di seberang sana
"Hah...kok elo, Eza mana" ucap Arya yang mendidih saat mengetahui Eza bersama Marcella sosok yang paling ia benci karena telah membully Inara waktu itu
"ada kok" jawab Marcella santai
"bangsat" umpat Arya dalam hati
"oh.."setelah itu Arya mematikan telfonnya
"Ra...kita balik yuk Eza lagi sibuk" ajak Arya dengan nada kesalnya
Inara hanya menurut.
Dalam perjalanan, Inara hanya diam sambil memandang luar jendela. Tanpa sengaja iris matanya melihat Eza dan Marcella tengah duduk berdua di sebuah cafe terlihat sangat akrab di mata Inara,walau sebenarnya dapat ia lihat Eza hanya diam, tapi entah mengapa membuat ia sedih dan kecewa
"lah ini kan mobilnya Eza" tanya Arya yang melihat mobil sport Eza di pinggir jalan
"tuh anak mana ya" gumamnya sambil melihat kiri kanan dan akhirnya ia dapat melihat Eza tengah duduk berdua dengan Marcella
"kurang ajar" umpat Arya dalam hati
ada kekesalan tersendiri di hatinya saat melihat Eza dekat dengan Marcella.
Mobil kembali melaju saat lampu sudah berwarna hijau
"Ra.."panggil Arya sesekali melihat Inara yng hanya diam
"ya" jawab Inara sambil tersenyum melihatnya
"kamu lihat"
"iya...emangnya kenapa orang Eza orangnya bebas, jadi dia bebas deket dengan siapa saja" ucapnya
__ADS_1
"dan kita tidak berhak melarangnya...iyakan" tambahnya lagi
"iya"jawab Arya singkat
Sesampainya di depan kost, Inara segera turun dan pamit pada Arya
"makasih ya" ucap Inara di samping jendela mobil Arya sambil tersenyum
"iya..apasih yang enggak buat kamu, aku mah rela" gombal Arya lagi
entah mengapa ada kesenangan tersendiri di hati Inara saat Arya menggombalnya...entahlah
"dasar raja gombal" ucap Inara tersenyum
Setelah mengantar Inara pulang dengan selamat, Arya pulang kerumah. Rasanya hari ini ia benar-benar badmood gara-gara si Eza somplak itu
sesampainya dikamar, Arya segera menjatuhkan tubuhnya diatas kasur empuknya, disana sudah ada Ndut si boneka beruang kesayangan Arya.
"Ndut...."panggil Arya walaupun ia tahu bahwa si Ndut tak akan pernah menjawabnya
"Ndut, gue suka ama seseorang Ndut, Tapi gue takut kalau Eza juga suka ma dia Ndut" curhat Arya sambil memeluk si Ndut
"gimana nih" rengeknya lagi
dasar si Arya stressss
sedangkan di sisi lain....
Inara kembali melamun dalam kamar kostnya, selesai mandi tadi ia duduk termenung di dekat jendela memandang jauh keluar.
Sedikit ada rasa egois dan tak rela jika Eza dekat dengan perempuan lain kecuali dirinya
"huffffff.....sadar Ra...sadar"gumamnya saling menepuk-nepuk kedua pipinya
"aku nggak boleh egois memangnya aku siapa, aku hanya temen deketnya tak lebih" ucapnya lagi menyadarkan diri
Sedangkan disisi lain juga....
Eza masih duduk di sebuah cafe pinggir jalan memandang jauh kedepan dimana kendaraan saling berlalu lalang
"Za..."panggil Marcella
"sekali lagi makasih" ucap Marcella tersipu malu
"hmm" jawabnya lagi
"nggak ada kata lain kek" batin Marcella kesal
"gue mau pulang" ucap Eza yang mulai beranjak
"tunggu" cegah Marcella menahan Eza agar tak pergi
"lepas nggak" ucap Eza datar
"iya..maaf" balas Marcella meleas cengkramannya
"duduklah sebentar lagi....bentar lagi montirnya dateng kok" ucap Marcella lesu mencoba membuat Eza agar iba padanya
Eza lagi-lagi mengehelak nafas kasar, ingin rasanya ia pergi dari sini,bahkan menuruntnya lebih menyenangkan bersama Arya walau hanya duduk saling diam tak melakukan apapun
Eza kembali duduk di tempatnya, tak lama kemudian muncullah salah satu Fansnya yang malah membuat ia tambah jengah
"hai Za" sapa Tiara yang datang entah kemana
"sial...kenapa gue terjebak disini sih sama cicurut-cicurut lagi" batin Eza kesal
Tanpa di suruh Tiara duduk tepat disamping kiri Eza, membuat Marcella geram
"loe ngapain sih tiba-tiba nongol terus pake duduk segala" ucap Marcella geram
"emangnya kenapa...masalah buat elo" balas Tiara membuat darah Marcella tiba-tiba mendidih
"kau" geram Marcella dengan tatapan elangnya
"diamlah"ucap Eza pelan namun terkesan dingin, membuat Tiara dan Marcella bungkam
"gue pamit" ucap Eza kali ini dia benar-benar pergi
__ADS_1
"sial....ini semua gara-gara elo" tunjuk Marcella pada Tiara yang masih santai dalam menghadapinya
"whatever" setelah mengucapkan itu Tiara pergi meninggalkan Marcella dengan sejuta kekesalannya
Selama perjalanan Eza mencoba menghubungi Arya untuk mengajaknya hangout sore ini
"nih anak mana sih" gerutu Eza
telepon tak terjawab membuat Eza mendatangi rumah Arya
"assalamualaikum Mih" ucap Eza pada mamih Rina
"eh Eza..masuk sayang" balas Mamih Rina mempersilahkan Eza masuk
"Arya ada mih" tanya Eza sambil duduk di ruang tamu sedangkan Mami Rina menuju dapur
"ada diatas" jawabnya dambil meletakkan jus jeruk kesukaan Eza
"makasih mih"Eza segera meneguk habis minuman itu dan meletakkannya kembali diatas nampan
"kalo gitu Eza naik dulu Mih"
Eza segera melangkah menuju kamar Arya, setelah pintu kamar terbuka terpampanglah Arya yang tidur tengkurap sambil memeluk Ndut si boneka beruang besar
"dasar bocah" umpat Eza sambil mendekat ke arah Arya
"Ya...woi" Eza mengguncang tubuh Arya namun tak mendapatkan respon
"nih anak tidur apa pingsan ya"
"Ya...ARYAAAAAA" kali ini Eza berteriak kencang dambil mengguncang tubuh Arya dan hasilnya Arya hanya menggeliat
"bangun"
"apaan sih"jawab Arya dengan suara seraknya
"hangout yuk" ajak Eza
"males gue" jawab Arya sambil memejamkan matanya
seketika ingatan Arya membawanya saat ia melihat Eza dengan Marcella, membuat ia seketika marah
"tadi loe dari mana aja Za" ucap Arya judes tanpa mengubah posisi tengkurapnya menatap tajam Eza
"ada urusan" jawab Eza acuh
"sama Marcella gitu" kesal Arya
"kenapa..loe cemburu" goda Eza
"berhentilah Za..gue nggak bakalan cemburu jangankan cemburu suka aja gue ogah"
"terus"
"gue nggak suka aja loe ama dia"
"maksud loe apaan Ya..jangan bilang loe suka gue lagi" ucap Eza bergidik ngeri membayangkan hal tersebut
"kali ini gue serius Za" ucap Arya sambil duduk dan bersandar di headboard ranjangnya, membuat Eza yang mendengarnya berubah menjadi serius kali ini aura dingin dari kedua sahabat itu berkoar-koar
"gue nggak suka elo dekat dengan Marcella karena apa...wanita itu yang udah bully sahabat gue dan gue nggak suka ama orang yang udah nyakitin sahabat gue termasuk elo Za"ucap Arya menetap tajam Arya
Eza sedikit terkejut akan perubahan Arya, pasalnya selama mereka menjadi sahabat yang dia tahu Arya sosoknya ramah dan humoris jauh dari dingin dan datar seperti karakternya
ternyata jika sisi itu muncul sedikit menakutkan juga
"jika suata saat elo nyakitin Inara, maka persahabatan kita jadi taruhannya Za"
"elo suka Inara" ucap Eza dingin dengan tatapan datarnya dibalas tatapan tajam dari Arya
sesaat julukan somplak bagi keduanya hilang entah kemana berganti sosok asing yang saling berhadapan namun rupa tetap sama
"elo?" tanya Arya balik
Eza tak menjawab hanya menatap datar Arya dan dari situ ia tahu apa jawabannya
begitu pula Arya yang hanya menatap balik Eza dengan datarnya dan dari situ ia tahu apa jawaban Eza sebenarnya
__ADS_1
"ELO MENYUKAINYA" ucap keduanya bersamaan