
Setelah malam panjang berlalu
kini pagi yang cerah pun menyapa alam semesta
Pagi yang indah menjadi awal yang bagus bagi para penghuni bumi dalam memulai aktivitasnya
Tak terkecuali dua pemuda yang kini tengah bersiap-siap memulai aktivitasnya berkeliling daerah sekitar menikmati pemandangan yang ada
" ARYA CEPETAN KEBURU SIANG NANTI PANAS" teriak Eza dari luar kamar Arya
"tadi aja ngebet banget jalan-jalan setelah guenya udah siap-siap plus ganteng gini malah dianya yang lelet" gerutu Eza
ceklet
"ngapain sih loe di dalam lama banget tau nggak..hampir lumutan gue nungguin loenya" kesal Eza
"hehehe..ya maaf biasa dandan dulu, ya kali aja ada bunga desa yang kecantol kan lumayan" balas Arya
Eza hanya menjawab memutar bola matanya jengah
...........Rz...........
Selama perjalanan menikmati indahnya alam, sampailah mereka tempat dimana ratusan pohon pinus yang tinggi dan rindang berjejer rapi di tempatnya tak ingin menyia-nyiakan tempat indah itu dua oemuda itu asik berfoto ria
" Za potoin gue dong" ucap Arya sambil menyodorkan kameranya ke Eza
"issse loe ma bener-bener ya... loe pikir gue photografer loe apa..gue kesini mah mau liat pemandangan yang ada, bukan ngeliat elo berpose ria" sahut Eza sedikit sewot
"isss cepetan napa...hitung-hitung nambah pahala pagi hari" Arya
walaupun sedikit kesal Eza tetap melakukannya
ceklek
ceklek
ceklek
"nihh udahan gue cape" Eza
"sekali lagi Za nanggung nih..gue mau ngambil gaya andalan nih" dahut Arya
"aisssss kamu mah gitu..yaudah cepetan" Eza
ceklek
"hahahaha gaya apaan tuh hahaha" tawa Eza melihat gaya Arya yang baru saja di abadikannya
"ini namanya gaya Tarzan tampan jatuh di daratan..hahaha" jawab Arya
"ada-ada aja loe...jom kita lanjut lagi" ajak Eza
Tanpa mereka sadari kini langkah kaki mereka membawanya pada sebuah tempat yang sangat menakjubkan
Tempat dimana mereka berdiri menampakkan sebuah pemandangan air yang terjun bebas dari ketinggian sana, dilengkapi dengan bebatuan-bebatuan yang besar serta sungai yang mengalir dan tak lupa deretan pohon yang menambah kesan indahnya
"wahh sumpah ini mah keren banget udaranya seger lagi" Eza
__ADS_1
"ho oh..tapi kok sepi ya" Arya
"mungkin tempat ini belum ada yang nemuin apa yah, atau jangan-jangan ini tempat angker lagi atau ini apa namanya temoat bidadari mandi" ucaonya lagi
"loe kalau ngomong jangan ngada-ngada napa" ucap Eza sambil menoyor kepala Arya
" yah kali ...ini kan sepi banget nggak ada orang bahkan suara jangkrik dan kodok pun tak ada yang bersahutan" ucap Arya
"nikmati ajala..harusnya tuh kita bersyukur bisa jadi orang pertama yang nemuin ni tempat kalau orang lain mungkin nih tempat udah jadi apalah-apalah" ucap Eza
setelah sekian lama menikmati pemandangan di hadapannya serta berfoto ria, mereka memutuskan untuk kembali
"Za cabut yuk...matahari udah naik banget nih" ajak Arya
"jom" jawab Eza
belum jauh mereka melangkah Eza menghentikan langkahnya mata Eza menangkap sesuatu yang mencuri perhatiannya
sedangkan Arya yang sudah melangkah kedepan hanya berceloteh ria tanpa menyadari Eza tak disampingnya
"bagaimana Za loe maukan..." ucap Arya sambil menoleh tapi tak menemukan Eza dan Ia pun menghentikan langkahnya dan melihat Eza sedang diam mematung di belakang
"astaga tuh anak bener-bener ya...dari tagi gue ngomong dianya nggak denger. dasarr Eza P'A" Arya bersungut-sungut
Arya memutuskan menghampiri Eza yang diam mematung
"woii...lu bener-bener ya dari tadi gue ngomong elonya ada disini" ucap Arya dan berhasil mengagetkan Eza
"elo yah kebiasaan dech hobi bener bikin gue sport jantung..loe mau liat gue mati muda" jawab Eza sambil mengelus dadanya
"ssssttttt...loe kalau ngomong jangan ngada-ngada lagian tokay gue nggak bakan keluar kalo gue ngeden sambil berdiri" jawab Eza
"terus loe ngapain..jom kita pulang" ajak Arya sambil menggandeng tangan Eza
"loe aja duluan gue masih mau disini" tolak Eza
"aissss kalau gue ninggalin loe nanti elonya hilang lagi" jawab Arya
"gue nggak bakalan hilang teknologi udah canggih" jawab Eza
" kalau gue hilang terus teknologi nggak ngedukung nanti gue kirim pesan ke elo lewat merpati" jawab Eza
" nggak sekalian lewat telepati" ucap Arya sedikit sewot
"kalau bisa lewat itu juga boleh" jawab Eza sambil melepaskan tangan Arya
"mencurigakan" jawab Arya sambil memicingkan matanya dan melipat kedua tangannya di dada
karna merasa risih akan tatapan Arya, Eza pun mendorong Arya agar menjauh
"yaudah gue duluan kalau gitu, jika dalam waktu 30 menit loe nggak balik habis loe" ucap Arya sambil menunjukkan tangannya menebas lehernya sambil berlalu
"issss apaan tuh bocah emang kalau gue hilang dia merasa rugi gitu...alahh bodo amat" gerutu Eza
setelah kepergian Arya, Eza kembali memfokuskan dirinya memandangi sesuatu yang mencuri perhatiannya sedari tadi
tak mau mengganggu, iapun mengamati sosok itu dari jarak yang cukup jauh dan bersembunyi di balik pohon
__ADS_1
dari pengamatannya, ia melihat bahwa sosok itu tengah sibuk memotret alam sekitarnya. Dan setelah cukup lama memotret ia pun beralih di kursi kecil yang berhadapan dengan sebuah kanvas dan sebuah meja yang yang diatasnya banyak cat-cat warna menandakan bahwa sosok itu akan melukis.
tak terasa sudah cukup lama Eza berdiri mengamati sosok itu yang sedang asyik menggerakkan kuas diatas kanvasnya. karena merasa jenuh sekalian penasaran, iapun perlahan-lahan mendekat
setelah mendapati posisi jarak aman ia tanpa sengaja menginjak dahan ranting sehingga menimbulkan suara sehingga sosok itupun reflek menoleh ke arah sumber suara
betapa terkejutnya ia mendapati sosok laki-laki yang berdiri tidak jauh di belakangnya
hening
hening
hening
masih di posisi yang sama. saling berdiri berhadap-hadapan
jika sosok itu terkejut karena ada orang asing di depannya walaupun dengan jarak agak jauh, berbeda dengan Eza ia berpikir bahwa sosok itu sudah tahu bahwa ia sedari tadi menguntitnya dan ketahuan pula
"kamu ngapain disitu kamu nguntit yaa" ucap sosok itu
karena merasa gugup jadi Eza pun menjawab sedikit terbata-bata disertai keringat dingin di cuaca yang cerah
"emm itu anuhh" ucap Eza tanpa melanjutkan kalimatnya
" jadi bener kamu nguntitin aku yaa...kamu penculik yaa" ucap sosok itu
"ti..tii..dak" jawab Eza
"dasar ganteng gini di bilang penculik, mata sowek ko di pelihara" gumam Eza membatin
"terus kamu ngapain" tanya sosok itu lagi
karna masih mendapat pertanyaan Eza mencoba menetralkan rasa gugupnya
" begini..sebenarnya saya tadi dari air terjun disana pas waktu mau pulang saya tak sengaja melihat anda disini seorang diri karena takut terjadi sesuatu apalagi disini sepi tak ada orang jadi saya mengamati anda dari jauh. karena penasaran saya mencoba mendekat ehhh tau-taunya ketahuan" jelas Eza panjang x lebar
karna masih merasa ragu akan Eza, sosok itu hanya memandang menyelidik ke arah Eza yang masih berdiri disana
"terus" ucap sosok itu
" terus apa" jawab Eza heran
" bagaimana saya yakin kalau anda ini bukan orang jahat" tanya sosok itu penuh menyelidik
karna masih di ragukan Eza mencoba mendekat lagi
"ehhh anda ngapain mendekat...wahh jangan-jangan mau macem macem ya" ucap sosok itu
setelah jarak diantara mereka lumayan dekat
deg
deg
deg
" kini ku menemukan mu gadis ku..." gumam Eza membatin
__ADS_1