
Mendung di pagi hari membuat suasana menjadi kelabu. Irama hujan membuat mata menjadi malas terbuka dan hanya menginginkan bergelut dibawah selimut tebal saja.
Eza yang sudah bersiap ke kampus karena ada hal tugas yang harus segera ia kumpulkan pada dosennya.
"ck...pake hujan lagi" gerutunya yang dangat malas ketika hujan di pagi hari
"Za..sarapan dulu" panggil Bi Mira dari dapur
tak menjawab Eza hanya melangkah mendekat dan duduk di samping Bi Mira
"Za nanti bibi mau keluar kota 2 hari soalnya salah satu investor kita mau membahas ulang kontrak kerja samanya" ucap Bi Mira sambil menyendokkan nasi ke piring Eza
"kok aku nggak tau Bi"
"ini juga bibi baru di hubungi ama Wira dan nanti siang bibi berangkat" ucapnya
(Wira sekertaris Mira)
"bibi perginya sendiri atau ama bang Wira"
"bertiga ama Wira dan Cintya"
(Cyintia juga sekertaris Mira, jika Wira sekertaris sekaligus akan menjadi sopir pribadinya sedangkan Cyintia sekertaris sekaligus asisten pribadinya)
"oh..."Eza hanya ber Oh ria setelah itu melajutkan makannya lagi
"Bi...aku pamit dulu, aku akan pulang sebelum bibi pergi nantinya...bye" pamitnya kemudian pergi meninggalkan Mira yang masih menatapnya
"anakmu sangat tampan kak" batin Mira yang selalu merasakan kerinduan akan mendiang sang kakak jika melihat Eza
__ADS_1
Dalam perjalan yang masih di sertai hujan, tanpa sengaja Eza melihat Marcella yang berdiri disamping mobilnya sambil memakai payung memerika mesin mobilnya yang ia yakini mogok.
Tak ingin dipandang sebagai manusia yang tak berperi kemanusiaan, akhirnya dengan berat hati Eza menghentikan mobionya tepat di depan mobil Marcella.
seperti inilah style Eza di pagi hari yang hujan ini.
Eza segera keluar tanpa memakai payung dan menghampiri Marcella yang masih membelakanginya
"ada apa" tanya nya tanpa sapaan membuat Marcella terkejut
"Eza" ucap Marcella dengan ekspresi terkejutnya memandang Eza yang kini tepat berada di dekatnya.
matanya tak henti-hentinya memandang sosok sang pujaan hati yang kini bertambah berkali-kali lipat tampan nya akibat hujan yang membasahi dirinya
tentunya sangat tampan dan sexy...
bagi yang melihat posisi seperti ini sagatlah romantis,dimana sang perempuan memayungi sang pria yang sedang memperbaiki mobil
"seertinya mogok Za..aku nggak tau kenapa tiba-tiba seperti itu" sahut Marcella, ada kesenangan dan kebanggan tersendiri, dimana Eza sendilah datang dan mengulurkan tangan membantu nya
"hmm..."jawab Eza yang masih berkutat dengan mesin-mesin itu sesekali mengusap wajahnya yang basah akibat hujan, walaupun sudah di payungi tapi karena payung yang tak terlalu besar membuat ia masih kehujanan.
"telpon montir aja" lanjutnya lagi dan menghentikan pekerjaannya
"udah tapi belum nongol-nongol juga" jawab Marcella lesu yang dibuat se imut mungkin, seolah-olah menunjukkan bahwa ia sedang membutuhkan pertolongan dan berharap Eza akan membantunya
"yaudah ikut aku saja...bentar lagi aku mau kumpul tugas" jawabnya datar kemudian berlalu pergi menuju mobilnya
__ADS_1
" oh iya tugas pak Firman, terimah kasih Za" jawab Marcella kemudian tersenyum senang dan bergegas menyusul Eza
di dalam perjalanan hanya keheningan. Eza hanya diam swdangkan Marcella bingung mau ngomong apa
"makasih Za ....kamu udah bantuin aku"
"hmm" jawab Eza datar tanpa memandangnya, tidak tau aja dia saat ini jantung Marcella berdetak tak karuan akibat berada di dekatnya
sesampainya di kampus Eza akan segera beranjak tapi melihat Marcella yang agak kesusahan membuka seatbelt nya membuat ia harus membantunya.
"Za..sepertinya ini macet" keluh Marcella yang sedikit kesusahan
tak ingin berlama-lama Eza membantu Marcella dan dan posisi mereka sedikit berdekatan
"makasih" jawab Marcella dengan wajah bersemunya tanpa menjawab Eza segera keluar dan menggunakan jaketnya untuk menutupi kepalanya
"Za..Eza"panggil Marcella yang sedikit berlari menyusul Eza, kerena menggunakan hight heels membuat Marcella kehilangan keseimbangannya, sedangkan Eza yang sedari tadi dipanggil menoleh dan dengan spontan ia menangkap Marcella yang hampir terjatuh di dekatnya
Hup
dengan reflek Eza memeluk pinggang Marcella kemudian membawanya dalam dekapannya.
bagi yang melihat mereka seperi sedang berpelukan di bawah rintik hujan sedangkan payung yang di bawa Marcella sudah terhempas entah kemana
"ma.aaf" ucap Marcella
Eza melepaskan Marcella kemudian pergi meninggalkannya
dibawah hujan, Marcella mengembangkan senyum cantiknya yang diyakini akan meluluhkan hati pria mana saja yang akan melihatnya
__ADS_1
"aku akan mendapatkan mu Za..pasti...I LOVE YOU..AAARGGGGG...EZA..LOPE-LOPE" batin Marcella menjerit