~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Bab 76


__ADS_3

"Bund..... Nara mau ngomong boleh" ucap Inara sambil duduk bersila di dekat sang Bunda yang kini duduk sambil melipat baju


"hmmm"


Inara menggenggam erat tangan sang Bunda membuat Bu Diana menghentikan aktivitasnya, kini atensinya hanya pada Inara


"bunda... Inara ngomong boleh" Bu Diana hanya tersenyum melihat tingkah lucu putrinya kenapa baru sekarang minta izin dari tadi ngapain pikirnya


"ngomong apa sayang hmmm" sahut Bu Diana yang gemas saat Inara masih diam


"bunda.... " kini Inara memandang lekat sang bunda. ia ingin setelah menyelesaikan apa yang ingin diutarakannya, ia dapat melihat kejujuran dari mata sang bunda saat menjawab keinginannya nanti


"bunda... kemarin Rizki menawarkan pekerjaan padaku tapi Nara belum menjawabnya saat ini Nara butuh persetujuan dari Bunda. Bunda tahu sendirikan Inara sudah lama menganggur Nara takut ijazah dan ilmu yang Nara dapatkan tidak Nara gunakan sebagai mana mestinya. Nara sudah mencoba melamar pekerjaan di berbagai loker di internet, tapi sampai sekarang belum ada kepastian dan syukurnya Rizki datang menawarkan pekerjaan untukku Bunda"


"selagi masih baik untukmu, Bunda akan mendukung sayang bagaimana baiknya" sahut sang bunda sambil mengelus lembut pipi sang putri disertai senyum teduhnya


"tapi Nara bimbang Bunda, kerjanya di Bandung dan Nara nggak mau ninggalin Bunda disini. Bunda ikut yaa ikut Nara ke Bandung nanti disana kita ngontrak aja" kali ini Nara memandang lekat manik mata sang Bunda, dapat dilihatnya bahwa kini bundanya juga penuh akan ke bimbangan


"Bunda.... "sahut Inara kembali menggenggam erat tangan sang Bunda, membuat Bunda Diana tersentak dari lamunannya


"Nara tahu pasti Bunda berat ningglin tempat ini apalagi disini semuanya bermula penuh kenangan suka dukanya, tapi jujur Nara juga nggak tenang ninggalin Bunda disini sendirian kita nggak punya kerabat disini bund semuanya jauh, cukup hampir 4 tahun ini Nara ninggalin bunda buat nuntut ilmu di jakarta tidak untuk kali ini" ucap Nara sambil berkaca-kaca yakinlah hatinya dipenuhibrasa was-was takut sang bunda menolak keinginannya


"hufffff.... "sehenak Bunda Diana menghelak nafas panjang jujur jika saat ini rasa berat itu ada, tapu apalah daya sebagai orang tua tentunya ia tak rela membiarkan sang putri mengemis padanya apalagi ini juga demi kebaikannya, sungguh terharu Bu Diana mendengar penturan dang putri


"iya Bunda ikut Nara kemanapun Nara pergi, bukannya bunda udah ngomong yaaa"


"beneran Bund" pekik Nara antusias dibalas anggukan oleh Bunda Diana


"makasih Bunda,,,, Nara janji Nara akan sukses bahagiain Bunda" ucap Nara lagi yang kini memeluk sang Bunda


"amin"


•••••••


Disisi Lain....


Eza sibuk menulis sesuatu di sana, namun kegiatannya harus terhentikan saat hpnya bergetar menandakan ada panggilan


"halo Bi.... "


"halo Za... udah nyempe kok nggak ngabarin bibi"

__ADS_1


"udah Bi, maaf Eza nggak sempat tadi"


"sok sibuk"cibit Bi Mira di seberang sana


"oh iya nih ada Cella katanya kangen.... " mendengar itu Eza hanya memutar bola mata jengah


"halo Za..... "kini suara bi Mira tergantikan oleh sosok Marcella yang heboh disebrang sana


"hmmm"


"Za loe jahat banget sih masa gue nggak ikut sih"


"nggak loe ribet"


"ck... gue kan pengen liburan juga Za refreshing, katanya Bi Mira disana bagus loh"


"kapan-kapan aja" jawab Eza seadanya, pasalnya lelah banget hadapin sosok Marcella ini


"yaudah mana Bi Mira, gue mau ngomong"


"hmmm apa Za"


"iya, rencananya mau berapa lama kamu disana Za"


"nggak tau Bi, Eza butuh refreshing Bi sebelum Eza ke Jerman buat ngurusin proyek disana"


sedangkan di ujung sana Bi Mira manggut-manggut mengerti membenarkan ucapan Eza


"yaudah nikamatin ajala liburannya, sampaiin salam bibi buat Rika disana bilang maaf nggak bisa ikut disini sibuk... okeeee"


panggilan terputus, baru saja Ezaelanjutkan tulisannya, hp nya kembali berdering


"ck... dasar kutu kampret" gerutunya daat melihat nama yang tertera disana *Si Kampretttt


"halo... halo... halo... halo.... halo... halo" suara heboh Arya menggema di oendengaran Eza, memang nggaka da akhlak anak satu ini


"ssstttt... berisik P'A, ada apa telepon gue gangguin orang aja"


"rindu..... sehari nggak ketemu elo kek ada yang kurang berasa boker tapi nggak ada kentut-kentutnya" balas Arya dengan nada manda membuat Eza yang mendengarnya jijik seketika


"kampret. emang" gerutu Eza diseberang sana

__ADS_1


"oh iya udah ketemu Syika belum"


"belum, gue nggak tau dia dimana, di telpon tapi nggak diangkat"


"oalahhh... piye iki, padahal gue rindu berat loel


"lebay"cibir Eza lagi


"hei... hei... Dilan aja bilang kalo rindu itu berat masa Arya nggak bisa, orang nyatanya memang rindu itu berat kok seberat dosa loe" balas Arya diakhiri ejekannya jenakanya


Eza membenarkan ucapan Arya dalam hati, memang tak dapat ia pungkiri jika rindu itu memang berat dan hanya sosom yang dirindukanlah obatnya


"hm...loe benar Ya, rindu itu memang berat dan gue juga rindu Inara bahkan rindu ini nggak bisa gue pikul lagi terlalu berat Ya" balas Eza lesu membuat Arya diseberang sana sedih


"udah nggak usah sedih, mau gue ramal nggak" balas Arya sedikit menenangkan


"apa"


"gue ramal besok loe bakalan ketemu ama Syika.... kalo nggak hujan hahahaha"


"somplak,"balas Eza namun dalam hati meng aminkan


mereka terus mengobrol sampai luoa waktu, hingga malam kian larut barulah. mereka megnhentikannya


•••••


malam yang kian larut, namun tak membuat mata Inara terpejam merengkuh sang mimpi. Entah mengapa saat sang Bunda meng iyakan keinginannya membuat ia merasa tambah jaub dari Eza dan Arya, seolah-olah ia disini sedangkan mereka beruda di ujung dunia sangat jauhhhhh


Inara membuka sosmednya mencari akun sosmed Eza rasa rindu mengantarkannya pada rasa penasaran akan aktivitas Eza disana


sesekali tersenyum memandang foto Eza tak ada pembaruan yang di unggahnya, namun senyumlah meredup saat akun bernama @MrcellaPutri menandai Eza akan sebuah foto, Inara yang melihatnya membuat hatinya perih kini ia kembali akan kenyataan dimana letak ia sebenarnya setelah hampir hanyut dalam. angan yang indah


foto itu sangat mesra dimana Marcella tengah merangkul mesra lengan Eza dan bersandar dibahunya senyum indah tampak terlukis di bibirnya, sedangkan Eza tampak biasa-biasa saja tapi mengapa hati Inara sakit, apalagi dengan caption merasa nyaman dan sangat nyaman❤ with @EzaDinata22


dengan senyum getir Inara mengusap lembut foto Eza hanya satu kata yang daoat di ucapkannya


"tampan"


setelahnya ia mangis tersedu-sedu mengapa rindu ini sakit ingin menjauh susah, ingin bersamanya pun sulit.


"aku rindu kamu, sangat"

__ADS_1


__ADS_2